
Aku membuka mataku dengan mata penuh kebencian dan kemarahan.
"Semi kau pasti akan ku bunuh!".
"Ragil kau benar benar luar biasa, tapi sayangnya cuma kau yang berhasil lolos"ucap Semi tersenyum.
Aku terkejut yang melihat tubuh Rasya masih tergeletak dibawah.
"woy Rasya, bangunlah!"aku memegang tubuh Rasya.
"Sayang sekali, dia tidak akan bangun lagi"ucap Semi
"Tch..Semi kau?!..."Aku mengepal tangan dengan kuat karena marah.
---\=\=\=---
"Tenanglah Ragil kau harus tenang, Rasya pasti bisa melewatinya, aku harus mempercayai nya!"Dalam hatiku
"Heee, sepertinya kau sudah berubah, padahal aku lebih suka kau yang dulu"ucap Semi
"Huuu...,Aku mengangkul semua perasaan temanku, tidak akan kubiarkan semuanya sia sia!"ucapku dengan tegas
"sayang sekali, kalo gitu mati kau!"ucap Semi
Kretek...Kretek...
*Tch
Semi membuat banyak sekali mayat hidup untuk menyerangku, dan yang paling kubenci mayat itu memiliki wajah yang sama dengan temanku.
"Ragil kenapa kau masih hidup~"ucap zombie zombie itu.
Mereka berjalan menujuku.
"Berikan aku Pedang dan pistol"
DOOOMM!!..
keluar pedang dan pistol di depanku.
SRUUUKKSS!...DOR!..DOR!..
Aku menghancurkan semua mayat hidup itu.
"Kau pikir aku akan segan segan, jangan meremehkan ku, kau pikir udah berapa banyak orang yang kubunuh"Ucapku dengan tubuh penuh darah.
Semi tersenyum kesenangan.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Namaku Rasya dan aku cuma anak SMA biasa, aku menyukai kehidupan sekolah ku.Aku memiliki banyak teman teman yang baik.
"Rasya selamat pagi"sapa Hana
"oh Hana, selamat pagi"sapa ku
Aku tersenyum.
"Mudah mudahan ini akan menjadi hari yang menyenangkan"dalam hatiku
Aku dan Hana pergi menuju kelasku, di sana banyak temanku juga yang menyapaku.
"Oi Rasya selamat pagi"sapa Roy tersenyum
"selamat pagi Roy"
Roy adalah teman sekelasku, dia sangat keren dan populer, dia juga ketua dari klub penelitian bahan kimia.
*Shuuuttt..
"Oke semuanya duduk, kita akan mulai pelajarannya"ucap Pak Medi datang
"baik pak"semua murid
Kami memulai pelajaran seperti biasa.
aku memejamkan mataku.
*Ting!...
"Rasya sadar lah, cepet bangun!"suara Ragil
aku masih tidur.
"Siapa yang manggil aku?"dalam hatiku
---\=\=\=---
"Rasya!"Suara Pak Medi
"Rasya!!"
"Bentar lagi, aku masih ngantuk"ucapku masih tidur
__ADS_1
BUUUKK!!...
suara pukulan meja
"Rasya!!!"
Aku kaget dan langsung membuka mataku.
"I-Iya Pak!"
"Di jam pelajaran tidak boleh tidur, nanti kau ke kantor bapak!!"Pak Medi marah
"baik pak!"aku menyesal
"Ahahahahhahahahaha..."satu kelas menertawakan ku
Aku malu sekali.
"Baiklah kita lanjutkan pelajaran kita"ucap pak Medi
Semua nya kembali seperti semula.
Dan jam pelajaran selesai, waktunya untuk istirahat.Aku dan Hana di kelas ngobrol ngobrol.
"Haaa...tadi capek kali habis dimarahin habis habisan sama pak Medi"ucapku dengan wajah pucat
"Makanya jangan tidur dalam kelas"ucap Hana mengejek ku
"Maaf Hana padahal tadi kau sudah membangunkan ku tapi aku tidak bangun"ucapku tersenyum kembali.
"Apa yang kau bilang mana ada ku banguni kau, paleng cuma perasaan mu saja"ucap Hana
"Ra-sya-ba-ngun-lah!"aku mendengar suara aneh di kepalaku
"Aduh..."aku memegang kepalaku yang tiba tiba sakit.
"Rasya kau tidak papa"Hana mengkhawatirkanku
"Aduduh...tenang aja aku tidak papa"Ucapku dengan tenang.
Meskipun begitu tiba tiba penglihatan ku jadi kabur dan kepala ku pening sekali.
"Loh.."Aku tiba tiba jatuh pingsan.
BUUK!!..
