Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 3


__ADS_3

Aku membunuh orang tuaku, aku bangun dan hanya mengetahui hal itu tapi entah kenapa aku tidak menangis atau pun menderita sama sekali, hari ini aku akan tinggal di sebuah panti asuhan.Disana aku melihat banyak anak anak yang bernasib sama denganku. Aku menjadi sebuah boneka, tidak ada yang mau bermain denganku.


Temanku hanyalah sebuah Kesunyian, jika aku menutup mataku aku mendengar suara burung, suara tetesan air, dan suara tawakan anak kecil.


1 November 2007, hari ini aku sudah bisa masuk sekolah, dan hari ini juga hari dimana aku pembullyanku dimulai, tiap hari, tiap hari, tiap hari, tiap hari, yang kupunya cuma sebuah luka, tapi aku tidak ingin membuat orang yang dipanti asuhan kerepotan jadi aku membuat senyuman palsu saat pulang sekolah.


"Menjijikkan, menjijikkan, menjijikkan, menjijikkan, menjijikkan, menjijikkan, menjijikkan" didalam batinku saat aku tersenyum palsu


"hueeekk....ha..ha..besok aku harus membuat senyuman seperti apa?.... merepotkan" aku bercermin dengan muka yang pucat


***


***


***


Buat apa aku terlahir?....hari ini disekolah aku diberi tugas yaitu saat dewasa aku ingin menjadi apa?....haaa...aku tidak mempedulikan nya... keberadaanku cuma kepalsuan, palsu tidak butuh sebuah impian.


5 November 2007, pembullyanku semakin memburuk, dan saat itu aku mengadu kepada guru, dan mereka dimarahi habis habisan oleh guru dengan ini pembullyanku akan berakhir....kupikir begitu tapi mereka tidak berhenti sama sekali, benar benar bodoh kali aku, aku lupa kalo mereka cuma sampah, mana mungkin mau berhenti hahahaha...


Setelah pulang sekolah aku diajak mereka ke dalam hutan, disana aku hanya dipukulin oleh mereka sepertinya mereka marah aku ngadu sama guru.


"boneka sepertimu jangan sok sokan"


"Ragil sepertinya kau harus diberi pelajaran"


"boneka seperti mu kenapa bisa hidup?"


"bener bener kenapa ya aku hidup?.. merepotkan" jawabku dalam hati


Mereka melampiaskan semua kemarahan mereka kepadaku, tapi aku tidak merasakan apa pun, berteriak, menangis, aku tidak merasakan apa apa, seperti boneka tanpa perasaan.


"Woyyy.... Hentikan..!!"Suara perempuan


Disana aku pertama kalinya bertemu dengan Anisa.


"Hentikan...nanti kubilang guru kalian"Anisa mengacam mereka


"Eh...bukan, bukan kami cuma main main ajanya?"mereka ketakutan


"main main?, benarkah?, kalo gitu enggak papa"Anisa pergi dari situ


Tapi mereka adalah sampah, mana mungkin mereka membiarkan Anisa pergi, mereka mencoba menyerang Anisa dari belakang.


"Woy awas!!" aku secara spontan mengatakan nya


Anisa sadar dan mengelaknya.

__ADS_1


"Sial kenapa kau kasih tau, dasar boneka sialan" dengan menginjak perutku


Anisa menyerang balik mereka, mereka kalah telak karena Anisa belajar bela diri.


"terima kasih sudah menyelamatkan ku tadi"Anisa tersenyum


"itu kata kataku harusnya, kenapa kau menyelamatkanku?"tanyaku


"ntah.."Anisa tersenyum


Tiba tiba Hatiku sangat sakit padahal selama ini aku tidak merasakan apa apa, dan entah kenapa aku menangis.


"loh kenapa menangis kau, apa aku mengucapkan sesuatu yang aneh"Anisa Kebingungan


"aku tidak tau...kenapa aku menangis ya?"aku menangis terus menerus.


aku mengingat semuanya, kenapa aku membunuh orang tuaku?, semuanya aku mengingat nya, dan aku mungkin sedang jatuh cinta sama Anisa, aku ingin terus bersamanya.


7 November 2007, hari ini aku harus mengumpulkan tugasku yang diberikan, dan aku sadar bahwa selama ini, aku sudah mendapatkan jawabanku, aku tertawa


didalam kelas


"selanjutnya Ragil bacakan apa impianmu jika kau besar"guru bertanya


Aku berdiri dan tersenyum.


*


*


*


*


*


ingin menjadi boneka"


Satu kelas terkejut dengan jawabanku dan aku terus tersenyum sepanjang pelajaran, dan pelajaran pun selesai, Aku memanggil mereka yang selalu membullyku.


*


*


*


Aku tertawa

__ADS_1


"apa yang kau tertawakan dasar boneka"


"dasar monster"


"aku, sekarang sangat sangat berterima kasih sama kalian"ucap ku sambil tersenyum


"hah!"mereka bingung


"karena kalian aku dapat mengingat semuanya,aku,aku,aku...... membunuh orang tuaku sendiri"aku tersenyum


"apa yang kau bilang?"tanya mereka sambil menggigil ketakutan


"aku sangat sangat sangat senang sekali"ucapku


"sebagai gantinya aku akan membunuh kalian semua ya, tenang aja aku sudah terbiasa nya, membunuh sampah kayak kalian aku sudah terbiasa"aku tersenyum


Aku mengambil pisau di kantongku, mereka ketakutan sambil berlari lari, dan aku mengejar mereka sambil tersenyum dan tertawa


"hari ini kita main kejar-kejaran ya, aku yang jaga ya, kalian yang lari"ucapku sambil tersenyum


"mo...monster"


"sreeekkk"


aku tersenyum


"mama, papa, selamat kan aku"


"sreeekkk"


aku tersenyum


"akkhhh...., tolong jangan bunuh aku"


"sreeekkk"


aku tersenyum


"aku tidak salah apa apa, jadi tolong jangan bunuh aku"


"sreeekkk"


aku tertawa


Aku membunuh mereka satu per satu dan hutan itu menjadi hutan merah yang sangat indah.


"menjijikan sekali.."

__ADS_1


__ADS_2