Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 32


__ADS_3

Pahlawan sudah menyerah, kalo gitu siapa yang akan menyelamatkan dunia ini.


[Dunia?, Kau pikir aku peduli dengan dunia!]


[**Dunia ini, tidak layak untuk di selamatkan!]


[Kalo gitu, buat apa aku di dunia ini**]


Jiwaku sekarang ada dimana?, aku pun tidak tau, Semi terus membunuhku dan membuatku merasakan rasa sakit di neraka.


Hana, Despa, Rasya, dan Anisa, mereka sudah tidak ada, seseorang yang ingin kulindungi sudah tidak ada.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Aku sekarang tak sadar kan diri.


"Ragil tolong selamatkan aku" suara yang ada di kepalaku.


"Siapa kau?"tanyaku dalam hati.


"Ragil kumohon selamat kan aku" suara yang terus kudengar di dalam kepalaku.


"siapa kau?, aku minta maaf, aku yang sekarang tidak bisa menyelamatkan siapapun"ucapku dalam hati membalas kata kata nya.


-B-


-A-


-N-


-G-


-U-


-N-


-L-


-A-


-H-


"wuaaa...!!!"aku terbangun tiba tiba.


Aku terbangun di suatu tempat yang seperti ruangan kastil raja iblis.


"Aku melihat sekitarku, sepertinya aku pernah kesini, ini adalah tempat dimana wanita itu tinggal"Guman ku dalam pikiranku


"Kalo gitu, wanita itu juga ada disini"ucapku menoleh kebelakang.


Di situ aku melihat wanita menyeramkan waktu itu lagi, dan buluh kuduk berdiri.


*Dug..Dug..Dug..


Jantungku berdetak sangat kencang, seperti mau hancur saja, nafasku sangat tidak beraturan. Keberadaan wanita itu.....


Tidak Diketahui!...


"Ah~, Ragil apa kau datang untuk menemui ku"ucap wanita itu dengan sangat vulgar.


"aarrgghh...aarrgghh..."suara serak


"eh!, aku tidak bisa mengucapkan apa pun, apa ini ketakutan sejati"ucapku dalam benakku.


"Sepertinya jiwamu sudah hancur"ucap wanita itu tersenyum.


*Duk..Tuk..Tuk..Tuk..


Wanita berjalan menujuku, dan memegang dadaku.


"[Lion Heart]"


Wanita itu mengucapkan mantra ke tubuhku dan tiba tiba aku merasa sedikit tenang, aku mencoba berbicara tapi sepertinya masih susah, karena luka mental yang terlalu besar.


Setelah beberapa jam akhirnya aku bisa berbicara dengan normal lagi.


"Yosh dengan gini kau sudah bisa berbicara dengan normal lagi, kesatria ku"ucap wanita.


Sepertinya dia cuma bermaksud baik padaku tapi aku tidak boleh lengah, karena aura yang dia keluarkan tidak salah lagi itu adalah aura seorang yang sudah membunuh jutaan nyawa.

__ADS_1


"boleh aku ingin bertanya"ucapku


"Bolehloh, tanyakanlah apa yang kau mau"ucap wanita itu dengan santai.


"Pertama, ini dimana sebenarnya?"pertanyaan pertama ku


"Disini demensi ruang yang kubuat sendiri, aku mengambil jiwamu kesini dan menaruhnya di tubuh palsu yang kau pakai sekarang, tubuh aslimu sekarang masih berada di dunia itu di siksa sama perempuan Bangs*t itu"ucapnya yang tersenyum tapi entah kenapa aku merasa nafsu membunuh.


"Jadi gitu, intinya kau menyelamatkanku, aku mengucapkan terima kasih untuk mu"ucapku


Wanita cuma mengangguk kepalanya.


"apa lagi yang ingin kau tanyakan?"ucap wanita itu.


"Kalo gitu, kenapa kau menyelamatkanku?"tanyaku yang sedikit gugup menanyakan nya.


"itu karena kau terlalu MENYEDIHKAN, padahal aku menaruh harapan kepadamu"ucap manusia itu dengan santai.


Aku sedikit kesal dengan kata-katanya.


"Kau! jangan bicara seperti kau tau tentangku wanita sialan!, memangnya apa yang kau tau?, kau pikir sudah berapa kali aku menderita?, hah!!, apa kau tau rasanya kehilangan semuanya dengan sekejap mata, orang yang berharga, teman, harapan, kenangan, orang yang kucintai orang yang ingin ku selamatkan, semuanya hilang dengan gampangnya, aku? hidupku, sudah tidak ada artinya lagi!!!"ucapku membentak wanita itu dengan melampiaskan semua nya kepadanya....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Aku benar benar yang terburuk.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Kau belom kehilangan semuanya"ucap wanita itu.


"apa kau mengejekku, dengarkan, mata dan jiwaku yang busuk, menjijikkan ini tidak ada..., tidak ada yang berubah sama sekali,... ahahahahahaha..."aku sudah menjadi gila.


"DIAMLAH dan dengarkan aku!"


-D!


--O!


---O!


-----M!


Tubuhku dan mulutku tidak bisa bergerak.


"apa kau sudah tenang, maka kau sudah bisa bebas"ucap wanita itu yang sepertinya kesal.


Aku tidak bisa bergerak kalau belom tenang, seperti dia sangat menyeramkan, tapi kenapa dia sangat marah.


