
"Anisa ku sayang, akan kuberikan kau kenikmatan yang luar biasa, tidak perlu berterima kasih, kitakan teman"Ucap Widia tersenyum.
Kedua pria itu mulai mendekati Anisa dengan wajah yang menyeramkan.
"Tidak mau, aku tidak mau, siapapun tolong aku!"Teriak Anisa terus memberontak.
[Yosh, sepertinya sekarang giliranku.......,Tadinya mau gitu, tapi mungkin aku akan sedikit lebih banyak mengumpulkan informasi jika kubiarkan lebih lama]Ucapku tersemyum.
[Apa maksudmu Ragil, kau tidak menolongnya, bukannya situasinya sudah gawat]Tanya Lizis yang bingung.
[Aku tidak akan menolongnya, tapi yang monolongnya adalah....]Ucapku
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Nona, akan kuberikan kau kenikmatan yang luar biasa, jadilah anak yang baik,hehehe..."Ucap Pria itu dengan wajah menjijikkan.
"HENTIKAN!!..."Teriak Zihan.
Semuanya terkejut dengan kedatangan Zihan.
"Hah! Siapa kau?!Beraninya kau mengganggu kesenanganku"Tanya Widia dengan mata sinis.
"Kau pikir aku akan memberitahu namaku sama Lac*r Brens*k sepertimu"Ucap Zihan.
"Apa katamu!!, jangan remehkan aku Dasar perjaka sialan...., kalian, berikan pelajaran kepada bajing*n itu"Ucap Widia dengan wajah kesal.
Pria-pria bawahan Widia mendekati Zihan dan mengeroyoknya.
"Ini keren!"Ucap Zihan dalam hatinya.
"Woy bocah sialan, mending lu pergi aja jangan ganggu kami kalo gk mau masuk rumah sakit!!"Ucap Pria itu dengan Intimidasi yang kuat.
Zihan tersenyum.
*BUKK!!...BUMMM!!....
Pria itu terhempas di tunjang Zihan..
"Diamlah dasar Pecundang!!"
"Bajing*n!! jangan sok keras njink!!"Ucap pria yang lain dan menyerang Zihan.
*Buukkk!...
Zihan menangkis pukulan pria itu...
"Terima kasih atas usahamu!"Ucap Zihan dengan suara kecil.
*BUUUMMM!!....
Zihan menunjang pria itu dan membuatnya terhempas jauh.
"A-Apa!, siapa kau sebenarnya bajing*n!!.."Teriak Widia yang terkejut dan mulai ketakutan.
"Namaku Zihan ingatlah itu baik baik!!.., sekarang pergilah aku gk suka mukul perempuan, dan jangan dekati Anisa lagi!"Ucap Zihan dengan gaya keren.
Widia lari ketakutan.
"Hehe...Ragil jago kali, sampai bisa membuat adegan seperti ini, agar aku bisa mendapatkan hati Anisa!"Guman dalam hati Zihan.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku tersenyum dengan penuh kepuasan.
[Ragil, apa yang kau lakukan?]Tanya Lizis tersemyum.
[Ini juga salah satu dari rencanaku!!, kalo aku keluar dan menolong Anisa, rencanaku akan sia sia...]Ucapku tersenyum.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Mari kita mundurkan waktunya di beberapa jam sebelumnya.
"Woy Zihan, apa kau menyukai Anisa!?"tanyaku.
"KE-KENAPA KAU TAU ITU KAMPRET!!..."Teriak Zihan yang malu.
__ADS_1
"Apa perlu kubantu kau, agar Anisa menyukaimu, aku teman masa kecilnya jadi aku tau semua tentangnya"Ucapku tersenyum.
"Kau serius!!, kayak mana kau membantuku"Ucap Zihan yang tidak percaya kepadaku.
"Sebenarnya aku punya kenalan yang mukanya kayak penjahat gitu, jadi aku akan menyuruhnya menjadi penjahat untuk mengganggu Anisa dan saat itu kau dengan keren menyelamatkannya, gimana? bukannya aku jenius"Ucapku dengan sombong.
"Kau jenius kali lek!!, tapi apa kenalanmu nanti mau?"Tanya Zihan.
Aku tersenyum.
"Tenang aja!, serahkan semuanya padaku!"ucapku membuat wajah bodoh.
"Ahahahahahahaha..., kau benar benar sahabat terbaikku!"Ucap Zihan yang senang kali.
"Ahahahahahahaha..., baiklah mari kita mulai rencananya!!, ini akan jadi rahasia kita berdua!!"Teriakku
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Itulah yang terjadi sebelumnya.
[Mooo, Ragilku benar benar hebat, aku mencintaimu~]Ucap Lizis.
[Tenanglah, semuanya sudah kurencanakan, ini semua demi melindungi Anisa]Ucapku tersenyum.
[Oh iya, saat itu Master memakai sihir agar pria itu melemah dan teman Master menjadi kuat, kenapa kau melakukannya?]Tanya Lizis.
[Aahh itu biar terlihat agak reality aja, dan apa kau pikir dia(Zihan) kuat untuk mengalahkan pria besar macam itu]Ucapku.
[Master benar juga]Lizis mengerti.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Anisa apa kau tidak apa apa?"Ucap Zihan mengulurkan tangannya.
