
3 Tahun sudah terlewati~
“Haaaa...., Membosankan”, Ujar Lia saat ini sudah menjadi kelas 1 SMA.
“Lia, Apakah kau tidak ada kerjaan?”, Tanya Anisa dimeja mengerjakan Report nya.
Sekarang mereka berdua sedang berada di Kamar Ragil yang sudah tidak terpakai dan di jadikan mereka sebagai tempat nongkrong...
“Yah, Padahal ini Libur panjang, tapi aku tidak tau harus ngapain”, Jawab Lia yang rebahan di Kasur.
“Hmmm...., Kalau gitu mari kita jalan jalan bentar di kota”, Ajak Anisa yang ingin menghibur Lia.
“Baiklah, Aku ingin makan es krim”, Balas Lia kembali bersemangat.
Setelah itu mereka keluar untuk membeli es krim di Supermarket sebentar...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*Duk!...
Mereka memasuki supermarket dan membeli cemilan dan es krim yang banyak, dan membayarnya di meja kasir tapi...
“Apa segini saja?”, Tanyaku yang menjadi penjaga Kasir tersebut.
“Iya, Jadi semua berapa?”, Jawab Anisa.
“Semuanya jadi 67 Ribu”, Balasku dengan sopan.
Haaaa...., Apa apaan ini?, di sekian banyak kemungkinan kenapa harus bertemu mereka, tetap tenanglah Ragil...
“Ano, Apa kita pernah bertemu?”, Tanya Lia yang berada di samping Anisa terus menatapku.
“Tentu saja tidak pernah, Kita baru ketemu”, Jawabku dengan tenang.
“Ah!, Aku juga merasa seperti itu, entah kenapa aku merasa kenal dengan wajah tenang ini, tapi dalam hatinya sedang ribut”, Ujar Anisa yang mengejekku.
“Ahaha..., Itu tidak sopan mbak”, Balasku tertawa kecil berusaha untuk tenang.
“Kau benar, kami minta maaf, kalo gitu kami permisi dulu”, Salam Anisa dan pergi keluar.
---\=\=\=---
__ADS_1
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Akhirnya mereka pergi juga...
[Ha..Ha.., Tadi benar benar sangat gawat], Aku langsung merasa tenang.
[Bukannya sudah kubilang Ragil, Untuk tidak berkerja paruh waktu], Ujar Lizis menertawakan ku.
[Kau Bodoh!, Meskipun begini aku juga sangat memerlukan uang sewa apartemen dan uang makanku!], Teriakku yang sangat kesal.
[Bukan-nya Ragil hanya perlu tinggal di Kastil ku], Bujuk Lizis bersemangat.
[Hah!, Apa kau pikir aku ingin tinggal di tempat yang penuh organ organ manusia dan bagian tubuh manusia yang berserakan di mana mana?!], Teriakku yang sangat kesal karena mengingat kejadian saat aku tidur di tempat Lizis.
Sial, Meskipun aku sudah membulatkan tekad ku untuk pergi dari Keluarga ku, Aku tidak menyangka aku akan begini...
Aku tidak ingin tidur di luar dengan perut yang kelaparan, jadi sebisa mungkin aku mencari uang yang banyak...
Kupikir aku bisa mengambil uang dari Sampah yang kubunuh tapi aku tidak percaya mereka semua hanyalah pengangguran, jadi terpaksa aku harus mencari uang dengan bekerja paruh waktu...
Aku sudah berusaha untuk mengendalikan Nafsu-ku dengan baik karena banyak latihan dengan Lizis...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
“Entah kenapa aku merasa aneh saat melihat penjaga Kasir tadi, Rasanya Hati-ku sangat sakit”, Gumam Anisa yang baru keluar dari supermarket.
“Ada apa Kak Nisa, Apa mungkin kau jatuh cinta sama tukang Kasir tadi”, Ujar Lia menertawakan Anisa.
“Bukan Begitu, Aku cuma merasa kayak kenal saja!!”, Balas Anisa dengan cepat.
“Yah, Kak Nisa benar, Entah kenapa perasaan sangat sakit saat melihat tukang Kasir tersebut”, Renung Lia yang penasaran dan bingung.
Saat itu mereka melamunkan-nya di jalan dan secara kebetulan juga...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
*Ngeeeeengg!!...Tiiinnn!!...
Sebuah Truck ingin menabrak mereka, Aku yang melihatnya langsung lari ke arah mereka...
*DukDukDuk...
“Kalian Minggir lah!!”, Teriakku yang melompat dan ingin mendorong mereka.
“Eh!, Apa?!”, Anisa dan Lia akhirnya sadar, tapi...
Aku akan menggunakan sihir angin untuk mendorong mereka, tapi ini akan telat...
*Sing!...
Sesuatu bersinar di bawah kami, dan secara tiba tiba kami...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*Duk!...
Kami berpindah di tempat yang aneh, itu adalah sebuah ruangan yang sangat luas, dan tiba tiba...
“Selamat datang Wahai Para Familia Pahlawan”, Sapa seorang Putri yang ada di depan kami.
“Woy woy, Kau bercandakan”, Ucapku yang sangat lesu.
“Ini dimana?!”, Tanya Lia yang terkejut.
Ahaha..., Ini benar benar sangat klasik dan Membosankan...
[Lizis, bisa kau konfirmasi tentang situasi kami], Suruhku yang ingin memastikan sesuatu.
[Ini tidak salah, Ini adalah Sihir Pemanggilan], Jawab Lizis dengan jelas.
Yups, Kami di panggil ke dunia lain...
Tidak adakah sesuatu yang lebih merepotkan dari situasi ini...
Jawabannya...
---\=\=\=---
__ADS_1
TIDAK!!...