Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 29


__ADS_3

Aku menginginkannya.


"ah...Ragil, ini sangat nikmat"


Aku ingin memeluknya.


"Ragil!..ahh..Ragil!"


Aku ingin terus bersamanya.


"Ahh...Hana...Aku Mencintaimu"


"Terima kasih Ragil,Aku juga Mencintaimu"


Kami saling menghangatkan dan memanjakan nafsu dan tubuh kami.


Beberapa jam sudah berlalu, dan kami harus pergi dari sini, Hana dan Despa menjelaskan situasiku saat ini, sepertinya aku sudah merepotkan mereka.


Aku dan Hana pergi mencari Despa, sekarang dia berada di dekat pohon besar yaitu [Pohon Jiwa].


"Woy, Despa apa yang kau lakukan?"ucapku dari jauh memanggil Despa.


"Aku hanya sedang menyelidiki sesuatu"jawab Despa.


"jadi, apa kau menemukan sesuatu?"tanya Hana.


"aku menemukan sesuatu yang luar biasa, enggak, mungkin ini sesuatu yang merepotkan"Jawab Despa


"Apa itu?"Tanyaku.


"Aku tidak tau rincinya, tapi mungkin ini seperti yang ada di game game yang di sebut.....Dangeon"Ucap Despa yang seperti nya dia menikmati situasi ini.


"Seriusan, aku tidak percaya dipikiranku ada sesuatu seperti itu"Ucapku yang merinding.


Dangeon itu terlihat sangat menyeramkan, seperti ada sesuatu yang menunggu kedatanganku didalam sana, aku penasaran seperti apa dalamnya, tapi kurasa itu berbahaya.


"Jadi kita kesampingkan ini, aku ingin bertanya, apa yang terjadi sama kalian?"tanya Despa.


"Eehk!!.."Kami terkejut sekaligus berkeringat.


"Yaaa...kami GK papa kok haha",aku sangat bingung.


"tentu saja, kami cuma sedikit menikmati reunian kami saja"ucap Hana sangat gugup.


"kalian bener bener aneh, tapi biarlah"ucap Despa dengan muka datar.


"huuu..."Kami lega.


"Lagian ini cuma alam pikiran jadi melakukan itu tidak akan dilihat siapa siapa"Ucap Despa.


"Eegh!!..."Kami terkejut.


"Apa kau melihatnya?"tanyaku

__ADS_1


"Enggak, aku tidak melihatnya, cuma ini itu sudah ku prediksi"ucap Despa dengan wajah datar.


"kau bener bener menakutkan!"ucapku.


"akan ku anggap itu sebagai pujian.Baiklah, mari kita pulang"Ucap Despa yang sudah mempersiapkan jalan pulang kami.


"baiklah, mungkin disana sudah sangat lama kali"Ucapku


"enggak, tenang aja.. walaupun kita disini selama 1000 tahun, saat kita kembali disana tetap akan berada di waktu yang sama seperti saat kita masuk kesini"ucap Despa.


Aku tidak terlalu mengerti apa yang di bilang Despa, tapi setelah kami bangun, aku harus tetap waspada.


"Baiklah semuanya, ayo kita kembali lagi ke Neraka itu"ucap Despa.


Despa mengangkat tangannya dan mengucapkan...


"[GATE]"


*BUUUUMMM!!...


"Anjay.."


Sebuah gerbang terbuka di depan kami, aku sangat terkejut sekaligus kagum.


"Gerbangnya sudah terbuka, ayo kita pergi"Ucap Despa.


"Ba-Baiklah!"Sekali lagi kami tau kalau Despa mengagumkan.


Kami melangkahi kaki kami menuju Neraka itu lagi.


"Yosh, mari kita selamatkan Rasya dan Anisa"


*WUUUSSSHHHH!!!......


Ting!...


Aku mulai membuka mataku pelan pelan.


"Aaah...Kepalaku sangat sakit, apa aku sudah kembali!"ucapku membangun badanku.


"Aduduh...tadi pengalaman yang sangat buruk"ucap Hana yang terbangun.


"Aaaaaahhhh....aku tidak ingin mengalami ini lagi"ucap Despa yang kelelahan.


Ngomong ngomong sebenarnya kami sekarang tertidur di ruang UKS sekolah.


Setelah itu kami beristirahat sebentar, mendiskusikan apa yang akan kami lakukan sekarang?.


"Oke, jadi Semi membuat lantai baru, dan disini ada Pahlawan baru?"ucapku


"Yap, kau benar"ucap Despa


"Tapi siapa pahlawan di sini?"tanya Hana.

__ADS_1


"Aku tidak tau itu, tapi saat aku mencari Anisa di sekitar sini, Aku menemukan tempat yang menarik"ucap Despa.


"oke besok kita ke sana, sekarang sebaiknya kita tidur saja, memulihkan tenaga kita"ucapku.


"Kalian tidurlah, aku ingin memeriksa tempat ini lagi, apa sudah aman?"ucap baiklah.


Waktu sudah sangat malam dan sangat gelap, tentu, meskipun belum di ketahui pahlawan disini, kami harus tetap waspada.


Duk..Duk..Duk..


Sesuatu berjalan ke arahku...


"Ragil...Ragil...Ragil..., bangunlah"


"Siapa itu?"aku membuka mataku.


"ini aku, Hana"ucap Hana


"Hana!, apa yang terjadi?, apakah musuh menyerang"aku panik


"bukan"


"jadi, ada apa, membangunkanku di tengah malam begini"ucapku.


"etto,...bo-boleh aku tidur bersama!"ucap Hana malu malu.


"eeeeehhh!!,...apa kau ingin melakukannya"aku terkejut.


"Bu-Bukan, dasar Ragil bodoh, aku cuma takut aja"ucap Hana dengan wajah sangat merah.


Aku tersenyum.


"boleh loh, masuklah"ucapku.


"terima kasih"ucap Hana yang lega.


Pada akhirnya kami tidur di tempat tidur yang sama, dan tentu saja aku tidak melakukan apa pun,.....hmmmm.....Mungkin, aku cuma mengelus elus rambutnya yang panjang itu saja.


Pagipun sudah tiba, saatnya kami pergi ke tempat yang di bilang Despa.Dan di suatu tempat yang sama yaitu di tempat Semi.


"Aaaaahhhh...mungkin aku baru ingat siapa pahlawan yang kuletakan di Lantai empat, apa mereka bisa selamat dari situ, soalnya Pahlawan di situ adalah...... MONSTER!"ucap Semi tersemyum.


Kami tidak tau apa apa tentang pahlawan di lantai empat.


"Tunggu aku Rasya, Anisa, aku akan menyelamatkan kalian berdua!"dalam hatiku.


Kami membuka tempat yang ditemukan Despa dan kami di sapa dengan sebuah...


"GROOOOORRRRRRR!!!......"


Teriakan.


Dan satu hal lagi yang kami tau, yaitu identitas pahlawan di lantai 4 adalah,....

__ADS_1


Roy!!.


__ADS_2