Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 17


__ADS_3

Radit membuat Golem dan memerintahnya untuk membunuh kami, tapi entah kenapa aku tidak takut sama sekali.


 


"ahahahahahaha.....dengan ini kalian mati, kalo kalian mati itu bukan salahku, semuanya salah kalian sendiri"ucap Radit tertawa


"tapi kalo kalian menang aku akan melepaskan Hana dan Rasya, aku berjanji"ucap Radit


\=\=\=\=\=\=\-\-\-\-\-\-\=\=\=\=\=\=


"cih...gimana cara ngehancurkan benda besar ini?"ucapku


"kita hanya perlu menyerangnya terus menerus pasti bisa"ucap Despa


"Memang, tapi kita kalah jumlah mereka lima dan kita cuma dua orang"ucapku


"Lagian senjata kita cuma pisau dan pistol yang kita perlukan bom granet sekarang"ucapku


"bukannya gini lebih menarik, apa kau takut?"ucap Despa


"mana mungkinlah, apa kau lupa kekuatanku"ucapku


"kalian akan mati disini, aku mending masuk kedalam untuk bermain sama mereka"Radit pergi membawa Hana dan Rasya.


"Kalian tunggu saja akan kuhancurkan semua yang ada di hadapanku ini, terus menjemput kalian!!"teriakku


Mereka tersenyum.


\\*


\\*


\\*


\\*


\\*


\\*


Golem itu bergerak ke arah kami, aku langsung mengambil kuda kuda dengan menggunakan pisau dan pistol, saat Golem itu menyerang kami, aku langsung lari untuk menghindar dan menembakinya dengan pistol tapi tidak mempan sama sekali.


"woy Ragil coba kau serang menggunakan pisau,"ucap Despa sambil berlari


Aku membuang pistol ku dan menggunakan pisau, dan menyerang Golem itu lagi!, lagi!! lagi!! dan lagi! tapi tetap tidak mempan.


"woy gimana ini?, sialan"ucapku


Despa juga terus menyerangnya tapi tetap tidak mempan, kami mulai kehabisan stamina.


Aku mencoba menyerangnya lagi, sekarang aku menyerang bagian kakinya.


"Bangs\*t!! dengan ini tumbanglah!!"aku menusuk kaki nya


"sruuuuukkss...!!"


Golem itu marah dan menedangku dengan kuat menggunakan kakinya.


"aaaarrrrkkk......"aku terhempas


aku mencoba bergerak lagi.


"sial perut sakit kali"dalam hati


"buuuumm....!!"suara ledakan


Aku terkejut dan bingung melihat Golem yang setelah kuserang tadi meledak tiba tiba.Sepertinya Despa menyadari sesuatu.


"Ragil bisa kau kesini sebentar!!"ucap Despa


"apa, cepet katakan kita tidak punya banyak waktu"ucapku

__ADS_1


"apa kau lihat benda yang berpindah pindah di tubuh Golem itu, aku yakin itu titik lemahnya, kita hanya perlu menyerang bagian itu aja!"ucap Despa


"heh, kalo gitu ini akan jadi lebih mudah dari yang kuduga"ucapku sambil tersenyum


Kami terus terus menyerang bagian yang selalu berpindah pindah itu, dan satu persatu Golem itu meledak sehingga sisa satu.


"tinggal satu ini, kita hancurkan semuanya, selesai"aku lompat mencari titik lemah golemnya dan itu ada di kepalanya.


Golem itu berhenti tiba tiba, aku melompat lompat mencari celahnya, tapi tetap tidak menemukannya, terus Golem itu bergerak aku menemukan celahnya dan menyerangnya tapi Golem itu membaca gerakanku dan mau memukul ku dengan tangannya.


Sialan, dia membacanya. Karena pukulan pertama tadi perutku masih sakit kalo terkena lagi aku bisa mati, gimana ini, Bangs\*t apa ini akhirku!!.....


Aku memejamkan mataku.tapi..


"Ssssrrruuuuukkkss....!!"suara keras


Aku membuka mataku.


"apa aku masih hidup?"ucapku


"yoo...gimana rasanya berhadapan dengan kematian!!"Despa tersenyum


"itu sangat buruk kali"


"sekarang cepet selamatkan mereka, aku ingin menyelidiki daerah ini"ucap Despa


"baiklah"


Aku sangat terkejut karena cuma aku yang terluka parah.Despa baik baik saja...


Semua Golem sudah dihancurkan, aku langsung berlari mencari Radit. Dia ada duduk di sebuah singgasana.


