
"Jadi Ragil, apa yang akan kau lakukan"Tanya Widia.
"Berkat informasi yang kudapatkan, aku ingin melanjutkan rencana ini ke fase selanjutnya, demi itu aku membutuhkanmu"Jawabku
"Apa yang ingin kau inginkan dariku?"Ucap Widia memelototiku.
"Sepertinya aku dibenci, baiklah pertama aku ingin kau....Menangkap Anisa"Ucapku.
"Kalo soal itu gampang, memang apa yang ingin kau lakukan"Ucapku.
"Itu rahasia"Ucapku tersemyum.
"Cih!"Ucap Widia yang kesal.
"Aku mengandalkan mu loh Anak Mafia...Widia"Ucapku.
Setelah itu aku menjelaskan peran peran mereka masing masing dan mereka dengan mudah mengikuti perintahku.
"Nona apa anda yakin bisa mempercayai orang itu?"Tanya anak buah Widia.
"Apa boleh buat, kalo kita melanggar perintahnya bisa bisa kita dibunuh, dia adalah Iblis dengan wajah manusia yang dapat menghancurkan grub kita hanya dalam satu malam"Ucap Widia
*Keesokan harinya~
Aku seperti biasa berangkat pergi kuliah dan bertingkah seperti biasa.Sekarang aku sudah pulang kerumah, dan sepertinya mereka sudah memulai rencanaku.
[Ragil, bagaimana kalo rencana ini gagal]Ucap Lizis.
[Saat itu semua yang sudah kubangun cuma akan hancur saja]Ucapku.
"Baiklah sudah waktunya mereka bergerak, aku harap semuanya berjalan lancar"Gumanku.
*Drrrttttt...Drrrttttt...
Suara HP-ku yang sepertinya ada telponan dan itu dari Widia.
Aku mengangkat teleponnya.
"Jadi apakah semuanya berjalan lancar?"tanyaku.
[Anisa berhasil diculik, tapi...]Ucap Widia yang sedikit aneh.
"Apa? tapi apa?..."Tanyaku yang sedikit khawatir.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
---\=\=\=---
---\=\=\=---
[Dia tidak diculik oleh kelompok kami]
Sial, kenapa disini pihak ketiga keluar Bangs*t!, siapa mereka?....
"Baiklah aku akan kesana"Ucapku langsung pergi kerumah Widia untuk mengetahui ditailnya.
Aku kesana dengan kecepatan, rumah Widia berada di hotel besar.
*Ting..Tong...
Aku membunyikan bel rumah Widia.
[Masuklah]Ucap Widia
Aku memasuki rumahnya.
"Jadi bisa kau jelaskan apa yang terjadi!?"Tanyaku dengan wajah murung.
"Saat itu aku memerintahkan bawahanku untuk mengawasi Anisa dan menculiknya, tapi sebelum kami culik dia sudah diculik orang lain dan mau kami kejar Meraka menggunakan mobil"Ucap Widia
"Sial!! F*ck!!, Baiklah pertama apa kalian tau siapa yang menculik Anisa dan motif mereka?"Tanyaku.
"Yang menculik mereka adalah kelompok Mafia dari daerah sebelah yaitu Klan Daba, dan motif mereka kupikir adalah merebut wilayah kami dengan mennyandera Anisa, tapi mereka hanya kumpulan orang biadap yang hobinya cuma membunuh dan memperkosa, aku tidak yakin Anisa selamat "Ucap Widia.
"Mungkin mereka berpikir aku dan Anisa adalah teman"Jawab Anisa.
Sial!, semua rencanaku gagal, aku jadi khawatir sama Anisa, dia adalah orang yang memiliki keadilan tinggi dan polos, aku tidak ingin melibatkan dia dengan perang antar Mafia.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang Ragil?"Tanya Widia.
"Kau benar mereka benar benar membuatku marah!!, Aku akan Menghancurkan mereka!!"Ucapku dengan marah.
Aku ketakutan melihatku yang dipenuhi nafsu membunuh yang luar biasa mengerikan.
"Widia bisa kau cari informasi tentang mereka?, kita tidak tau dimana Anisa disembunyikan"Ucapku.
"Baikla--"
*Kringgggg.....Kringgggg.....
Tiba tiba suara telepon Widia berbunyi.
Widia mengangkat telponnya tanpa ragu.
__ADS_1
"Siapa kau?"Tanya Widia yang lagi telponan.
[Yo, anak Mafia dari klan Izakura, kami dari klan Daba]
"Apa yang kau inginkan?"Tanya Widia lagi.
[Aku akan langsung ke intinya, aku ingin klan kalian berdamai dengan klan kami, dan jangan mencoba melawan karena temanmu ada bersama kami, kami akan melepaskan temanmu kalau kau ingin berdamai dengan kami..., pikirkanlah....kami menunggu jawaban terbaikmu jika kau memikirkan nasib temanmu] Ucapnya langsung menutub teleponnya.
*Cling!...
"Apa itu?"
"Mereka mengasih tau tempat pernjanjian perdamaian kita"Ucap Widia
"Baiklah kita akan berdamai dengan mereka"Ucapku.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Disuatu tempat yaitu markas klan Daba.
"ah~ Ahn~, tolong hentikan aku gk kuat ahn~Aku mohon padamu"Suara perempuan menjerit.
"Ahahahahahahaha.....Menjeritlah sesukamu dasar wanita kurang ajar,...ahahahahahaha....ini menyenangkan, aku udah gk sabar menggunakan barang selanjutnya..."Teriak suara laki laki yaitu pemimpin klan Daba yang kesenangan menyiksa.
"Aaaahhhh, aku mohon aku udah gk kuat"Tangis perempuan itu.
"Hmph!, membosankan!"
*DORR!...Crack!...
Suara tembakan dan suara kepala yang pecah. Pemimpin klan Daba membunuh perempuan itu.
Sekarang Anisa berada disebelah ruangan itu dan mendengar semua yang dilakukan pemimpin klan Daba, tubuh Anisa gemetaran ketakutan dan menangis ketakutan.
"Ragil, tolong aku!".
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
---\=\=\=---
"Bertahanlah sedikit lagi Nisa, aku sekarang akan pergi menolongmu".