Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 25


__ADS_3

Sudah berapa kali aku membunuh ya?, mungkin ini sudah ke 999 kalinya....yang ke 1000 nya siapa yang harus kubunuh ya.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Anisaaa....!!, dimana kau?"teriak Despa


Despa masih terus berusaha mencari Anisa, tapi tidak menemukannya.


Sedangkan diriku masih berusaha mengulur waktu untuk Despa mencari Anisa, tapi seperti yang kuduga ini tidak akan gampang.


BUUUUMM!!..


Aku terhempas


"Aduduh...Semi sepertinya kau mendapatkan kekuatan yang luar biasa, apa kekuatan mu"tanyaku kesakitan tapi luka segera ber regenerasi.


"Pikirkan sendiri, kukasih taupun kau tidak akan pernah menang melawan ku, jadi biarkan aku lewat"Semi tersenyum


Aku melihat yang tergeletak, kalo ku biarkan dia lewat Rasya akan dalam bahaya, mungkin Rasya tidak akan pernah bangun tapi aku harus percaya padanya dan melindunginya.


"Semi, boleh kah aku bertanya sesuatu, sejak kapan kau merencanakan ini dan buat apa?"Tanyaku.


"Jangan bilang kalo cuma untuk bersenang senang?"Ucapku dengan tatapan tajam.


"Woy Ragil jangan melihatku dengan tatapan tajam itu, apa kau mengintip celana dalam ku"Ucap Semi tertawa


"jangan bercanda, jawab pertanyaanku"Aku kesal karena ketauan.


Semi tersenyum


"Aku sudah merencanakan ini dari awal, kau bilang buat apakan? ini semua... untuk...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Balas Dendam!"


DOOOMM!!..


"Apa ini suasananya tiba tiba berubah, sepertinya dia tidak berbohong, aku bisa merasakan kemarahannya masuk ke dalam tubuhku"Gumanku dalam hati


"Kita akhiri omong kosong ini, Ragil biarkan aku lewat"Ucap Semi dengan tatapan tajam.


DUUUMM!!..


Kretek... Kretek...


Banyak datang mayat mayat lagi untuk menyerang ku.


*Tch


Aku bersiap siap.


"Kau pikir aku akan ta-kut..."Aku terkejut.


Mayat itu adalah Ivan dan Hana.


"Apa yang kau rencanakan?"tanyaku yang memikirkan sesuatu yang buruk


Dug..Dug..Dug..


Semi tersenyum.


CRUUUKK!!..


Ivan membunuh Hana dengan cara yang sama di depan mataku.Aku melihat Keputusasaan ku.


Aku marah dan berteriak.


SEEEEMIIIIIII...!!SIAAALAAANNN!!..


Aku menyerang Semi dengan semua kemarahanku.

__ADS_1


"Ahahahahahahahahahhaha...Ragil kau sangat luar biasa, inilah yang ingin kulihat, kemarahan yang sangat luar biasa"Semi tertawa kesenangan


Aku kehilangan akal sehatku.


"BUNUH! BUNUH! BUNUH! BUNUH! BUNUH!, AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!"


"Aahhhh...ini sangat hebat, Ragil kau luar biasa"Semi kesenangan


Aku menyerang Semi dengan pedangku.


Sreek...Sruuk...Sreek...


"Ragil siapa yang kau lindungi?, kau cuma mahkluk yang gagal, kau tidak bisa melindungi siapapun, kau cuma bisa membunuh!"Semi tersenyum.


"SEEEMIIII, KAU BAKAL KUBUNUH!"Aku berteriak.


"Ragil kau tidak pantas untuk menerima kekuatan itu"ucapnya


"Kau pikir aku peduli dengan itu!, aku cuma ingin menyelamatkan semuanya!!, aku bukan orang sepertimu yang menganggap manusia cuma sebuah boneka, kau tidak pantas hidup!!"aku membentak Semi.


