Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 51


__ADS_3

“Grrr~!...”


Lebih dari puluhan ribu Dead Mill berada di depan kami.


jumblah kami hanya sekitar 127 dan prajurit kerajaan lebih dari seribu.


Ini akan jadi pertempuran yang merugikan, tapi...


“Para Pahlawan, angkat pedang kalian, jangan gentar, kita bisa menang!!”


Komandan Ksatria berteriak menyemangati seluruh prajurit.


Meskipun begitu, masih banyak Pahlawan yang ketakutan.


“Grroooorrrr!!...”


Tanpa aba-aba para DeadMill mulai menyerang kami.


Para Prajurit Kerajaan berada di barisan depan, sedangkan Pahlawan berada di belakang nya.


“Oooohhhh!!..., Kalian serangggg!!...”


“Oooohhh!!, Ikuti Tuan Hihan!!”


“Kita akan menang!!”


Komandan Hihan memerintah semua prajurit nya, dan semua prajurit semakin bersemangat.


Seperti yang di duga dari prajurit kerajaan, mereka sangat tangguh.


Sedangkan, para Pahlawan hanya menonton dari belakang sambil gemetaran.


“Dengarlah teman-teman, kita harus bertarung, aku tau kalian takut dan tidak mau mati, tapi jika kita hanya diam saja, pada akhirnya kita juga mati, kita akan menang, kita seorang pahlawan, sekarang tunjukkan kekuatan kalian, kita juga tidak mau kalah!!”


Seorang siswa SMA yang terlihat seperti ketua kelompok mereka, mulai menetapkan tekadnya.


“Baiklah!, semua ikutlah denganku!!”


Para Pahlawan mulai melakukan pergerakan untuk menyerang.


Pemandangan itu benar-benar hebat, para Pahlawan menebas semua DeadMill dengan sekali serang.


Ada yang menjadi pemanah, pelindung, dan juga umpan.


Mereka memiliki kerja sama yang luar biasa meskipun ini pertama kalinya.


Mungkin itu berkat tanda Pahlawan itu.


“Hebat!~”


“Seperti yang di duga dari Pahlawan!”


“Tapi, yang luar biasa adalah sihir dari anak itu, apa-apaan ini!, walaupun hanya tergores, tapi lukaku langsung sembuh!”


Semua orang pada melihat ke arahku yang terus memberikan sihir.


[Ragil, kau tidak papa, kau sudah memakai sihir terlalu banyak?]


“Jangan khawatir, ini bukan apa-apa, berikan aku lebih banyak lagi, Lizis, jangan menahan diri!”


[Baiklah!, Apapun yang Ragil mau, akan kulakukan.]


Saat ini aku berada di barisan paling belakang.


Anisa dan Lia, saat ini dengan tangguh melawan para DeadMill.


“Ini aneh, entah kenapa aku semakin kuat, udah gitu lukaku langsung sembuh, sepertinya Vilan telah berjuang!!”


“Kau benar kak Nisa, bukannya hanya itu, entah kenapa aku tidak ada takut lagi, ini hebat!”


Aku mendengar pujian dari Anisa dan Lia.


Mereka tanpa takut dan terus menyerang DeadMill, meskipun terluka.


Tentu saja, aku menyembuhkan mereka langsung.


Sepertinya mereka mempercayai ku.


“Grrrooorrrr!!...”


Para DeadMill mulai menjerit kewalahan, tapi tidak ada tanda-tanda mereka akan mundur.


“Aaaahhhhh!!, tolong aku!!”


“Tidak! tidak mau!, siapapun tolong aku!?, ahk!”


“Guaaagghhh!!...”


“Ah...”


Korban di pasukan kami mulai bermunculan, banyak Pahlawan yang berjatuhan dan dibunuh.


Sedangkan wanitanya diperkosa dengan kejam.

__ADS_1


“Tch, Padahal aku sudah memberikan sihir penyembuhan dan pelindung, sepertinya itu tetap tidak cukup!!”


Mau bagaimana pun, disini kami kalah jumlah.


“Jangan takut!!, terus serang!, selamatkan orang yang terluka, jangan kalah,–egh!!”


Komandan Hihan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena sedang diserang DeadMill yang lebih besar dari DeadMill lainnya.


Aku mengulurkan tangan ku, lalu akar-akar pohon yang ada di bawahku mulai keluar dan menangkap seluruh orang yang terluka.


“Oy, bertahanlah, Oy!”


“T-Tidak mau!, aku lebih baik mati saja!”


Sial.


Dia sudah hilang akal sehat, ini sudah tidak berguna walaupun ku sembuhkan.


kebanyakan para wanita yang ku selamatkan, karena mereka tidak akan di bunuh, melainkan di perkosa hingga hancur.


Para laki-laki akan langsung di bunuh oleh DeadMill atau dimakan.


DeadMill tidak memiliki akal.


“Hyaaaahhhh~!!”


“Groooorrrr!!”


Para Pahlawan dan prajurit berjuang keras di Medan perang.


Aku sebisa mungkin memberikan mereka sihir bantuan.


....


Pertarungan terus berlanjut, hari sudah sore, tapi DeadMill baru setengah dari mereka yang sudah mati.


Meskipun pasukan kami tidak kelelahan, semangat mereka mulai menghilang.


Ini bahaya.


Tubuhku juga hampir kelelahan, aku ingin pingsan.


