
Sekarang aku sedang dalam keadaan yang kurang menyenangkan.
[Lizis, hari ini mengamuklah sesuka hatimu, puaskan semua hasratmu, tidak usah menahan diri]Ucapku dengan nada kesal.
[Baiklah, Ragilku~] Ucap Lizis tersemyum.
Kalo cuma menghancurkan mereka aja itu gampang, tapi mereka memiliki Anisa, aku tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun.
"Widia kau pergilah dan temui mereka di tempat perjanjian itu berlangsung"Ucapku.
"Baiklah!, terus bagaimana denganmu, sepertinya mereka juga mengetahui keberadaanmu, mereka akan terus mengawasi mu"Ucap Widia.
"Aku akan ikut denganmu kalau begitu"Ucapku tersenyum.
Setelah itu kami bubar dan aku pergi ketempat dimana aku bisa mendapat orang yang berguna....Itu adalah tempat.....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Prostitusi!!...
Saat ini Anisa berada di markas utama klan Daba, ketua mereka namanya Kazu dan anak pertamanya namanya Jail.
"Kenapa!?...Kenapa aku berada disini?!.....Ragil tolong aku!!"Ucap Anisa yang dikurung disebuah ruangan gelap.
"Siapapun tolong aku!!....Apa ada orang disana!!"Teriak seorang perempuan yang berada ditempat yang sama dengan Anisa.
Anisa terkejut dan mulai menyapanya.
"Nee...Apa yang kau lakukan?"Tanya Anisa.
Wanita itu membalikkan badannya dan melihat Anisa. Meski hanya tau sedikit karena tidak pencahayaan, tapi Anisa terpesona oleh kecantikan wanita itu.
"Siapa kau?"Ucap Wanita itu tersenyum.
"Aku Anisa seorang mahasiswa, kalo kau?"Tanya balik Anisa.
"Namaku Nadia, mahasiswa juga semester 2"Ucap Nadia tersenyum.
Anisa merasa bingung karena melihat senyuman Nadia yang polos walaupun sebentar lagi mereka akan dibuat hancur oleh monster itu.
Setelah itu mereka mengobrol ngobrol, Anisa tau kalo Nadia adalah anak dari konglomerat yang kaya raya, dan dia tidak tau bagaimana dia diculik?, serta kenapa dia diculik?.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Hari sudah malam, dan ini akan menjadi malam yang panjang bagi kami.
Sekarang aku dan Widia pergi ke tempat perjanjian, perjanjiannya akan berada disebuah hotel bintang 4 yang terkenal, disana kami akan bertemu pemimpin klan Dapa dan anaknya.
"Ragil, apa kau yakin dengan ini?"Tanya Widia.
"Tenang aja!"Ucapku tersenyum.
Kami pergi memasuki arena permainan kami. Tapi sepertinya mereka waspada kali sama kami, banyak kali penjaga mereka dihotel ini.
*Ting!....
Kami memasuki ruangan perjanjiannya, disitu kami hanya melihat sekumpulan orang biad*b yang sedang mempermainkan tubuh wanita. Aku gk terlalu peduli itu, cuma aku tidak melihat pemimpin mereka yang kulihat cuma anaknya.
"Yo Widia, selamat datang"Ucap Jail tersenyum.
"Yo Jail, seperti biasa hobimu sangat buruk, bisakah kau kembalikan temanku"Ucap Widia tersenyum.
"Pertama, bisakah kau perkenalkan orang yang disampingmu"Tanya Jail.
"Dia cuma pengawal favoritku, namanya Ragil"Jawab Widia.
__ADS_1
Aku cuma tersenyum, wajahku tertutup jubah hitam jadi mereka tidak akan mengenal wajah.
"Huh!...ahahahahahahahahaha....Widia apa kau tidak ingat kata kataku"Ucap Jail tertawa dan menjentikkan jarinya, setelah itu orang orang yang ada disekitarnya menodongkan pistol ke-arah kami.
"Wooy!, ini bukan seperti perjanjian!!"teriak Widia.
"Ahahaha.... Perjanjian? siapa yang peduli dengan itu!"Ucap jail tersenyum licik.
"Hehe.... Ahahahahhahahahahaha...jadi gitu, jadi ini cara kalian..."Ucapku tertawa.
"Hah!!, kenapa kau?..."Tanya Jail.
"Aku hanya lega, melihat kebusukan kalian...dengan ini aku tidak perlu menyesal.....Menghancurkan kalian semua!" Ucapku dengan mata tajam.
Aku mulai bergerak menyerang mereka tapi sebelum bergerak aku....
*Dorrr!!....
Dibunuh!.
"Ragil!!.."Teriak Widia.
"Ahahahahahahahaha....beginilah kalo banyak tingkah, dasar Anjing busuk"Ucap Jail tertawa.
"Widia, sekarang tubuhmu adalah milikku, aku akan bersenang senang dengan tubuhmu"Ucap Jail tersenyum busuk.