"kalo gitu kutanya sesuatu,....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Siapa yang sudah kau SELAMATKAN?!!"


Aku terkejut, aku tidak bisa menjawab pertanyaannya dan mulai bertanya pada diriku sendiri,"Siapa yang sudah ku selamatkan ya?!".


Semi melihatku dengan wajah yang dingin.


"Ragil aku kecewa kepadamu!"ucap Semi


"Sial aku tidak bisa bergerak, apa ini!?"Gumanku


Semi berjalan menuju Rasya dan mengambil tubuhnya.


"Woyy, jangan mendekati Rasya, kau akan kubunuh!!,sial kenapa aku tidak bisa bergerak!?"Tanyaku bingung


Semi mendekatiku dan berbisik di kuping ku.


---\=\=\=---


"Itu karena kau terlalu LEMAH!!"


DUUUMM!!..


Kakiku lemas dan terjatuh.


*Duk!..


"Ragil kuperintahkan kau untuk melihat keputusasaan mu sendiri"Ucap Semi.


Semi melihat boneka Ivan dan Hana tersenyum.


"Ivan puaskan semua nafsumu"Perintah Semi


"Semi apa yang kau rencanakan?"tanyaku dengan wajah pucat


Semi cuma tersenyum.


Setelah itu Semi membawa Rasya meninggalkan ku di tempat itu sendirian.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Yoo Ragil, kita bertemu lagi ya"Ivan tersenyum


"Ragil tolong selamatkan aku!"teriak Hana


Aku cuma bisa terdiam.


BUK!!..


Ivan menendang tubuhku.


"Ahk!, uhuk..uhuk.."aku tergeletak.


"Ragil kau benar benar menyedihkan"Ivan melihat ku dengan mata kecewa kepadaku


Ivan tersenyum.


"Biar ku buat kau bersemangat kembali"Ivan mengikat Hana.


"Ivan?,apa yang kau lakukan"tanyaku


Ivan tersenyum.


CRAAAK!!..


"Ahhhhkkkkk!!....."teriak Hana kesakitan


Aku terkejut dan putus asa. Ivan merobek baju Hana dan memainkan tubuhnya di depanku.


"IVAAAAAANNNNN!!"


"aaahhhh...Ragil... tolong selamatkan aku!"Hana menangis dan mendesah kesakitan.


"Ahahahahahahahahahhaha...Ragil apa kau semangat kembali?"Ivan kesanangan.


"Ivan, kumohon hentikan!!"Aku tidak bisa bergerak.


"Ragil tolong selamatkan aku!, Ragil!?"Hana terus di permainkan oleh Ivan.


"Yaaa, aku tidak percaya Hana memiliki tubuh yang enak"Ivan mencium dan menjilati tubuh Hana.


Aku yang melihat pemandangan itu entah kenapa tidak bisa memalingkan pandanganku.


"HanaHanaHanaHana!!"aku menangis terus.


Ivan terus tertawa.Dadaku sangat sesak.


"Sial, kenapa aku tidak bisa bergerak?, apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan Hana?,apa karena aku terlalu lemah?, aku tidak bisa memakai kekuatan, apa semua usahaku sia sia?, kalo gitu, BUAT APA AKU MELEWATI NERAKA ITU?!!...."Aku berteriak dalam hatiku.


Aku cuma bisa melihat pemandangan itu,berkali kali! aku melihat itu sampai aku jatuh ke dalam keputusasaan.Hana terus berteriak meminta pertolonganku tapi aku tidak bisa apa apa, Ivan terus mempermainkan tubuh Hana.


"tolong hentikan, hentikanlah, aku tidak bisa menyelamatkan siapapun!"aku terus memohon kepada Ivan tapi Ivan tambah senang dan terus melanjutkan nya.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Jadi ini adalah KEPUTUSASAAN KU!!, maaf semuanya, aku sudah gagal, padahal sedikit lagi, aku gagal karna aku terlalu lemah"


Aku tenggelam ke dalam keputusasaan ku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2