
[Perkosa dia Ragil.],Ucap Lizis dengan serius.
"Apa kau bercanda?!",Ucapku sedikit kesal yang sekarang bersama Lia di taman yang sepi.
"Kakak...Ini panas..", Ucap Lia yang wajah nya sangat pucat.
"Tenang aja, Kakak mu ini akan melakukan sesuatu, Kau tidak perlu khawatir!",Ucapku tersenyum menenangkan Lia.
[Lizis jelaskan padaku semuanya setelah sampai ke rumah.],Ucapku dengan wajah serius.
[Sesuai perintah mu Ragil-ku],Ucap Lizis tersenyum.
Baiklah, Mari kita bawa dulu Liza ke rumah dan mendinginkan tubuhnya dengan air dingin, sebisa mungkin aku akan menggunakan sihir untuk menyembuhkan nya...
"Lia bertahanlah sedikit lagi.",Ucapku membawa Lia ke rumah.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Setelah sampai di rumah aku mencari Ayah dan Ibu tapi mereka tidak ada dirumah, Cih..Kenapa di saat seperti ini mereka tidak ada?!.
"Kakak...Tubuhku sangat panas!!",Ucap Lia yang sangat menderita dan tergeletak di Kasur nya.
"Kakak disini, kau tidak papa...",Ucapku memberikan nya Handuk yang dingin di dahi nya.
Tapi panas nya tetap tidak menurun.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Aku perlu menelpon Nisa.",Ucapku mengambil HP-ku.
[**Aku tidak menyarankan memanggil wanita itu],Ucap Lizis memeringati ku.
[Ragil, kau hanya perlu membuatnya Nikmat, bukannya kau sangat hebat dalam hal itu...], Ucap Lizis tersenyum**.
[Kau tau Lizis, jawabanku tetap lah sama, aku tidak bisa melakukannya.],Ucapku sedikit tenang.
[Kalau gitu, aku akan mengubah kalimat ku, Ragil selamatkan Keluarga mu],Ucap Lizis terus menggoda ku.
Tenang lah Ragil, Kau bisa menyelamatkan nya tanpa melakukan nya, Kau pikir siapa aku? Aku sudah berjanji akan melindungi Keluarga dan teman temanku, Apakah aku memang harus melakukannya?...Dengan adik kandung ku sendiri...Jangan bercanda!!...
__ADS_1
*Ceklek..
[Lizis bisa kau beritahu aku, kenapa bisa begini?],Tanyaku sambil keluar dari Kamar Lia.
[Kita akan langsung ke intinya, Ragil sekarang tubuhmu sudah menyatu denganku, dan dirimu akan berubah jadi Roh],Jawab Lizis dengan serius.
Setelah mendengarkan nya aku sedikit merenung kan diriku...
"Ahaha...Hahahahahahahaha..., Ini benar benar sangat konyol.",Ucapku sambil tertawa mendengar penjelasan dari Lizis.
[Jadi setelah mendengar penjelasan ku, Apa yang akan kau lakukan?],Tanya Lizis tersenyum.
[Seperti yang kau tau, mungkin kalo orang biasa bakal tidak percaya dengan ini, Tapi sayangnya aku tidak wajar],Ucapku tersenyum karena aku tau apa yang harus kulakukan.
Tubuhku bersatu dengan Roh Pendosa Nafsu, jika aku menyentuh atau seseorang menyentuh-ku, Siapa pun itu Nafsu Birahinya akan meningkat drastis, seperti kondisi Lia sekarang....., Dengan ini aku tidak bisa membiarkan Monster seperti ku di dekat mereka...., Baiklah aku sudah memutuskannya...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Aku akan pergi dalam kehidupan mereka..",Ucapku tersenyum yang sudah menetapkan tekadku.
Aku sudah memutuskan akan pergi dalam kehidupan mereka, Tapi itu nanti aja, yang perlu kulakukan sekarang adalah Menyelamatkan Lia.
[Apa kau akan melakukannya Ragil?, Dia adik mu kan], Tanya Lizis tersenyum yang penasaran akan jawabanku.
Haaaaaa....,Ini merepotkan..., Aku memang harus melakukannya....
*Ceklek...
Aku memasuki kamarnya Lia.
"Kakak..., Apa kakak akan pergi?",Ucap Lia mengkhawatirkan ku.
"Tenanglah Lia, Sekarang aku akan menyembuhkan mu.",Ucapku tersenyum percaya diri duduk di sampingnya.
"Benarkah...",Ucapku Lia yang wajahnya sangat pucat
"Aku kakakmu, dan seorang Kakak harus bisa selalu menolong adik-nya.",Ucapku tersenyum bodoh.
"Pfftt...Kakak memang bodoh.",Ucap Lia tertawa kecil.
Baiklah mari kita mulai...
"Lia, semuanya hanyalah sebuah mimpi buruk, dan Kakakmu hanyalah sebuah mimpi burukmu.", Ucapku menyentuh dahinya dan menggunakan sihir agar dia tertidur.
__ADS_1
"A-pa yang Kakak bicarakan?",Tanya Lia uang matanya mulai mengantuk.
Haaaaaahhh....Aku cuma Monster...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Setelah itu beberapa jam sudah terlewati.
"Loh, Kenapa aku ada dirumah?",Ucap Lia yang bingung kenapa dia tidur di kamarnya.
Saat Lia bangun di situ hanya ada dirinya sendiri.
"Eh!..",Lia merasa ada yang aneh di celananya.
"EEEEEEHHHHHH!!!....,Kenapa celana dalam ku basah, apa yang terjadi?",Ucap Lia sekarang sangat panik.
"Apa yang terjadi? Bukannya tadi aku sama kaka- Egh!",Ucap Lia yang kepalanya tiba tiba sakit karena mau menyebut Kakak.
"Kakak?, Apa aku punya kakak ya? Ini sangat aneh.",Ucap Lia yang bingung dan penasaran.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
[Ahaha...Ragil-ku memang hebat, Aku tidak menyangka Ragil akan menghapus semua ingatan orang lain tentang dirimu.],Ucap Lizis tersenyum senang.
"Yah, Begini lebih baik, Aku tidak ingin menghancurkan kebahagiaan mereka kalau aku cuma Monster.",Ucapku tersenyum yang sekarang berada di tempat yang jauh.
[Tapi, Yang paling membuatku terkejut adalah, Caramu menyelamatkan adikmu.],Ucap Lizis tersenyum menatap ku dengan tajam.
"Aku cuma menghilang Nafsu saja.",Ucapku tersenyum.
[Adikmu juga sangat aneh, Aku tidak percaya dia akan merasa nikmat saat membunuh orang dan bahkan itu Kakaknya sendiri],Ucap Lizis tersenyum sinis.
Adikku sangat menyukai Game FPS, dan aku hanya menyuruhnya untuk menembak diriku sendiri, tentu saja itu hanya boneka dan tolong jangan salah paham...Adikku tidak membunuh orang...Itu hanyalah Monster Menjijikkan....
"Baiklah, Apa yang harus kulakukan saat ini?",Ucapku tersenyum dan mulai membuat masa depan ku sendiri.
__ADS_1
Yaps, Aku sendiri sekarang tanpa Nisa, tanpa Lia dan ayah ibu, bahkan Zihan...., Haaa... Ini sedikit membingungkan.