Anisa berdiri dan mengabaikan tangannya Zihan.
[Haha...Seperti biasa dia sangat kejam]Ucapku tertawa kecil melihat tangan Zihan dicuekin.
"A-aku tidak papa, terima kasih, kalo gk salah kau temannya Ragil"Ucap Anisa yang sudah tenang.
"Kalo gitu aku pulang dulu!"Ucap Anisa tersemyum dan langsung pergi.
"Hati hatilah dijalan"Ucap Zihan melambaikan tangan.
Akhirnya selesai juga, dengan aku bisa keluar juga.
"Yo Zihan, apa semuanya berjalan lancar"Ucapku yang keluar dari tempat persembunyianku.
"Oh Ragil, ini benar benar luar biasa, dan kupikir aku sudah mulai disukai hehe.."Ucap Zihan dengan percaya diri.
"Ahahaha....( ̄ヘ ̄;)"Aku merasa tidak enak sama Zihan tapi biarlah...
"Yosh, baiklah mari kita buat rencana lain"Ucapku tersenyum.
"oohhh, kau memang yang terbaik Ragil"Ucap Zihan bersemangat.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Setelah itu kami ngobrol sebentar dan langsung pulang kerumah masing masing, tapi sebelum pulang aku memiliki pekerjaan yang harus kulakukan.
[Master, bukannya tadi kau membohonginya, yang tadi bukan adegan yang dibuat buat tapi itu kenyataan]Ucap Lizis.
[Tenang aja, semuanya akan jadi kenyataan]Ucapku tersenyum.
[Lizis, maukah kau ikut denganku]Ucapku.
[Aku akan terus bersama Ragil, tapi mau kemana kita?]Tanya Lizis.
[Kita akan pergi ketempat yang menarik]Ucapku tersenyum.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
>Keesokan harinya<
Di pagi hari seperti biasa.
*Krrriiiiiiiiiinnnggggggg......
*Buukk!!...
Suara Alarm yang membangunkanku dan aku memukulnya.
"Huaaaaahhhh......Aku masih ngantuk"Ucapku menguap.
"Ragilllll!!!....bangunlah makaannnnn!!"Teriak emakku.
"Iyaaaa!!,...Tungguuuuu!"teriakku yang langsung turun kebawah untuk sarapan.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*Sluuurrrppp....
"Aaahh!!,....dipagi hari memang cocok minum kopi"Ucapku tersenyum polos.
"Oh iya, bagaimana hubunganmu dengannya?"Tanya emakku.
"Sama siapa?"Ucapku
"Sama Anisa loh, emang siapa lagi"Ucap emakku tersenyum seperti ibu ibu tukang gosip.
Yaahh, hubunganku dengan Anisa sama aja.
"Biasa aja, dia hanya memandangku seperti ATM berjalannya"Ucapku dengan muka yang masih ngantuk.
"Woyy, bukannya itu belom ada kemajuan sama sekali, kau terlalu bodok anakku"Ucap Bapakku.
"Diamlah!!.."Ucapku membuat muka kesal.
"Mahh, Kakak dari dulu memang goblog!!"Ucap adik perempuanku yang masih duduk di bangku SMP kelas 1.
"Diamlah, kau mengganggu waktu minum kopiku Lia.."Ucapku.
Azelia adalah nama adikku, keluarga kami memanggilnya Lia. Tidak sepertiku, Lia adalah orang yang spesial, dia kembanggaan keluarga kami karena selalu mendapatkan juara 1 di Ujian tingkat nasional. Saat dirumah dia selalu dingin kepadaku, tapi saat aku bangun dari rumah sakit, dia nangis nangis sambil memelukku.
"Kakak apa kau berencana cuma mengabaikannya, bukannya kau menyukai kak Nisa"Ucap Lia.
Memang sih, aku menyukainya, enggak, aku sangat menyukainya, tapi bukan berarti aku ingin pacaran atau bagaimana dengannya, lagian aku yakin Anisa tidak menyukaiku, jadi kalo aku menembaknya dia GK bakalan bahagia....
[Ragilku benar benar tidak peka]Ucap Lizis.
[Diamlah,....kalian sangat menyebalkan!] ucapku sangat marah.
*Ting!..Tong!..
Seseorang datang kerumahku
"Ragil, bisa kau periksa"Ucap emakku.
"Baiklah.."aku datang kepintu luar.
*ceklek!...
Aku membuka pintunya.
"Yoo Ragil"
"Anisa!,...ada apa pagi pagi gini"Ucapku dengan muka ngantuk.
"Kenapa kau mukamu kok busuk kali, apa kau begadang"ucap Anisa.
"Yaahhh....Seperti itulah"ucapku.
"Hmmm....Biarlah, Ragil ikutlah denganku"Ucap Anisa.
"Kemana?"tanyaku
"Berbelanja!"Ucap Anisa tersenyum.
Hmmmm....kupikir karena kejadian semalam dia akan sedikit murung, tapi sepertinya dia masih segar,....Mungkin dengan berbelanja dengannya bisa membuatnya sedikit tenang.
"Oke!, tunggu aku akan siap siap dulu"Jawabku.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
---\=\=\=---
[Ah!~, master kau benar benar yang terbaik~]Suara desah Lizis.