
Aku bermimpi, aku bermimpi seorang anak yang dibunuh oleh iblis dan anak itu sudah berkali kali meminta tolong kepada orang lain tapi tidak ada yang menolong, semuanya mengabaikan anak itu yang dibunuh iblis.
"kenapa aku sendirian disini, dimana aku?"tanyaku
aku melihat sekitarku penuh dengan mayat.Aku sangat takut kali.
"akkhhhh....tolong aku, siapapun tolong aku, tolong selamatkan aku"ucapku dengan ketakutan
Aku melihat Anisa didepanku, aku memanggilnya.
"Anisa tolong selamatkan aku"aku ketakutan memohon nya
***
"eh,buat apa? bukannya kau yang membunuhnya coba lihat wajahmu sendiri, kau tidak pantas untuk diselamatkan"
Tiba tiba di depanku ada sebuah cermin besar disitu aku melihat diriku yang memegang pisau dan......
*
*
tersenyum
"Kringgggggg.......!!"suara alarm
"woy Ragil, cepet bangun saatnya sekolah"ucap Anisa
Aku dengan cepat membuka mataku.
"haa..haa..,ternyata cuma mimpi!"ucapku dengan wajah pucat
"kenapa kau?, apa kau mimpi buruk"ucap Anisa
Aku tidak menjawabnya, tapi aku menanyakan sesuatu kepadanya.
"Anisa apa kau akan meninggalkan ku"ucapku
"kenapa kau?, menjijikkan"ucap Anisa
"cepet ganti bajumu dan sarapan"Anisa Menganti topik pembicaraan
"baik"jawab ku
**
**
**
**
__ADS_1
kami di perjalanan menuju sekolah dan tentu saja bersama sama.
"Anisa katamu aku kehilangan keluargaku pas aku waktu kecil, jadi pas itu aku tinggal dimana?"tanyaku
"kau lupa juga, dulu kau pernah tinggal di panti asuhan tapi... enggak jadilah"ucap Anisa yang menyembunyikan sesuatu
"tapi apa?...woy Anisa tapi apa"aku terus bertanya
Tapi dia malah lari duluan.
Oke biarlah, sekarang aku tidak memikirkan itu dulu, aku harus tampil bergaya karna aku sangat populer di sekolah.
"selamat pagi semuanya"aku menyapa semua orang di sekolah
Tapi entah kenapa semua pada menjauhi ku, kenapa ya?.Apa mungkin aku terlalu keren dan mereka takut mendekati ku?, tapi kalian tenang aja aku enggak sombong nya hehe.....gumanku dalam hati.
***
***
***
***
Aku masuk kelas tapi sepertinya semuanya malu mendekatiku.Aku duduk di kursiku tapi dimejaku banyak kali sampah, dan ada juga boneka rusak disitu tapi aku berusaha untuk mengabaikannya, sepertinya aku sangat dibenci bukan disukai.....tenang aja aku tidak boleh panik..tenang, tenang aja, paleng cuma laki laki disekolah yang iri sama kepopuleran ku. Tapi saat aku jam istirahat sepertinya aku jadi bahan pembicaraan orang kelas, sepertinya aku benar benar populer.Di pelajaran selanjutnya aku dikagetkan, bukan salah liat kayaknya guru kami adalah pak Sumedi.
"pak Sumedi!.."teriak aku dikelas saat jam pelajaran
"hehehe....itu terlalu gampang"dengan nada sombong
"hoo..tumben kau tau"ucap pak Medi
Kau pikir udah berapa lama aku belajar sama Mak Lampir (Anisa) pertanyaan seperti ini terlalu gampang, gumanku dalam hati.
"ctek..Tek..Tek..ctek.."aku sedang menjawab pertanyaan mengunakan kapur.
"be..benar"suara pak Medi yang enggak percaya
Saat itu satu kelas sangat terkejut.
Pelajaran selesai dan saatnya pulang sekolah.Aku dipanggil oleh teman kelasku sendiri ke belakang sekolah.
"jangan sok sokan kau, boneka baj*ngan"ucapnya dengan kesal
"woy Ragil kau sudah keterlaluan"jawab nya sambil mendorong ku
"berikan semua uangmu, dengan itu aku akan memaafkan mu"ucapnya
Sepertinya aku salah paham selama ini, boneka? entah kenapa kata itu sangat berbekas di hatiku, dan membuatkan mengingat sesuatu selama ini aku selalu di benci, selama ini aku tidak tau apa apa, bener bener sangat kesal dan merepotkan.
"woy dengarnya kau"ucap sambil menarik kerah bajuku
__ADS_1
Aku memegang tangan nya dengan kuat
"berisik, bisa minggir"ucapku dengan nada marah
"hah, apa yang kau bilang"ucapnya
"haaa... merepotkan"menghela nafas
"kretek..!"aku mematahkan tangannya
"aaakkkkkkhhhhhhh.....!!"
Setelah itu semuanya pada minggir aku pun langsung pergi mencari Anisa.
"wooy Anisa bisa kau ajak aku ke panti asuhanku dulu"ucapku
"enggak mau, cari sendiri"ucap Anisa
"tolong beritahu aku dimana panti asuhan ku dan semua masa laluku, aku enggak mau tidak tau apa apa, aku sangat takut"aku sangat serius
Aku tidak mengetahui apa apa, aku harus mencari tau tentang orang diriku, mana tau aku mendapatkan petunjuk untuk keluar dari dunia ini apa ini dunia nyata atau bukan.
"baiklah aku akan memberi tau semuanya tentangmu yang ku tau"ucap Anisa
Kami pergi kesuatu tempat, sepertinya dia mengajakku ke panti asuhan ku dulu.Tapi yang aku lihat bukanlah sebuah panti asuhan melainkan sebuah rumah kosong yang menyeramkan.
" apa ini?, tidak ada yang ngasih tau aku kalo ada ini?, kenapa jadi gini?, woy Anisa jawab aku"mukaku sangat pucat dan tubuhku gemetaran.
"di dalam panti asuhan ini, dulu ada sebuah insiden dimana semua orang dan anak anak yang ada didalam terbunuh"jawab Anisa
Aku mengingat mimpiku tadi malam.
"apa katamu?, jadi kenapa aku tidak terbunuh"tanyaku
"itu karna kau sudah pindah sebelum insiden nya"jawab Anisa
Saat itu aku jatuh kedalam keputusasaan, tapi tiba tiba aku mencium bau darah di dalam dan langsung masuk.
"Anisa kau diluar aja"ucapku yang berlari masuk ke dalam rumah itu
"woy"ucap Anisa
Disana aku melihat seseorang yang membunuh, orang itu berlumuran darah, dia melihat ke arahku dan mengucapkan sesuatu sambil tersenyum.
*
*
*
*
__ADS_1
"Hibur Aku!".