"Rasya!!"teriak Hana
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku membuka mataku pelan pelan.
"Ra-gil!"aku bangun dengan wajah bingung.
"Rasya akhirnya kau bangun juga, aku sangat khawatir"ucap Hana dengan lega.
"Hana, maaf membuatmu khawatir, aku sudah baik baik saja"ucapku
"benar tidak papa?, apa perlu ku bilang guru kau izin pulang aja?"tanya Hana masih khawatir
Aku tersenyum.
"Tenang aja, aku akan ke kelas"ucapku
Kami kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran, aku sudah baik, pelajaran berjalan dengan baik, tapi aku masih penasaran dengan suara itu.
"Apa maksud suara itu ya?!"dalam hatiku sangat bingung.
Setelah pelajaran selesai waktunya istirahat ke dua. Aku dan Hana ke atap untuk makan siang.
"nee, Rasya mau kau mendengarkan ku"ucap Hana
"Mendengarkan apa?"tanyaku
"Sebenarnya aku naksir sama Roy"ucap Hana malu malu.
Aku terkejut
"Eh?, Hana bukannya kau menyukai Ragil?"ucapku tersenyum
"Apa yang kau bilang Rasya?Ragil?......
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Siapa Ragil?".
__ADS_1
DUUUMM!!..
Aku membuat wajah bingung dan pucat.
"Apa-yang bilang Hana?, bukannya dia orang yang paling berharga untukmu, dan dia juga teman sekelas kita, kenapa kau lupa?"Aku sangat bingung.
"Dari tadi, apa yang kau bilang?"Hana kebingungan.
Aku semakin Heran.
"Hana bukannya hari itu kau bilang mencintai Ragil!!"aku membentak Hana
"Rasya tenanglah, Rasya pasti kau masih sakit ayok ku antar kau ke UKS"ucap Hana
"Ini aneh, kenapa Hana bisa lupa dengan Ragil"dalam hatiku
"Woy Hana, apa kau benar benar lupa, dia bukan orang yang dengan mudahnya kau lupakan!"aku terus membentak Hana.
"Rasya tenanglah, aku sama sekali tidak tau siapa Ragil, apa dia adikmu?"Ucap Hana
"ini aneh, pasti ini salah, aku harus mengeceknya"Aku mulai berlari menuju kelasku.
"Rasya tunggu aku, kenapa kau!?"
---\=\=\=---
Aku mengecek daftar nama kelas kami 10-A, dan disitu aku tidak melihat nama Ragil sama sekali.
"Sial, apa yang terjadi!?, kenapa dia tidak ada!?"Gumanku dalam hati yang sangat bingung
"benar juga aku akan mengecek hpku, apa mungkin aku memiliki foto nya"aku langsung melihat isi galeriku tapi tetap tidak menemukannya.
"Tidak ada!, tidak ada!, tidak ada!, Ragil sama sekali tidak ada!, kenapa tidak ada!?"aku terus mencari nama Ragil, tapi tetap tidak menemukan nya, aku menanyakan semua teman sekelasku tapi tetap tidak ada yang tau.
"Siapa Ragil?"
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku putus asa, dan menyerah mencarinya, tapi untuk terakhir kalinya aku bertanya kepada Pak Medi yaitu wali kelas kami.
"Pak Medi, apa bapak tau Ragil?"tanyaku dengan wajah murung.
"Ragil?,hmmmm..."pak Medi berpikir
Pasti hasilnya tetap sama, setelah ini aku akan melupakan Ragil.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"aaahh.., maksudmu Ragil kelas 10-B itu?"
*Ting!..
"eh?kelas 10-B?, apa bapak tau dimana dia"tanyaku yang langsung semangat.
"bapak tidak tau, tapi Anisa kayaknya tau, soalnya mereka sangat akrab"ucap Pak Medi.
"Anisa?, kalo enggak salah dia kelas 10-B juga"Gumanku
Aku tersenyum dan langsung lari mencari Anisa.
"Pak Medi terima kasih banyak, aku berutang kepada mu"aku menundukkan kepalaku kepada Pak Medi dan langsung lari
DukDukDukDukDukDuk....
Aku berlari mencari Anisa dan menemukan Anisa bersama Ragil berjalan pulang.
"nee, Ragil nanti malam kau mau makan apa"tanya Anisa
"terserahmu"jawab Ragil
---\=\=\=---
Duk!..
Kaki tidak bisa bergerak, aku terjatuh.Aku meneteskan air mataku dan tersenyum.
"Ragil masih ada, syukurlah!, sekarang aku ingat semua....Ini.......
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Bukan Duniaku!"
__ADS_1
TAAASSS!!.