Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 47


__ADS_3

"Pertama aku sangat bersyukur kalian datang, Pahlawan kami”, Sapa seorang Putri tersenyum dan menyebut kami seorang Pahlawan.


Haaaaaa...., Aku benar benar tidak habis pikir, tapi satu hal yang ku tau sekarang...


INI MEREPOTKAN!!...


“Ano, Bisa anda jelaskan lebih spesifik lagi”, Minta Anisa yang berusaha mengatasi situasi ini dengan tenang.


“Baiklah, Pertama perkenalkan Nama saya Hilda, dan saya adalah Putri ketujuh di kerajaan ini”, Salam Hilda menundukkan kepalanya.


“Salam kenal Putri Hilda, Namaku Anisa dan gadis yang di samping saya namanya Azelia”, Balas Anisa dengan tenang.


“Salam kenal”, Ujar Lia yang sepertinya mengerti akan situasinya sekarang.


Seperti biasa mereka berdua sangat luar biasa bisa beradaptasi dengan mudah, Padahal aku di sini masih kebingungan...


---\=\=\=---


“.....?”, Mereka melihatku terus dan sepertinya aku juga harus memperkenalkan diriku...


“Perkenalkan namaku adalah...


VILAN!”, Ucapku yang memperkenalkan diri dengan nama palsu, karena aku tidak ingin ingatan Anisa dan Lia menjadi kacau jika mendengar Nama asli-ku.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Setelah itu kami di beritahu kan situasi kami dan mereka saat ini, seperti yang kalian tebak tugas kami sangatlah merepotkan...


Membasmi pasukan DeadMill yang jumblah seperti sebuah lautan luas dan yang lebih merepotkan nya lagi, kekuatan sihir tidak berguna kepada mereka...


DeadMill hanya mahluk yang tidak memiliki akal tapi mereka memiliki kebiasaan, yaitu memperkosa Wanita sampai gila untuk berkembang biak dan membunuh para pria tanpa pandang usia...


Saat ini DeadMill tersebut sedang menyerang bagian selatan garis depan benteng Kerajaan ini...


Demi membasmi mereka, Pihak Kerajaan memutuskan untuk melakukan ritual pemanggilan Pahlawan...


Anisa dan Lia menerima mereka begitu saja karena hanya itu pilihan-nya, bahkan Lia sangat bersemangat...


Aku benar benar ingin pulang tapi saat kutanya “Apakah kami bisa kembali lagi ke dunia kami?”, Mereka. hanya diam saja dan menggeleng kan kepala mereka...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


*Ceklek...


Kami memasuki sebuah ruangan yang di penuhi oleh senjata tajam, kami di suruh untuk memilih salah satu senjata itu, karena hanya senjata yang terbuat dari Mithril saja yang bisa membunuh DeadMill tersebut...


“Nee..., Apakah kita bisa menggunakan pedang ini?”, Tanya Anisa yang penasaran.

__ADS_1


“Kalo soal itu jangan khawatir, karena kalian Pahlawan seharusnya ada tanda Pahlawan di tangan kalian, dengan tanda itu kalian bisa menggunakan pedang atau senjata lainnya dengan mudah”, Jawab Hilda tersenyum.


Heee....Itu terdengar sangat hebat, mungkin aku bisa menggunakan pedang juga, soalnya sihir tidak akan mempan kepada mereka jadi aku bisa sedikit tenang...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


“Eh!-”, Aku melihat tanganku dan itu benar benar membuatku putus asa.


“KAU BERCANDA KANNNN!!...”, Jeritku dengan sangat keras.


“Woy, Kak Vilan kau kenapa?”, Tanya Lia yang terkejut.


“Vilan, Apa yang terjadi?”, Tanya Anisa yang penasaran.


“Ano Tuan Vilan, Apakah ada yang salah?”, Tanya Hilda yang panik.


Bangs*t, F*ck, Ke-Kenapa aku tidak memiliki tanda Pahlawan sama sekali...


“Ahaha..., Aku sudah berakhir”, Gumamku yang putus asa.


“Ano Tuan Vilan, Aku yakin pasti ada di tubuh bagian lain tuan”, Ujar Hilda menenangkan ku.


