
Ini cerita Ragil saat dia SD, dan pertemuan nya dengan Anisa.
Saat aku kecil aku suka tertawa, mungkin karena itu aku juga suka membuat orang tertawa, aku selalu di tertawakan oleh temanku dan aku selalu dibilang "Gila" oleh semua orang, padahal aku cuma ingin mereka tertawa dan bahagia, tapi aku cuma bisa tersenyum palsu di depan mereka.
"woy, Ragil tadi dikelas kau gilak kali, berani kali kau ngomong gitu sama guru ahahahaha..."temanku
aku cuma tertawa kecil dan pura pura marah.Semuanya cuma palsu....
Mungkin nanti aku akan mendapatkan imbalan baik, begitulah yang kupikirkan.Aku berpikir pada diriku...
Mengapa cuma orang jahat yang beruntung ya?....
Mengapa saat ditertawakan orang, keluar air mata ya?....
Mengapa kata "selamat tinggal" membuatku sesak?...
Mengapa semua orang bahagia karena uang?....
Mengapa film yang ada orang mati itu sangat laku?....
Aku tidak tau.Tapi aku percaya kalo semua usahaku akan terbalas, aku selalu mendapatkan juara 1 saat disekolah, mungkin aku bisa melakukan apa pun jika aku berusaha itulah yang kupikirkan, aku suka dengan petualangan jadi aku selalu membawa temanku berpetualang tapi mereka selalu menolaknya.Ternyata hidup itu tidak menyenangkan sama sekali...
"Sensei aku ingin membahas tentang masa depanku boleh?!! aku nanti bakal kayak mana?!! banyak orang yang bilang itu cuma aku yang tau?!! apa egois kalo cuma ingin hidup melihat langit?!!, hidup aja sudah sangat sakit!! sensei gimana caranya biar semuanya jadi mudah?!! impian sensei saat kecil apa?!! apa kalo udah dewasa bisa lupa?...!!!menangis bisa membuat orang kuat itu cuma omong kosong, sensei Aku sudah tidak peduli dengan semuanya...
Dalam tubuhku terdapat lubang yang kosong.
Aku selalu lebih berusaha dari yang lain, karna aku yakin sumua usahaku tidak akan sia sia, aku selalu menjadi nomor 1, aku pasti bisa jadi lebih hebat dari yang lain.
Tapi semuanya hancur saat dia datang, seberapa banyak aku berusaha dan berjuang aku tidak bisa mengimbanginya, dia memiliki sesuatu yang tidak kupunya, yaitu....
__ADS_1
Bakat..!
Nama dia adalah Anisa murid pindahan yang masuk ke sekolahku, dan saat pertama kali aku melihatnya aku melihat Tuhan.....
Ketidakadilan Tuhan..!
Dia selalu sendirian di kelas, tidak ingin bergaul dengan siapapun, setiap jam istirahat dia selalu ke perpustakaan baca buku, dan aku selalu memperhatikan nya.Dia selalu merebut segalanya dariku, aku selalu berpikir mungkin dia adalah Tuhan, dia terlalu sempurna di bidang apapun.
Apakah emosiku ini baik atau tidak?..
"aha.. ahahahahahahahahahhaha..... semua usahaku tidak berguna sama sekali, aku bukan nomor satu sama sekali ahahahahaha..."aku mentertawakan diriku sendiri.
Kami sudah Kelas 6 SD, aku terkejut karena sebangku dengan Anisa, tapi kami tidak pernah berbicara sama sekali.
Suatu hari aku menyadari sesuatu kalau Anisa tidak pernah tertawa, pasti dia mentertawakan semua usahaku? itu yang kupikirkan.mau sebanyak apapun orang biasa berusaha tidak bisa mengalahkan orang jenius.
Aku selalu kesal karena Anisa, hingga suatu hari kami pulang bersamanya, dia berbicara samaku dengan wajah tidak bersalah.
"Kau sudah Gilak ya"ucap Anisa.
saat itu aku sangat marah.
"apa?, apa wajah itu?, aku lebih tau itu dari pada kau!! tapi bukan berarti suka aku jadi gila!! aku pun ingin menjadi jenius sepertimu!! aku sudah berusaha tapi semuanya sia sia, aku? aku?...
Tidak ingin hidup..!!"
aku membentak Anisa dengan keras.
Anisa tiba tiba tersenyum dan mengucapkan....
__ADS_1
"jadi orang gila emang salah, kau itu istimewa, kau jenius, lagian jenius cuma satu tingkat di atas gila"ucap Anisa dengan wajah datar.
Itu benar benar kata kata yang buat aku kesal, tapi entah kenapa hatiku sedikit lega.
"Aku cukup suka samamu, sebenarnya aku ingin punya teman, tapi entah kenapa semuanya menjauhiku, tapi saat aku melihat mu mungkin aku bisa berteman denganmu"ucap Anisa dengan wajah datar
"mungkin itu karna kau terlalu bodok"aku mengejeknya.
"itu tidak mungkin soalnya aku selalu mendapat juara 1!!"ucap Anisa yang marah samaku.
Aku menyadari sesuatu, kalau kami sangat mirip, terus aku tertawa.
"apanya yang lucu"ucap Anisa
aku tersenyum.
"Anisa, apa aku egois jika bilang aku hanya ingin mengetahuimu"ucapku
Aku pertama kalinya melihatmu tertawa dan itu sangat cantik kali.
Itu benar benar sesuatu yang sangat berharga bagiku, karna itu aku bisa lebih bebas.
Setelah itu kami jadi teman dekat, aku berjanji pada diriku untuk tidak akan meninggalkannya sendirian.
Karena itu dari SD sampai Kuliah kami selalu bersama.
"itu semua tentangku, apa kau sudah puas diriku yang satu lagi......
Despa".
__ADS_1