Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 6


__ADS_3

15 Desember 2018, hari ini aku sudah mati.


Disini dimana, dingin kali, gelap kali, aku sekarang ada dimana?.


"Ragil..!, woy Ragil, bangun...bangun!!"


aku mendengar suara teriakan perempuan.


"Ragil..! cepet bangun!"


Berisik kali, orang lagi enak enak tidur, jangan ganggu, dalam benakku.Aku membuka mataku pelan pelan.Aku melihat perempuan, siapa dia?, entah kenapa sangat familiar, tapi siapa?,aku tidak ingat sama sekali.


"ooh, Ragil syukurlah kau tidak pa pa"dengan Menghela nafas lega


"siapa kau?"tanyaku


*


*


*


"jadi kenapa kau lupa ingatan"tanya Anisa


Sekarang kami berada di rumah Anisa.


"kalo tau aku enggak bakalan hilang ingatan, gobloknya kau"jawabku dengan wajah datar.


"apa benar kau Ragil?"tanya Anisa dengan wajah kesal


"iyaloh, Ragil aku masak Sudirman"jawabku


"kau benar benar beda kali, haa...tadi benar benar gawat kali"Anisa menghela nafas kecapean


5 jam sebelumnya


"Siapa kau?"tanyaku


"hah, bercandanya kau Ragil, Anisa aku"jawab Anisa


"mana mungkin kau Anisa, setauku Anisa sangat kejam, dan selalu menyiksaku kayak Mak Lampir"jawab ku dengan wajah serius


Anisa terdiam.


"menyiksamu?, kau tidak tau apa apa?, jangan asal ngomong lah, aku yang selalu tersiksa karna kau, kau pikir perasaan seperti apa aku kesini, emangnya apa yang tau!!, apa yang kau tau?!!, dasar bodok"Anisa marah dengan muka yang sedih

__ADS_1


Aku tidak bisa apa apa saat mendengarnya.Kayaknya dia benar benar menderita, dan aku sedikit merasa bersalah. Apa saat seperti ini aku harus minta maaf, aku tidak tau apa apa, bukanya tadi aku sudah mati ditabrak mobil, kalopun masih hidup kenapa aku ada disini bukan di rumah sakit yang ada suster cantiknya, tapi kalo dipikir pikir bagusan anak SMA ya mhehehehe......dalam benakku.


"kenapa kau?"


"enggak papa,oh iya, perkenalkan Namaku Ragil, seorang mahasiswa semester 4 di universitas bla bla bla"


"mimpi apa kau, kau masih siswa SMA, bukan mahasiswa bodok"ucap Anisa


"serius aku anak SMA, hehe apa aku masuk ke isekai, pasti aku sangat populer disini"


"mungkin kau populer dalam suatu hal, sekarang kita enggak perlu membicarakan itu, apa kau tau kenapa di sini banyak mayat"


"Mayat?, dimana?"


"hah, apa kau tidak lihat pemandangan mengerikan ini"


Anisa melihat sekitarnya dan sedikit bingung Mungkin lebih tepatnya dia takut kali.


"kenapa...!, kenapa?, enggak ada mayatnya"Anisa ketakutan


Aku sedikit bingung dengan situasiku saat ini, tapi aku harus bersikap tenang, orang ganteng enggak boleh panik.


"oh iya, apa kau tau rumahku"tanyaku


"hah, apa kau lupa"


"ahaha..kayak aku kehilangan ingatanku"aku berbohong


"panteslah, kau berbeda dengan Ragil yang kutau, oke aku mengantarmu"ucap Anisa


"lagian aku juga harus mengetahui kondisi keluarga ku, apa mereka baik baik saja apa tidak"ucapku


"eh, apa itu juga kau lupa"ucap Anisa dengan wajah sedih


"apa?"tanyaku


"kau sudah tidak punya....."


Aku sangat terkejut dan tiba tiba kepala sangat sakit


"aaakkkhhhhhhh.....apa ini?, ingatan siapa ini?"aku berteriak kesakitan dan tiba tiba aku pingsan


"Ragill..!, kenapa kau?"Anisa berteriak.


Setelah itu aku dibawah ke rumah Anisa entah kayak mana, dan aku dibawah kerumahku sendiri, kata dokter aku kehilangan ingatanku.Aku pertama kali masuk rumahku tiba tiba kepala ku sakit lagi.Rumahku tidak ada apa apa, banyak debu, dangan sangat dingin, apa aku tinggal disini dulu, tapi untuk sementara waktu aku tinggal di rumah Anisa, muehehehe....bukannya senang aku ya, benar bukan berarti aku suka keadaan ini, aku cuma kehilangan ingatan...

__ADS_1


Besok aku harus sekolah, jadi aku harus tidur.


"enggak mau....!"teriak Anisa


"kenapa kami harus tidur bersama, dia kan bisa tidur di ruang tamu"ucap Anisa dengan kesal


"tenang aja, aku tidak akan ngapa ngapain, jadi enggak usah kawatir, aku laki laki yang baik"ucapku


"kalo gitu tidur diruang tamu"ucap Anisa


"enggak mau, dingin!!"ucapku


"tengok Yah, Bun sangat mencurigakan"tanya Anisa kepada ayah dan bunda nya


"tenang aja, bukannya kalian teman masa kecil, Ragil adalah anak yang baik"ucap ayah Anisa


"benar, benar, Ragil adalah anak yang baik"ucap bundanya anisa


"terserahmu lah"Anisa menyerah


"horeee...."ucapku


"tapi ada syaratnya kau harus menggunakan ini saat tidur"Anisa memengang tali dan mendekati sambil tersenyum


"Nani!!......


akkkkkkkhhhhhhh......"


Meskipun aku tidur dengan tubuh terikat tali, entah kenapa aku sangat nyaman.Apa sesuatu dalam diriku sudah bangkit.......hehe


disisi lain


"kalian cepatkan, dia harus melakukan operasi secepatnya"seseorang yang tergesa gesa


"dia tertabrak mobil bagian dalam tubuhnya sangat berantakan"ucapnya


"tiiiiit....tiiiiit....tiiiiiit...."


"Ragil jangan mati, kalo mati bakal kupanggil kau Sudirman selamanya"ucap Anisa yang menunggu operasi selesai dengan muka sedikit sedih.


*


*


*

__ADS_1


*


*Mudah mudahan pembaca suka dengan cerita author, jika suka like, komen, rate, dan vote cerita author. Salam Indonesia sekali merdeka tetap merdeka...!😁.


__ADS_2