“Benarkah!”, Aku kembali bersemangat, jadi aku langsung lari ke ruang sebelah untuk melepaskan semua bajuku dan mencari tanda itu...


TAPI!!...


---\=\=\=---


Itu tetap tidak ada...


“Vilan, Tenanglah aku yakin ini sebuah kesalahan”, Ucap Anisa menghibur ku.


Bahkan Anisa yang dingin itu sampai mengasihi nasipku...


---\=\=\=---


“Tuan Vilan, Aku benar minta maaf”, Ujar Hilda dengan sopan dan merasa bersalah.


“Tenanglah Putri Hilda, ini bukan salah anda”, Balasku tersenyum dan memegang kepala sang putri.


Putri Hilda, benar benar seorang Putri yang sangat cantik dan baik, Aku yakin dia akan membiarkan ku bermalas malasan di Kastil...


[Ragil tenanglah, Kau bisa menggunakan sihir kan], Ujar Lizis percaya diri akan omongannya.


[Kekuatan Sihir sangat tidak berguna melawan DeadMill kau tau, Jika begini aku tidak bisa membantu Anisa dan Lia], Balasku yang sudah menyerah.


[Hah!, Sejak kapan Ragil-ku melupakan tujuannya, Bukannya kau bisa menggunakan sihir pendukung], Ujar Lizis tersenyum dan memberiku harapan.


SIHIR PENDUKUNG!!...


---\=\=\=---


Itu benar, Aku bisa menggunakan sihir pendukung kepada Lia dan Anisa, Walaupun sihir tidak berguna bagi DeadMill tapi masih bisa pada mahkluk hidup lainnya...

__ADS_1


“Khukuku...”, Aku terkekeh.


“Ano Tuan Vilan, Aku janji akan membuat anda nyaman hidup di Kastil ini”, Ucap Hilda yang sangat gugup.


“Itu tidak perlu, Aku juga akan ikut”, Ucapku tersenyum.


“Ta-Tapi..”, Meskipun begitu Putri Hilda masih khawatir kepadaku.


“Tenanglah Putri Hilda, Aku bisa memakai sihir, Jadi percayalah kepadaku”, Balasku tersenyum lebar kepada tuan Putri.


“O-Okeh..”, Jawab Hilda yang malu malu.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Anisa terus memandangi ku terus dan memikirkan sesuatu...


“Kau kenapa Kak Nisa?”, Tanya Lia penasaran.


“Aku hanya merasa seperti kenal dengan Vilan, dan itu sudah sangat lama, tapi aku tidak mengingatnya”, Jawab Anisa yang bingung.


“Mungkin itu hanya perasaan mu saja”, Ujar Lia tersenyum.


“Kau benar”, Balas Anisa.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Setelah itu Hilda memberitahu kami semua tentang Dunia ini dan itu benar benar sangat mengerikan, setengah dari dunia ini sudah dikuasai oleh DeadMill...


“Ano, Apakah hanya kita yang akan menghadapi DeadMill?”, Tanyaku yang penasaran.


Jika hanya kami, tidak mungkin bisa menghadapi DeadMill dan menang, karena jumblah mereka yang tidak wajar...


---\=\=\=---


Sesaat Putri Hilda terdiam, Tapi...


“TIDAK!!, Para Prajurit Kerajaan juga akan membantu kalian, dan...”, Jawab Hilda yang tidak ingin melanjutkan kalimatnya.


“Dan?”, Tanyaku yang semakin penasaran.


---\=\=\=---


“Kalian juga akan bertarung bersama PAHLAWAN LAINNYA!!”, Jawab Hilda yang sedikit murung.


Aku benar benar ingin tertawa akan lelucon tersebut, tapi sayangnya itu bukanlah lelucon, jadi mungkin aku bisa menghancurkan Kerajaan ini secara tidak sengaja...


Soalnya, Ini benar benar sesuatu yang sangat Memuakkan, Aku tidak percaya Pihak Kerajaan memanggil Pahlawan dengan jumlah....

__ADS_1


---\=\=\=---


RIBUAN!!...


__ADS_2