Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 42


__ADS_3

"Ragil?...",Ucapku membuat wajah tidak senang.


Anisa terus menatapku dengan mata penasaran, tapi aku tidak boleh memberitau identitas ku sekarang, jadi Anisa maafkan aku.


"Anisa apa kau tidak papa?",Ucap Nadia mengkhawatirkan Anisa.


"Aku tidak papa Nadia"Ucap Anisa.


*NiuNiuNiu...


Pihak polisi sudah bergerak, kami harus segera mundur, aku sudah mengirim sinyal ke mereka untuk mundur, dan aku juga harus segera meninggalkan tempat ini.


"Aku tidak tau siapa Ragil, tapi tolong jangan samakan aku dengan pengucut itu yang tidak bisa menyelamatkan temannya, Aku adalah Vilan si Pendosa, ingatlah itu.",Ucapku dengan wajah kesal dan pergi dari tempat itu.


Aku menghilang dalam kegelapan malam dan itu membuatku seperti bayangan yang akan terus melindungi keluargaku dan Anisa.


*Swuuushh...Duk...


"Jadi bagaimana kakak?",Tanya Lia.


"Semuanya berjalan sesuai rencanaku dengan begini Klan Daba sudah kuhancurkan dan sepertinya Anisa juga sudah mengalahkan ketakutannya, ini membuatku bahagia sekali.",Ucapku tersenyum.


"Kalau gitu baguslah"Ucap Lia jadi tenang.


Lia sudah berusaha membantuku, mungkin aku harus memberinya hadiah.


"Lia kau juga sudah berusaha, terima kasih telah membantu ku, aku akan memberi hadiah apapun yang kau mau...",Ucapku tersenyum mengelus kepalanya.


"Baiklah aku terima hadiah darimu, dan berhenti mengelus kepalaku...", Ucap Lia sedikit kesal padaku.


Setelah itu semuanya berjalan lancar, korban terbunuh dipihak kami nol, dan korban mati di pihak musuh...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


Dua ribuan.


sudah 1 minggu berjalan~


Malam itu menjadi malam yang sangat panjang dan di nama kan 'Pembantian Iblis di malam hari', Anisa dan Nadia di interogasi polisi mengenai perang itu, tapi mereka tidak mengetahui apa apa melainkan hanya korban penculikan Daba.


Anggota klan Daba yang tersisa di penjara, dan setelah itu hari kembali normal lagi.


Tapi, tidak ada yang tau kalau pembantaian itu dilakukan oleh seorang pria kuliahan biasa yang membuat dua ribuan orang itu mati.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Dan itu lah yang terjadi Pemimpin klan Daba, Kazu Imposhem.",Ucapku tersenyum sinis.


"Jadi kau dalangnya yang membunuh anak dan bawahanku itu, seperti yang kuduga kau memiliki wajah orang busuk.",Ucap Kazu yang sekarang bersama ku.


"Aku tidak ingin mendengar itu darimu dasar SAMPAH!, yang duluan memulainya kalian kan, beraninya kau mengambil orang berharga ku dan sekarang masih hidup.",Ucapku memandangnnya dengan seperti serangga yang menggangu.


"Ragil, apa perlu kuhancurkan sampah ini, beraninya kau mengejek Ragilku"Ucap Lizis yang berada di sampingku.


Sebelum dia tenggelam di dalam lautan yang dalam, aku menyuruh Lizis untuk memindahkan nya ke Kastil-nya.


"Kau tidak perlu memikirkan itu, pikirkan lah kalau kau sekarang akan merasakan siksa neraka!",Ucapku tersenyum.


"Ahahahahahahaha....Kau pikir kau siapa bocah? jika kakak-ku tau kalau Klan Daba dihancurkan dia tidak akan tinggal diam, biar kau tau dia itu Mafia terkejam sedunia yang pernah ada, aku yakin dia akan menghancurkan kalian semua!,...Tapi kalau kau membiarkanku hidup dan memberikanku wanita ini aku akan meminta kakakku untuk tidak menggangu kalian!!"Teriak Kazu melihat Lizis dengan pandangan sangat menjijikkan.


Hmmmm....., sepertinya dia benar benar membuatku muak, kurasa aku tidak bisa menggunakannya, aku tidak membutuhkan sesuatu yang tidak berguna lagi, mungkin aku akan membunuhnya...


*Tok...Tok...


[Kakak, apa kau ada di dalam],Ucap Lia mengetok pintu kamar-ku.


"Maaf Lizis, sepertinya adikku memanggilku, sisa-nya kuserahkan padamu, lakukanlah sesukamu kepada sampah ini, aku muak melihat wajah nya.",Ucapku memandang Kazu.


"Sesuai perintahmu Master.",Ucap Lizis tersemyum kesenangan.

__ADS_1


"Kalau sudah selesai beritahu aku, aku akan memberikan mu hadiah juga Lizis.",Ucapku tersenyum.


"Aahh~♡, baiklah Ragil kau berjanji denganku...",Ucap Lizis tersenyum.


"Woy bagaimana dengan kesepakatan kita, jika kau tidak melepaskan ku kakak-ku akan-"


"Ah... soal itu ya, kau jangan khawatir akukan sudah bilang akan menghancurkan kalian semua tanpa tersisa, semua anggota mu yang dipenjara aku sudah membunuh mereka semua, sekarang lebih baik kau mensyukuri waktumu karena bisa menunggu sebelum kau mati.",Ucapku tersenyum sinis menatap wajah putus asa Kazu.


"Bajing*n Brens*k Bangs*t ****** ****.",Teriak Kazu yang putus asa akan takdirnya.


Setelah itu aku pergi dari dimensi Kastil Lizis ke dunia nyata. Dan aku sedikit kepikiran tentang kakaknya Kazu, sepertinya aku harus mencari informasi lebih banyak sama Istrinya Kazu.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Aku terbangun di kamar tidurku, sepertinya hari sudah malam.


*Tok...Tok...


"Kakak, apa kau di dalam?"Ucap Lia mengetok pintu kamarku.


"Yah,... Tunggu lah bentar!",Ucapku pergi membuka pintu kamarku.


*Ceklek...


"Ada apa Lia, malam malam gini.",Ucapku kepada adikku.


"Apa kakak lupa dengan janji kakak saat aku membantu kakak menyelamatkan kak Nisa.",Ucap Lia bersemangat.


Yah, kalo gk salah aku pernah membuat janji seperti itu tentang aku akan melakukan apapun untuk nya.


"Jadi, apa yang kau inginkan Lia.",Ucapku tersenyum.

__ADS_1


"Aku ingin kakak dalam waktu satu hari untuk menjadi Pacarku!"Ucap Lia adik perempuan imut ku bersemangat.


"Eh!...".


__ADS_2