[Master, kau tidak papa.]


“Aku tidak papa, Lizis, teruslah beri aku kekuatan terus menerus!, pertarungan masih belum selesai!”


[Baiklah!]


Korban dari prajurit kerajaan lebih banyak dari pada Pahlawan.


Lalu saat semangat para pasukan mulai menghilang, Anisa berteriak.


“Kalian berdiri, ini adalah perang!, tidak akan kubiarkan siapapun dari kita mati!, tapi untuk itu aku memerlukan kekuatan kalian, berdirilah kita akan menang, bertahanlah!, bukannya kita ingin pulang ke dunia kita!!, kalau gitu serang monster bajing*n itu, jangan ada yang mati!!, KITA INGIN PULANG!!”


Seketika para Pahlawan langsung bersemangat, mereka mulai mengingat apa saja kenangan di dunia lama mereka, dan sadar...


Kalau mereka sangat merindukan dunia mereka.


Mereka ingin hidup.


Aku juga ingin mengingat, tapi...


Apa yang kulakukan di dunia itu, jika aku bisa pulang, aku hanya akan sendirian kembali...


Dunia itu, aku tidak memiliki rumah lagi.


Tapi, sebisa mungkin aku ingin Lia dan Anisa pulang dengan selamat.


Aku tidak akan memberikan satupun dari mereka yang mati.


“Lizis, ambilkan aku pedang [Rakna]”


[Ragil!, tapi kau hanya bisa bertahan selama 5 menit!]


“Itu sudah cukup!”


[Baiklah!]


“Harta suci [Rakna]! datanglah!”


Sebuah bayangan gelap yang mirip black hole keluar di depanku.


Aku mengulurkan tanganku kedalam untuk mengambil pedang Rakna yang tersimpan di dalamnya.


Saat aku mengangkat pedang itu, energi panas mulai mengalir dalam diriku.


Nafsu membunuhku semakin meningkat.


“Kalian!, mundurlah!”


Aku berteriak, dan seketika semuanya menjadi hening saat melihat diriku yang mengangkat pedang besar.


Mereka mulai heboh.

__ADS_1


“Apa itu?!”


“Woy, Apa yang ingin kau lakukan!!”


“Luar biasa!”


Anisa dan Lia juga melihatku, mereka tampak terkejut, tapi aku melihat senyuman tipis di wajah mereka.


Aku maju dan semua pasukan mundur untuk memberiku jalan.


Aku saat ini berhadapan langsung dengan para DeadMill menjijikkan itu.


“Huuuhh!, Saatnya giliranku!!”


Aku menghela napas, dan mulai tersenyum percaya diri.


Tapi, keringat dingin mulai membasahi diriku.


mungkin karena panas yang dikeluarkan oleh Pedang Rakna, para DeadMill mulai ketakutan dan menjauhi ku.


Lalu, salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpin dari mereka berteriak.


“GRRROOOOORRRRR!!!...”


Para DeadMill lainnya juga ikut berteriak, mereka sangat berisik.


'Buuummm!!' Aku mengayunkan pedangku dan ribuan DeadMill terbakar hangus dan mati.


Cipratan dari tumbuh mereka menempel di pipiku, lalu aku mengelapnya dengan lenganku.


“Ini Merepotkan!!”


....


Pertarungan terus berlanjut , para pasukan tidak ada ikut membantuku karena takut terkena panasnya pedangku.


Mereka hanya memandangiku dengan tatapan berharap, berdoa, dan lain-lain.


Dan...


Akhirnya pertarungan selesai juga.


hanya kurun waktu 5 menit, aku menghabisi mereka semua.


Pedang Rakna langsung menghilang begitu saja saat aku terjatuh dan tergeletak di tengah-tengah Medan perang.


Orang-orang hanya takjub melihat pemandangan itu, matahari sunset yang indah mengakhiri pertempuran kami.


Dan aku adalah MVP di pertempuran ini.


Aku ingin tertawa sambil mengangkat pedangku dengan bee pose keren.


Tapi, yah sudahlah.


Sekarang aku sangat lelah.


Aku memejamkan mataku dan pingsan begitu saja.


....


Saat aku membuka mataku, aku sekarang berada di ruangan yang tidak ku kenal.


Aku melihat kesampingku sambil tergeletak di kasur.


“Ah!, akhirnya kau bangun!, aku sangat khawatir!”


Disana aku melihat Lizis yang mengantikan handuk di dahiku dengan air dingin lagi.


Sepertinya aku terkena demam.


Lizis menatapku mengelus kepala ku dan berkata.


“Kau sudah berjuang Master!”


Aku saat ini, susah untuk berbicara dan hanya tersenyum bangga.


Pertempuran kali ini kami berhasil memenangkan nya dengan korban yang banyak.


Selanjutnya pasti akan lebih berbahaya lagi.


Aku harus melatih sihir, pedang, dan para Pahlawan lainnya.


Tapi, sebelum itu, aku harus membuat rencana kembali.


Jika tidak, Dunia ini akan hancur lebur.


Ini sudah saatnya aku melakukannya.


Ada lebih dari 2 bulan sebelum perang selanjutnya.


Selama itu, aku harus membuat seluruh kerajaan menjadi satu.


Selanjutnya akan menjadi perang habis-habisan!!.

__ADS_1


__ADS_2