
Aku melihat neraka, aku melihat neraka,aku melihat neraka,aku melihat neraka yang harus kulewati, aku melihat manusia mati, aku melihat keburukan manusia.Namaku adalah Anisa Azahra dan ini adalah ceritaku.
***
Aku dan ayahku menonton bioskop kesukaanku yaitu tentang seorang perempuan yang banyak menyelamatkan orang dimedan perang, aku mengagumi nya jadi saat aku besar aku ingin menjadi seperti nya, aku ingin menjadi palahwan!!.
"Ayah, kalo Nisa besar Nisa ingin menjadi palahwan!!" ucapku dengan semangat
"kalo Nisa pasti bisa"ayahku menjawab sambil tertawa kecil
Demi menjadi palahwan aku belajar bela diri disebuah perguruan ilmu bela diri, aku banyak membantu orang tuaku, seperti bersih bersih, dan aku juga menyelamatkan hewan.
"ne..Nisa kalo kau besar mau jadi apa?...,kalo aku ingin jadi pengantin"tanya teman Anisa
"Aku ingin menjadi palahwan, aku akan menyelamatkan banyak orang...!!"jawabku dengan suara kuat
***
***
***
Suatu hari aku menyelamatkan seorang anak yang sering dibully bernama Ragil, pertama kali aku melihatnya dia seperti sebuah burung sakit yang dikurung di sebuah kurungan.Dia ingin sekali terbang bebas tapi sayapnya terluka, Karena itu aku ingin menolongnya.
****
7 November 2007, hari ini aku melihat sebuah kebenaran, saat aku pulang sekolah aku melihat Ragil dan orang yang selalu membullynya pergi ke hutan, aku sangat kawatir, apa mereka akan menggarain Ragil lagi?, apa mereka belom kapok?,guman di dalam hatiku.
Tapi disana aku melihat neraka, aku melihat neraka yang suatu hari harus kulewati.
"Ne..apa boleh kubunuh, apa boleh kubunuh" suara Ragil
"enggak mau enggak mau, aku masih ingin hidup, aku tidak ingin mati" suara teriakan orang yang membully Ragil
"ahahahahaha.... bodohnya kau, suatu hari manusia akan mati, manusia hidup hanya untuk mati bodok, mati sekarang?, mati suatu hari?, semuanya sama sama mati, tapi kau akan kubunuh sekarang" jawab Ragil sambil tersenyum
__ADS_1
Aku disana melihat Boneka yang kesepian,menderita, dan kesedihan.Aku juga melihat sebuah bayangan iblis yang menghancurkan dan merebut semuanya dari boneka itu.
***
Aku sangat takut, aku sangat takut, dan putus asa, Aku tidak bisa menyelamatkan siapapun, bergerak saja aku sangat takut, aku tertawa pada diriku sendiri.
"ahahahahahha,....apanya yang palahwan?, apanya yang akan menyelamatkan semuanya?, orang yang ada depanku aja aku tidak bisa menyelamatkannya!!,buat apa?, buat apa aku berjuang?!!!,sialan....!" dalam hati Anisa.
*
*
*
*
Aku selalu membuat senyuman palsu saat bertemu Ragil, dan melakukan akting yang membosankan, aku membuang semuanya, aku sudah muak dengan semua ini, menolong?, Ragil?, sekolah?,harga diri?, impian?, dan kehidupan?, aku ingin membuang semuanya.
***
***
*
*
*
Mayat!!
Aku melihat banyak sekali mayat berceceran dan disana aku juga melihat Ragil yang pingsan, aku langsung lari melihat Ragil.
"wooy Ragil!!...wooy Ragil!!, bangun, bangun, apa yang terjadi?...."aku terus menggoyang tubuh Ragil.
Apa yang terjadi?, kenapa bisa begini?, apa mungkin Ragil yang membuatnya, kalo itu tidak mungkin, soalnya mana mungkin Ragil yang buat ini,apa yang harus kulakukan?, pertama yang ada disini mayat siapa saja?, aku harus membangunkan Ragil, gumanku dalam hati.
__ADS_1
"Woy Ragil bangun!, bangun!"
Tubuh Ragil bergerak, dia membuka matanya pelan pelan dan berdiri pelan pelan.
"Woy Ragil, apa yang terjadi?!!"aku bertanya
Aku terkejut dengan jawaban Ragil, Ragil berdiri dan menjawab......
*
*
*
"Kau siapa?"
Bersambung~
*
*
*
*
*
"Kringgggggg........." suara alarm berbunyi.
"bukkk..."suara keras
"aduh duh duh, sakit kali....sepertinya sudah pagi"gumannya sambil mematikan alarm
"Ragillllll......!!, cepet turun sarapan!!"suara emak emak
__ADS_1
"iya mak..!!, bentar lagi!!"jawab Ragil
"Hooaaaaa.... capek kali...pengen tidur lagi".