"woy...sesuai janjimu lepaskan Hana dan Rasya"ucapku


"cih..kau bener bener hidup, membosankan.."ucap Radit


"baiklah sesuai janji akan kulepaskan mereka"ucap Radit tersenyum


Radit menarik mereka yang terikat rantai dari ruang sebelah dan melempar mereka ke arahku.


"Ragil!!?"ucap Hana dan Rasya


"Hana Rasya kalian tidak papa!!"Teriakku


"tenang aja aku tidak papa"ucap ku


\=\=\=\=\-\-\-\-\-\=\=\=\=


"Yaa...kalian akrab kali aku sangat iri kali he, mungkin mereka bagusan jadi mainanku aja"Radit menarik mereka dan membuat Hana dan Rasya kesakitan karena tarikannya.


"aarrhh....".


\=\=\=\-\-\-\=\=\=


"RA...DIT....!!! APA YANG KAU LAKUKAN...!!"aku berteriak kuat sangat marah dan menyerang Radit


"Huahahahahahaha....ini sangat menyenangkan sekali!, tapi jangan menggangguku bersenang senang"Radit mengurungku di sebuah sangkar besi.


"Radit lepaskan aku!!, aku pasti akan membunuhmu bunuh! bunuh!! bunuh!!! bunuh!!!..."Teriakku


"Ragil!!...tolong aku!!..aku... tidak...mau...lagi.. disiksa!!".Hana menangis


"hahahahhahaha....ini bener bener menyenangkan, Ragil kau mati aja"Radit tertawa


"AAARRRRRRKKKKKHHHH......!!!"


Radit menusukku dengan sebuah pedang lagi! lagi!! lagi!!! terus menerus menusukku sampai tubuhku hancur setelah itu membuangku begitu saja.


Harapan Hana dan Rasya sudah hancur, mereka tenggelam dalam keputusasaan.


__ADS_1






Apa aku sudah mati? ditempat ini aku mati?....Gelap, disini sangat gelap..aku tidak mau mati!! siapa saja tolong aku...aku tidak ingin mati!!....


Tiba tiba ada sebuah suara yang kudengar.


"Ragil kau tidak pantas untuk diselamatkan.."


BERISIK..!!


"hahahahahaha...Kau cuma sampah, kau sudah banyak membunuh.. meskipun begitu kau ingin hidup, coba kau lihat tanganmu"


"Pisau?...bukan! bukan!! aku yang bunuh...ini..ini.."Aku ketakutan


"ingin melindungi sesuatu?kau pikir kau bisa?,dasar boneka pembunuh!!"


BERISIK...!!


"aku cuma ingin menolong mereka saja...tapi..aku..tidak memiliki kekuatan sama sekali"aku menangis


"kalo gitu aku akan memberikan mu kekuatan itu....Ragil bunuh semua musuhmu!!"


"aku mengerti!!, bunuh semua musuhku"


\\*


\\*


\\*


\\*


"Ahahahahaha....dia bener bener mati dengan sangat mudah dan sekarang dunia ini milikku"ucap Radit senang sekali


"buukkk...."suara keras


"Haa..bisa diam.."Aku melempar pedang ke arah Radit tapi sengaja ku buat meleset.


Radit dan mereka terkejut melihatku hidup lagi.


"RA..RAGILLL!!"teriak mereka bertiga


"Kenapa kau masih hidup!!"Radit ketakutan


"yaa...akupun tidak tau, mungkin ini sebuah takdir"ucapku mencabut semua pedang yang tertancap padaku dan berjalan menuju Radit.


"enggak mau...jangan dekati aku...mo...monster!!..monster!!"Radit ketakutan dan mau melarikan diri tapi dijegal Rasya terjatuh.


Aku membawa pedang yang tertancap padaku.


"enggak mau..aku tidak ingin mati... berhenti!!...aku adalah tokoh utama tidak mungkin mati.."Radit membuat pistol dan menembakku tapi meleset semua karena rasa takut.


Aku berada di depan Radit...dia sangat takut kali sampai terjatuh... aku melihat matanya dengan tatapan tajam dan haus akan membunuh.


"haaagghh....aku tidak mau mati!!..aku tidak mau mati!!"


Aku tersenyum.


"Radit...aku sudah bersumpah bakal membunuhmu, jadi aku akan memenuhi sumpah itu sekarang"Aku mengambil kuda kuda untuk mengayunkan pedangku agar pas memotong tubuhnya.


"Radit...aku orang nya baik jadi kubunuh kau dengan satu tebasan"


Radit memasang ekspresi ketakutan kali sampai matanya mau keluar.


"dengan ini berakhir sudah"

__ADS_1


"Sreeekk...!!"


 


__ADS_2