
Lokasi lantai 4 berhasil membuat kami terkejut, karena itu adalah sekolah kami sendiri, tapi aku tidak nyangka kalau kami akan setenang ini.
"Rasya, mari kita periksa kelas kita, aku yakin Semi ada di situ"ucapku
"baiklah"
"Kalo gitu aku akan mencari putri kita"ucap Despa
"Woy Despa apa kau ingin membunuh Anisa!!, Ragil tolong hentikan dia!"Rasya marah
"Baiklah Despa aku serahkan kepadamu"ucapku dengan santai
"Hah!, Ragil apa kau gilak!"Rasya marah
"Tenang aja Rasya, semuanya bakal baik baik saja"Aku membujuk Rasya dengan tersenyum
Rasya curiga kepada kami.
"Sebenarnya apa yang kalian rencanakan?"Rasya curiga
"Ini cuma sebuah game"aku tersenyum
Dan akhirnya dia mengerti juga. Kamipun, berpencar sesuai rencana.Aku dan Rasya sekarang ada didepan pintu kelas kami.
"Dengar Rasya, apapun yang terjadi kau harus tetap hidup"ucapku
"Aku tau"
Kami membuka pintu itu dalam hitungan ketiga.
Satu...
Dua...
Tiga...
*Bruk!!..
Swuuushh....
Kami mendobrak pintu itu, dan tiba tiba kami tertelan oleh sebuah kegelapan.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku bangun disebuah tempat yang sangat gelap.
"Sial aku punya firasat buruk tentang ini!"ucapku sangat kesal
DUUUUM!!
Tubuhku tiba tiba sakit kali, seperti ada yang menusuk jantungku.
"Apa ini?"aku kesakitan.
__ADS_1
*Ting!...
Aku sangat terkejut sekali.
"Kau?!, ini tidak mungkin!, harusnya kau sudah mati!"
Yang berada didepanku adalah Hana.Hana melihatku dengan wajah tersenyum.
"Apa benar kau Hana?"Ucapku sangat ingin menangis
"benarloh aku Hana, masa kau lupa"ucap Hana
"Bukan, kau bukan Hana, Hana harusnya sudah mati"Aku tersadarkan
"Ragil jahat kali, aku Hana loh"Hana tersenyum
*bugh
Hana memelukku dengan erat, aku berusaha memberontak tapi tidak bisa.
"Rasakanlah aku masih hangat bukan?, aku masih hidup"Ucah Hana tersenyum
"Hana sudah mati, aku sangat yakin itu, karena aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri"Ucapku yang sangat tegas
"Ragil apa aku sudah mati?"tanya Hana
"itu benar"jawabku
"kalo gitu semuanya adalah salahnya....
---\=\=\=---
RAGIL!!.."
"Semuanya salahku?"aku sangat putus asa
---\=\=\=---
Aku memejamkan mataku, memang benar itu semua salahku karena aku tidak bisa melindungi Hana.
"Sangat merepotkan!"
Itu sudah berlalu aku sudah berjanji kepada Hana untuk menyelesaikan game ini....jadi....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
BUUGH!!..
"Ra-gil?!"Hana terkejut
Aku memeluk Hana dengan erat.
"Hana sudah mati, kau bukan Hana, tapi aku minta maaf, aku minta maaf karena aku lemah, aku tidak bisa menolong mu, padahal kau selalu menolong ku..aku benar benar minta maaf..."Aku sangat merasa bersalah.
"Ragil kau kenapa?, lihatlah aku masih hidup-".
"HENTIKAN!! HANA SUDAH MATI!!"aku berteriak membentak Hana.
"Ragil?, apa kau membenciku?"tanya Hana dengan wajah murung
__ADS_1
"tentu saja tidak!"Aku sangat yakin sekali
---\=\=\=---
"puft.......ahahahahaha"Hana tertawa
"kenapa kau tertawa"aku kesal
"GK papa, lagian Ragil tidak lemah sama sekali, Ragil benar benar kuat, makanya aku jatuh cinta samamu"Hana tersenyum.
"Terima kasih Hana, aku juga sepertinya mencintai mu"
Hana tersipu malu,Aku sangat senang sekali.
*Ting!..
Tubuh Hana tiba tiba mulai menghilang pelan pelan.
"Apa yang terjadi?!"aku terkejut
"Ragil dengarkan aku, ini semua cuma ujian, jadi jika kau bisa menghadapi ujian ini, kau akan lolos, tapi kalo kau gagal kau akan selamanya tinggal disini dan tersiksa"Hana sangat serius
"jadi gitu, berarti aku lolos ujian ini"Gumanku
"benar, dan aku harus segera pergi, jadi Ragil, bi-bisa saat aku pergi, kau me-memeluk terus>///<"Hana sangat gugup
"tentu saja"aku tersenyum
Kami saling berpelukan dan itu sangat menyenangkan.
"tubuh Ragil sangat hangat"ucap Hana
"Apa benar cuma pelukan saja?, ciumanpun boleh kalo kau mau"aku menggoda Hana.
"Mungkin itu akan sangat bagus, tapi, segini saja sudah lebih dari cukup, lagian ciuman Ragil bukan untukku"Hana tersenyum atau sedih, aku tidak tau.
Aku sedikit bingung siapa yang dimaksud?.Tubuh Hana semakin mau menghilang.
"Ragil aku ingin meminta tolong padamu, boleh?"tanya Hana
"Boleh, akan kulakukan apapun, apa itu?"jawabku
"aku ingin Ragil.............!"
aku terkejut.
---\=\=\=---
"aku tidak mengerti sama sekali, tapi, akan kulakukan semampuku"jawabku
"Terima kasih Ragil, aku menyayangimu.."Ucap Hana sebelum pergi
"istirahat lah dengan tenang.."Ucapku
Kretek...kretek...
Ujiannya mulai hancur.Aku bersiap siap.
kretek....kretek...
TAS!!
Ujianku sudah berakhir, dan sepertinya yang menyambut kelolosan ku adalah Semi...
"Ragil aku tidak nyangka kau bakal berhasil melewati ujian neraka itu"Ucap Semi tersenyum
__ADS_1
aku tersenyum dengan wajah serius.
"Kalo neraka aku sudah menghadapinya seratus kali!".