"jadi apa maksudmu!"


"[Ragil tolong selamatkan aku]"


Aku terkejut.


"Siapa kau!!"teriakku


"Lagi, aku mendengar suara aneh itu lagi"Gumanku dalam benakku.


"Woy, apakah ini maksudmu?"tanyaku


"tepat sekali!"ucapnya tersenyum.


"Ragil, kau masih memiliki tugas dan itu adalah suara perempuan yang terus memanggilmu, dia adalah seseorang yang sangat berharga bagimu, seorang gadis yang baik, pemalu, ceroboh dan sulit untuk bergaul, dia mudah sekali kesepian, jadi kau harus menyelamatkan nya"ucap nya dengan senyuman lembut


Kriteria wanita yang di bilang wanita itu membuatku mengingat seorang yang sangat mirip dengan itu, dadaku tiba tiba sakit kali, air mataku mulai menetes.


"Masih ada, masih...ada, orang yang sangat sangat berharga bagiku, kenapa aku bisa melupakannya, kau memang benar dia adalah gadis yang pemalu, ceroboh, kalo tidak aku dia tidak bisa apa apa, jadi aku harus menyelamatkan nya dan namanya adalah.....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


Anisa!.


Yang sekarang dia masih berada di duniaku yang sebenarnya, kalo gitu tubuhku sepertinya baik baik saja. Kalo gitu, selanjutnya hanya perlu mencari cara untuk bangun.


"Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh..........."aku menangis seperti anak kecil.


Wanita itu memelukku yang sedang menangis dan menenangkan ku, aku merasakan kehangatan yang aneh darinya, entah kenapa itu sangat nostalgia.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Haaaa....huuuuu"aku menarik nafas dan membuangnya.


"Nee, bolehkah aku meminta sesuatu darimu"ucapku


"Aku tau, tapi aku tidak bisa meminjamkan kekuatanku lagi kepadamu"ucap nya


"kalo gitu aku harus bagaimana"ucapku kebingungan.


"tenang aja aku punya cara"


*ctek


"ini..!"aku terkejut.


Kami berpindah tempat dalam sekejap saat dia menjentikkan jari nya. Kami sekarang berada di tempat yang sama saat Hana dan Despa menyelamatkan, yaitu di dalam pikiranku sendiri.


"Kesinilah"ucapnya


Aku menuruti nya.


Kami pergi menuju pohon besar yang ada di pikiran ku, disitu kami di depan pintu Dangeon yang kami temukan waktu itu.


"Dangeon ini terbuat karena kau terlalu mengagumi seorang pahlawan, tapi karena itu Dangeon yang aturan palsu menjadi nyata, Dangeon ini terdapat 100 lantai menuju ke atas, dan seperti Dangeon biasa di setiap lantai akan ada penjaga nya atau bisa di sebut monster, tujuanmu adalah menuju lantai paling atas dan mengambil [Harta Suci Rakna], jadi berjuang lah, aku akan mendukung mu dari luar, kalo kau mati semuanya akan jadi sia sia, jadi berjuang lah agar tidak mati"ucap wanita itu tersenyum.


Saat itu aku mengeluh kepadanya, tapi dia malah secara paksa mendorongku masuk Dangeon ini, pintu Dangeon tertutup tiba tiba setelah aku masuk dan tidak bisa di buka lagi.


Dia hanya memberiku pedang kecil untuk bertahan hidup dan seperti nya disini aku tidak bisa lapar, haus, serta mengantuk.


"Sial disini gelap sekali, tidak ada penerangan sama sekali, kalo aja aku bawa hp-"


*Tek!..


Aku merasakan keberadaan seseorang, enggak, mungkin itu bukan orang. Itu adalah seokor serigala buas.


*GRRRRR......


Serigala itu bersiap siap menyerangku.


*GROOORRR!!..


Serigala itu menyerangku, aku mengelaknya tapi aku tergores cakarnya.


"Huuu....ini cuma goresan biasa jadi tidak terlalu sa--.....SAAAKIIIITTTT!!"Aku langsung berteriak.


"apa ini?, kenapa sangat sakit sekali!!"Gumanku dalam hati yang kebingungan


Aku melihat bekas goresan, ternyata aku terkena racun.


"Sial baru mulai udah langsung mau mati, aku harus kayak mana"Gumanku


*Grrrr!!...


Serigala Bangs*t itu mencoba menyerangku lagi.


*Duk..Duk..Duk..


Serigala itu berlari dan ingin membunuhku, aku ketakutan tidak bisa bergerak.


Terus saat aku memejamkan mataku, aku melihat sesuatu yang bersinar.


"Inikan!!"


*Groorrr!!..


SREEEKK!!!...


Aku membunuh serigala itu dengan mudah.


dan sesuatu dalam hatiku bersinar, aku tau kalau itu adalah tempat yang ditusuk Hana saat kami berada disini, itu membuatku jadi tenang.


"Makasih Hana, kau mau dimana aku berada kau selalu melindungi ku"Guman dalam Hatiku.


Mataku berubah jadi mata seorang pejuang yang memiliki tatapan tajam.

__ADS_1


"Aku akan menghancurkan Dangeon Bangs*t ini!!"


Ucapku yang tiba tiba menikmati situasi ini.


__ADS_2