
Ini dimana?...bukannya aku harus menghadapi ujian yang dibuat wanita itu?...Siapa disana?...di-dia adalah wanita itu...A-Apa ini?!..
Aku terkejut, Ini adalah pemandangan yang sangat mengerikan sekali.
Apa yang kulihat adalah Ingatan wanita itu...Di sana dia di sebut sebagai...
Ratu Penyihir!.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Groooorrrr......!!
"Ivan, Ayo Kita Mulai Game Ini!!"Ucapku
tersenyum
"Errr...!"Ivan bersiap
"Mungkin kata kataku salah,.....Ivan Ayok Kita Akhiri Game Ini"ucapku bersiap
Ini aneh, entah kenapa tubuhku di penuhi oleh kekuatan dan rasa percaya diri untuk menang.
"Ra-Ragil kau harus dibu-nuh!!.."ucap Ivan sambil mengeluarkan hasrat membunuh.
Aku tersenyum
"Kalo bisa coba aja!!, dasar Anjing busuk"
Ivan berdiri dan mulai berjalan ke arahku, jalannya semakin lama semakin cepat.
Kretek..Kretek
Aku mengepal tanganku dan mulai berlari menuju Ivan.
"ROOOOAAARR...!!"
Ivan dengan cepat menyerangku menggunakan cakarnya
SRUUSS..!!
*Dugh
"Apa cuma ini kekuatanmu"Aku menangkisnya
BRUUUK...!!
"AKH..!"Ivan muntah
Aku meninju perutnya hingga dia terhempas.
BUUUMM!!...
"Ahahahahahahahahahhaha!!......ini sangat menyenangkan...! ahahahaha!!"Aku tertawa kesenangan seperti kehilangan kendali.
Sruuu...
Ivan ber regenerasi dengan cepat.
Aku tersenyum
"Grrrrrr...., ROOOAAARRR....!!"Ivan bangun dan menyerangku lagi, lagi!, lagi!! dan Lagi!!!
SRUUUUK...!!
SRUUUUK...!!
SRUUUUK...!!
ROOOOOAAARRR....!!
"Ivan apa ini?, jangan membuatku kecewa, bahkan seranganmu tidak kena sama sekali"Aku terus menghindar dan tersenyum.
ROOOOOAAARRR...!!
BUUGH!!...BAAGH!!...BUUGH!!
Aku menyerang terus menerus kepada Ivan, aku tidak peduli semuanya, Ivan terus menerus berjuang mati matian menyerangku, tapi itu sia sia.
"err...err...err..."Ivan diam kelelahan.
"Apa ini, sudah berakhir nya?"ucapku dengan wajah datar.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Apa itu Ragil?"ucap Rasya terkejut.
"Woy Despa!!, apa yang terjadi pada Ragil!!"teriak Hana sangat kawatir.
"Ini sudah ku tebak, tapi aku tidak nyangka akan sehebat ini... Sekarang dia sedang di kontrol sesuatu"Ucap Despa tersenyum.
Hana memejamkan matanya.
"Ragil tolong kembali seperti semula!"Hana berdoa dalam hati.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
"Bunuh! Hancurkan! Rebut! Permainkan!, dia adalah musuhmu! kau harus menyiksanya buat dia tenggelam dalam ketakutan! bukannya kau membencinya maka tinggal hancurkan saja!!. hehe.." Suara yang selalu ku dengar di dalam pikiranku selama pertempuran.
"Ivan kenapa kau?, apa kau lelah?, itu tidak boleh loh, gamenya masih belom berakhir"Aku memegang leher Ivan dan mengangkatnya.
"GRRRRR...!!"Ivan sangat kesakitan.
Aku tersenyum
SRUUUUUSS!!!,......BUUUUMM!!!.....
AAARRRRRKKKKKHHHHH....!!
Aku melempar Ivan dengan kuat.
"Errr...errr...errr..."Ivan sudah GK kuat regenerasinya semakin lambat.
Aku berjalan menuju Ivan dan membawa sebuah pedang.
"Ivan...dengan ini akan berakhir sudah"aku mengangkat pedangku dan berwajah datar.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Aku tidak mau, tidak mau!, tidak mau!!, siapapun tolong aku!"Aku berteriak dalam hatiku
"Apa yang kau bilang?, kau harus membunuh nya, dia sangat kesakitan, kau harus mengakhirinya agar dia lega. Gimana? bukannya sangat menyenangkan saat menginjak nginjak orang lemah"sesuatu dalam pikiran ku.
"aku tidak mau!, aku tidak mau membunuh lagi!, tolong...tolong loh...siapapun...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Bunuh Aku!".
Aku mengangkat pedangku.
Duk..Duk..DukDukDukDukk...
*BUUGH!!
"RAGILLLL!!!....KEMBALI LAH!!!...."Teriak Hana yang berlari dan memelukku
*Buussshh
Aku terkejut.
"Aku tidak mau!!"ucap Hana keras kepala.
"Dasar Wanita bangs*t, lepaskan aku"aku terus melawan.
"Ragil, aku mohon kembali lah!!" ucap Hana menangis.
