Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 19


__ADS_3

*\=\=\=\=----\=\=\=\=*


Sekarang kami berada di lantai tiga istana.Anehnya di sini kami berada di sebuah rawa rawa.


"Ragil kira kira apa kekuatan pahlawan disini" tanya Rasya


"aku tidak tau, tapi itu pasti sesuatu yang berbahaya, tetaplah waspada"jawabku


Kami berkeliling di sekitar rawa rawa itu tapi tetap tidak menemukan pahlawan yang menjaga lantai ini.


"ini sangat aneh, aku tidak merasakan keberadaannya, apa palahwan disini memiliki kekuatan menghilang?, lagian siapa palahwan disini?, apa mungkin Semi?, bukan itu pasti tidak dia, dia bukan orang seperti ini...tapi apapun yang terjadi aku harus melindungi Hana dan Rasya meskipun harus mengorbankan nyawa ku sendiri"Dalam hatiku


Meskipun begitu kami tetap tidak menemukan siapa pun.Kami mulai kebingungan tapi kami harus tetap tenang.


"Ini aneh sekali, kenapa tidak ada siapa pun?, apa rencana dia?, membingungkan kami terus menyerang kami?"Guman Despa kebingungan


Kami tetap waspada dengan keadaan sekitar dan kami memasuki hutan rawa rawa ini sangat dalam.


DOOOM.....!!


Kami di buat terkejut dan ketakutan dengan keadaan kami yang tiba tiba hari menjadi Malam yang gelap, suasananya berubah drastis, tubuh kami di selimuti dengan rasa ketakutan yang luar biasa.


Kresek...Kresek...


"Sesuatu datang, tetap waspada"Ucapku


Kretek...Kretek...


"A-Apa itu!!?"Tanya Rasya


"aakkkhhh....!!"Hana teriak ketakutan


Aku tertawa kecil dengan wajah ketakutan.


"haha, woy..woy apanya yang palahwan?, dilihat dari manapun itu adalah.....


***


***


***


***


MONSTER!!"


Di depan kami adalah seorang makhluk legenda yang terkenal yaitu adalah Manusia Serigala.


Dan satu hal yang kutau, dia adalah Ivan!.

__ADS_1


"Heh..Heh..Heh.. Ma-manusia adalah maka-nan"Ivan sudah kehilangan akal sehatnya dia ngiler sangat kelaparan melihat kami.


"Semua Lari...!!!"


"Roooooaaarrr..!!"


Kami sangat ketakutan, dan memutuskan untuk melarikan diri, aku memegang erat tangan Hana agar bisa berlari cepat.Tapi monster itu mengejar kami dengan kecepatan yang mengerikan.


Duk!!...Duk!!...Duk!!..


Jantung kami terus berdetak kencang dan stamina kami terus berkurang, tapi kami harus terus berlari jika tidak kami akan jadi makan malam monster itu. Meskipun begitu kami tetap terkejar.


"Woy Despa kau punya rencana untuk mengalahkannya"tanyaku yang sudah tidak bisa lari lagi


"ada sih ada, cuman kita tidak punya sesuatu yang terbuat dari perak"jawab Despa ketakutan


"sial jika gini terus kita semua akan mati!!"


"Rauf..Rauf..Rauf"Monster itu melihat kami dengan tatapan tajam yang membuat tubuh kami merinding.


"Bener bener nafsu membunuh yang mengerikan"Ucap Despa melihat monster itu.


Dor!!...Dor!!...Dor!!...


Aku mengambil pistol dan menembakinya terus menerus, tapi tidak mempan sama sekali.


Aku mencoba menembakinya terus menerus tetap tidak mempan.Monster itu lompat mau menerkamku tapi untung Rasya dengan cepat menggunakan kekuatannya.


"craak...cruuk...craak...cruuk.."Monster itu mencakar terus perisai Rasya


"Rasya berapa lama kau bisa menahannya?"ucapku ketakutan


"sekitar 5 menit, jika lewat dari itu aku bisa mati"Rasya berjuang menahan monster itu.


"Ragil kalian pergi saja, aku akan menjadi umpannya"ucap Hana sangat putus asa.


"Hana!!, apa kau gila aku tidak bisa meninggalkan mu, aku sudah berjanji!!"ucapku sangat marah


"Ragil kita harus bagaimana, aku sudah tidak bisa menahan nya!!"ucap Rasya ketakutan


"Rooaaarrr!!.... Manusia!! Manusia!! Daging!! Daging!!"Monster itu sangat kelaparan


craak!..cruuk..craak!!...


Monster itu semakin cepat menyerangnya.


"Sial sial sial!! aaahh..Bangs*t pasti ada cara untuk menang, berpikirlah!! berpikirlah Ragil, pasti ada cara, kelemahan Manusia Serigala adalah perak tapi kami tidak memiliki perak!!, sial aku tidak tau..ini jalan buntu!!"Aku berpikir sangat keras dalam pikiran ku


Kami semua sangat ketakutan dan sudah terpojokkan.

__ADS_1


"Ragil!!"teriak Rasya


"Ragil.."Hana menangis


AAAAAKKKHHHH.....!!


Aku sangat putus asa, apa yang harus kulakukan!!.


---\=\=\=---


Duk!..


Despa memegangku.


"Ragil aku memiliki cara untuk menang!"ucap Despa dengan wajah datar


Aku terkejut.


"Apa caranya?, bilang aja apapun akan kulakukan!!"Aku memegang tubuh Despa dengan kuat.


Despa tersenyum.


"baguslah, kalo gitu tolong.....


----\=\=\=\=----


----\=\=\=\=----


----\=\=\=\=----


----\=\=\=\=----


MATI LAH!!"


Door!!!....


Aku ditembak Despa tepat di jantung ku.


"Si-alan,ap-a yang kau laku-kan.."aku kehilangan kesadaranku


---\=\=\=\=---


"Ini dimana?"aku membuka mataku pelan pelan


"Siapa disana?"


Aku melihat seseorang dan dia juga melihat ke arahku dengan tersenyum mengerikan.


"Yoo, kita berjumpa lagi ya, pasti ini adalah sebuah Takdir".

__ADS_1


__ADS_2