Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 14


__ADS_3

Aku apa ya?..ini sangat tidak adil!!.. kenapa aku terus kehilangan! kehilangan!! kehilangan!!!...sudah cukupkan?..mau kehilangan apa lagi aku?.


***


Aku harus bagaimana?...


Didalam ruangan..


"kita akan memainkan game 'Selamatkan Putri' peraturannya sangat gampang kalian akan di pisah menjadi 2 tim, sekarang kita ada 9 orang, 1 tim 4 orang, satu tim adalah penjahat dan satu timnya lagi pahlawan dan putri, kalian akan berlomba untuk mendapatkan putri, tugas pahlawan adalah membunuh penjahat dan tugas penjahat adalah membunuh putri karena itu palahwan harus membunuh penjahat agar sang putri selamat apa kalian mengerti?"Ucap Despa


"Maksudmu kami harus saling membunuh!!"teriakku


"benar!, apa ada pertanyaan lagi"jawab Despa


"kenapa 9 orang bukannya kami 8 orang"tanya Radit


"soalnya aku juga akan ikut"


Kami semuanya terkejut.


"tentu semua kekuatanku akan kuhilangkan"ucap Despa


Aku curiga dengan kata kata Despa, dia terlalu memiliki banyak misteri..


Kami memutuskan tim mana yang akan kami masukan dengan undian.


**


**


**


Aku tidak harus berbuat apa?, padahal aku cuma ingin hidup dengan kedamaian terus kenapa aku harus membunuh kedamaian itu sendiri..


Tim pahlawan:Semi, Radit, Yaya, dan Ivan


Tim Penjahat:Ragil, Hana, Despa, dan Rasya


Putri:Anisa


"Ayo kita mulai gamenya..!"ucap Despa


Panggung gamenya ada di sebuah istana dan putrinya ada di lantai paling atas, setiap lantai di jaga sama palahwan, dan setiap orang akan mendapatkan kekuatan misterius yang diberi oleh Despa, waktu gamenya hanya 4 hari.


"woy kalian benar benar akan main game ini yang kita lakukan adalah pembunuhan!!"teriak Radit.


"kamipun enggak mau, tapi tidak ada pilihan lain"jawab Yaya


Tim palahwan sepertinya sedang bertengkar sampai akhirnya mereka berjaga di lantai mereka masing masing.


***


***


***


***

__ADS_1


"Huu...aku sudah tidak sabar..!!, bagaimana caranya kita membunuh mereka ya"ucap Despa yang senang dengan situasi ini


"woy kau sudah gila ya"teriak Rasya menarik kerah baju Despa


"neee...kenapa kau menarik kerah bajuku, kita sedang memainkan game sudah jelas kita harus menikmatinya"ucap Despa


"kau jangan main main, kau sudah membunuh semua temanku, jangan pikir aku akan menolongmu"teriak marah Rasya


"kalo gitu kau juga ikut mati aja, gampangkan"Despa mengeluarkan pisau dan menusuk tubuh Rasya


**


**


**


**


"sreeekk..."


"heee...kenapa kau?"ucap Despa


Aku memegang bilah pisau Despa yang ingin menusuk Rasya dengan tangan.


"Aku tidak tau, entah kenapa aku sudah peduli dengan semua ini"Jawabku


"hehehe.. ahahahahahha...Ragil kau benar-benar menarik"ucap Despa tertawa


Setelah itu aku di sembuhkan oleh Hana karena itu kekuatannya.Besok 2 Agustus 2018 kami harus pergi membunuh palahwan di lantai satu.


***


"dengar, setiap palahwan selalu berada di posisi yang menguntungkan"ucap Despa


Sepertinya tempat Lala adalah ruangan kosong.


"tapi tidak ada apa apa disini" Rasya bingung


Kami melihat Yaya berdiri di depan kami.


"nee...Yaya apa kau bisa melepaskan kami, kita tidak punya alasan untuk bertarung"Hana membujuk Yaya


"kau tidak punya tapi aku punya, Aku harus keluar dari sini secepatnya"Yaya sangat putus asa


"jadi maukah kalian mati untukku"


Yaya mengeluarkan sebuah senjata api dan mulai menembaki kami.


"Sialan..!!"Rasya langsung menyuruh kami di dekatnya sepertinya kekuatannya adalah perisai.


**


**


"ahahahahahahahahahhaha...mati!! mati!! mati!! jika kalian mati aku bisa keluar dan aku bisa menyelamatkan adikku ahahahahahha..."Teriak Yaya yang menembak kami terus menerus.


Kami cuma bisa bersembunyi terus menerus.

__ADS_1


"Dia pasti harus membuat peluru lagi saat pelurunya habis, jadi saat itu Despa kau yang membunuh Yaya"ucap Rasya yang sudah tidak kuat menahannya.


"hehe...baiklah aku akan membunuhnya"jawab Despa tersenyum


"tapi...Rasya dia adalah teman kita"ucap Hana


"Aku tau, tapi dia sudah bukan manusia lagi"jawab Rasya


Hana hanya bisa diam dan situasinya semakin parah.


Setelah sekian lama, Yaya berhenti menembak. Rasyapun melepaskan perisainya..tapi itu cuma tipuan yang dibuat Yaya, kami tidak tau kalau peluru Yaya tidak terbatas.Kami sangat panik..


"dengan ini kalian semua mati!!"Yaya tersenyum


Tapi saat itu juga aku....


**


**


**


**


**


**


**


Membunuh Yaya!.


Yaya terjatuh pingsan karena tusukanku dan aku juga terkena tembakan Yaya saat aku ingin membunuhnya.


"apa aku sudah salah, aku cuma ingin menyelamatkan adikku saja...!"ucap Yaya yang sekarat


Dan akhirnya dia mati.


"Ragil?"Rasya terkejut


"Ragil apa kau tidak papa?"ucap Hana


"Ragil boleh aku bertanya sesuatu, kekuatanmu apa..?"tanya Despa


"Kekuatanku adalah.....


**


**


**


**


**


**

__ADS_1


**


Keberanian!!".


__ADS_2