"Cih...Sudah kubilang!!, lepaskan aku!!"
BUUGH!!..
Aku mendorong jatuh Hana dan mengarahkan pedangku padanya.
"Ragil, kau mau jadi apa?!, bukannya kau tidak ingin membunuh siapapun lagi?!, bukannya kau sudah berjanji bakal melindungiku?!, kenapa kau mengingkari janjimu lagi, Dasar...Dasar Ragil yang Boodooohhhh....!!"Hana terus berteriak.
Meskipun Hana berusaha menyadarkanku, aku tetap mengarahkan pedangku padanya.
"Matilah!"
Hana memejamkan matanya ketakutan.
*Shuuuu.....
"HANAAAA...!!"Teriak Rasya
---\=\=\=---
"Jangan Ragil!, Ragil ini aku Hana!"Suara yang datang entah dari mana.
TIINGG...!!
---\=\=\=---
*buugh
Hana membuka matanya.
"Ha-Hana, Apa yang ku lakukan!"Aku menangis
"Selamat datang, Ragil"Hana tersenyum dan menangis.
Aku akhirnya dapat mengontrol diriku sendiri, Suara Hana berhasil menolongku, semua ingatanku selama ini mengalir ke pikiranku secara keajaiban.
"Maaf Hana sudah membuatmu terluka, dan terima kasih"Aku mengulurkan tanganku untuk Hana
"sama sama, aku senang kau kembali",Hana tersenyum memegang tanganku
"puf, ahahahaha.."kami tertawa kecil.
---\=\=\=---
"Huu...syukurlah mereka baik baik saja"Rasya bernapas lega.
"Ragil, kau bener bener menarik, mungkin kita tidak mirip sama sekali!"Dalam Hati Despa sedikit menyesal.
__ADS_1
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Tapi Saat Itu Juga Despa Terkejut Dan Sadar Bahwa,....Gamenya Belom Berakhir!.
KALIAN CEPAT LARI DARI SITUUU....!!
---\=\=\=---
SRUUUUKS...!
Wajah mereka semua berubah jadi putus asa, Harapan mereka jadi Keputusasaan. Ragil dan Hana tepat di jantung mereka....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
TERTUSUK OLEH PEDANG!"
"Tik...Tik...Tik...."suara darah menetes.
"Akh..apa yang terjadi?"aku membuka mataku
"Ha-na?"aku menangis
"jangan menangis lah, Ra-Ragil sebenernya aku sangat mencintaimu-"ucap kata kata terakhir Hana setelah mati
Hana mati dengan wajah yang tersenyum.
"AAAAAAAKKKKKKKKKHHHHHHHHH........!!!"
"Lagi?, apa aku gagal lagi?, apa aku kehilangan lagi?,Hana kenapa kau tidak mengucapkan kalimat itu dari dulu, dengan begitu kita pasti akan selalu bersama, kenapa kau meninggalkanku?...ini sangat tidak adil",Dalam lubuk hatiku yang sangat sesak.
Aku sudah membulatkan tekad ku, maaf Hana aku akan berhenti menjadi.....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
MANUSIA!!.
Aku bangun dan mencabut pedang yang mengancam di jantungku.
"Kau lihat ini Hana, jantungku kembali lagi seperti semula, tapi aku lebih suka saat kau menyembuhkanku"Aku menggendong tubuh Hana.
"ROOOOOAAARRR....AHAHAHAHA... MANUSIA MATI SATU!, SELANJUTNYA KALIAN!!"teriak Ivan menunjuk kami.
Wajahku masih murung dan penuh akan hasrat membunuh.
"Kalian?, siapa yang kau tunjuk?"ucapku dengan santai
"HAH!.."Ivan Terkejut dengan tangan yang putus
SRUUUUSS.....
Darahnya muncrat kemana mana.
"AAAAKKKKKHHHHH....KENAPA TIDAK BEREGENERASI?"Ivan kesakitan.
”Diamlah dan jangan bergerak"ucapku
DOOOMM...!!
Tubuh Ivan mengikuti apa yang kuucapkan.
"grrrr!!..."Ivan sangat bingung dan ketakutan.
Aku tersenyum.
"Hana tunggulah disini, aku akan segera mengakhiri ini"ucapku menaruh Hana di bawah.
Aku dengan tatapan penuh kemarahan menatap Ivan dan berteriak.
"IRON MAIDEN!!"
DOOOOMM!!...
Keluar sebuah Iron Maiden yang sangat mengerikan dari atas.
”IVAN, MENJERITLAH DI HADAPAN KEMATIANMU SENDIRI DAN RASAKANLAH RASA SAKIT YANG HEBAT!!!"TERIAK KEMARAHAN RAGIL.
Ivan terus memcoba kabur tapi tubuhnya tambah kesakitan.Ivan masuk kedalam Iron Meiden tersebut.
Ragil menggenggam tangannya dan Iron Maiden itu tertutup dan menghancurkan tubuh Ivan.
"AAAAAAKKKKKKKHHHHHHHHH....!!!"
---\=\=\=---
"De-ngan ini sudah berakhir"
*buk
Ragil jatuh pingsan karena kelelahan.
__ADS_1