Setelah itu Widia diperkosa dan aku dibunuh begitu saja.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Sekarang Anisa dan Nadia masih ketakutan, tapi Nadia masih tenang seperti biasa.
"Nadia, apa kau tidak tidak takut?"Tanya Anisa.
"Gk juga, aku cuma sok kuat ajanya, sebenarnya kakiku tidak mau berhenti bergemetaran"Ucap Nadia tersenyum.
"Anisa apa kau memiliki seseorang kau sukai?"Tanya Nadia.
Anisa terkejut.
"Eh!, ke-kenapa tiba tiba?"Ucap Anisa gugup
"Bukannya siap ini kita akan mengalami pengalaman pertama, jadi setidaknya pengalaman pertamamu sama orang sukai"Ucap Nadia.
Anisa tidak terlalu memikirkannya, tapi entah kenapa setelah memikirkan apa yang akan terjadi sekarang, hatinya sakit.
"Ayah..Ibu..Lia...Ragil, aku tau sekarang kalian pasti mengkhawatirkanku tapi aku..aku..."Guman dalam hati Anisa.
"Anisa, ayok kabur dari sini"Ucap Nadia secara tiba tiba.
*Ceklek!...
Suara pintu ruangan terbuka, dan seorang pria yaitu pemimpin dari klan Daba Kazu!.
"Jadi yang mana hasil tangkapan anaku Jail, yang namanya Anisa?"Tanya Kazu kepada kami.
Tubuh Anisa langsung gemetaran ketakutan.
"Aku Anisa!.."Teriak Nadia.
Anisa terkejut karena Nadia mengangkat tangannya.
"Ho...Jadi kau, hehe...kau memiliki tubuh yang bagus juga"Ucap Kazu tersenyum.
Kazu membawa Nadia pergi, tubuh Nadia gemetaran. Nadia tersenyum kepada Anisa.
Anisa menundukkan kepalanya.
"Lagi!, aku... diselamatkan orang lagi, aku tidak mau..lagi...Nadia adalah temanku!...kenapa aku lemah kali....Ragil, aku harus bagaimana?"Guman Anisa.
*BUUUUMMMM!!!....
Tiba tiba ada yang meledak diatas, semua orang pada panik.
__ADS_1
Anisa dan Nadia terkejut.
"Wooyy, ada apa?!!"Teriak Kazu.
"Boss!...., ada serangan musuh!"Teriak anak buahnya.
"Apa!!, Bajing*n mana yang berani menyerang kita!!"Teriak Kazu.
"Mereka dari klan Izakura!! Boss!!"
"Apa katamu!!, apa kau serius!!"Teriak Kazu.
"Tidak salah lagi Boss!!, lambang itu dari klan Izakura!"
"Sial!, bukannya sekarang mereka ada di tempat perjanjian, dan bagaimana mereka tau markas kita Bangs*t, kenapa disaat seperti ini?, suruh semua anggota untuk melawan mereka!!"Teriak Kazu panik.
"Sebenarnya setengah dari anggota kita dibawa sama tuan muda Jail!, sekarang kita cuma ada sedikit!"
"Kalo gitu telpon dia, suruh kesini!!"Teriak Kazu marah.
"Soal itu...."
"Apa lagi Bangs*t!!?"Bentak Kazu kesal.
"Dari tadi ditelponin enggak dijawab jawab!"
*Buukkk!!....
Kazu kesal dan memukul tembok.
"Apa yang terjadi disini!!..."Teriak kesal Kazu.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Malam itu adalah malam yang indah dengan bulan purnama yang berwarna putih cantik dan terang, tapi kecantikannya akan ternodai dengan warna merah darah, aku yakin itu akan jadi karya seni yang luar biasa.
*Drrrttttt...Drrrttttt...
Aku tersenyum.....
Aku sekarang berada di atap bangunan tinggi memegang HP Jail yang bergetar dari tadi, sambil melihat perang antara klan Daba dan Izakura.
*Kretek!!...
Aku menghancurkan HPnya dan membuangnya.
"Ahaha...ini pemandangan yang luar biasa"Ucapku tersemyum.
Kalo kalian ingin tau bagaimana nasib Jail, sekarang dia jadi sampah mayat dan semua orang yang ada di hotel itu jadi sebuah seni mayat yang sangat indah, yang membuatnya Aku, lebih tepatnya adalah boneka yang mirip denganku dan mirip dengan Widia yang kubuat dari sihir.
Aku juga membuat ilusi agar kami nampak seperti membawa anak buah yang banyak.
"Ahahahahahahahaha....Aku tidak bisa berhenti tertawa melihat wajah mereka yang penuh dengan keputusasaan.."Tertawaku dengan penuh kepuasan.
*BUMM!!...DOR!!...DOR!!...BUMM!!...
Suara tembakan dan ledakan yang meriah.
".......,Saatnya giliran kita untuk bersenang senang"Ucapku tersenyum.
"Aku tidak percaya, kau benar benar melakukannya.....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
Kakak!".