Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 13


__ADS_3

"bukan aku!!, kalian jangan asal menuduh!!"Roy kehilangan akal dan dia melihat ke arah Hana


Kami melihat Roy dengan mata merendahkannya.


"kau dasar pelac*r mati aja kau!!!, benar!! aku yang bunuh emang kenapa!! lagian mereka yang mati akan kukasih peti yang bagus untuk mereka kalo aku sudah mendapatkan uangnya!! mereka harus berterima kasih samaku!!"ucap Roy yang sudah kehilangan akal.


"Roy kau cuma sampah"ucapku


Terus Despa datang secara tiba tiba.Dia menghentikan Roy hanya dengan kata "berhenti" yang dia ucapkan.


"Selamat, kalian telah menemukan pembunuhnya, aku enggak nyangka kalo ada penghianat disini"Despa tersenyum


Semua orang sangat senang sekali meskipun temannya nanti pasti akan di bunuh, mereka hanya memikirkan diri sendiri apa ini sifat asli manusia?...


"saa...saatnya Sentence Time(waktu hukuman), hukuman seperti apa yang cocok untuk seorang penghianat"Despa kesenangan


Despa mengeluarkan sesuatu seperti penjara dan di bawahnya ada api yang membuat besi penjara itu menjadi panas.


Despa melempar Roy masuk ke dalam penjara itu hidup hidup.


"aaarrrrggghhhh.....panas!!panas!! tolong keluar kan aku dari sini!! panas! panas! aaaarrrrrgggghhhh....!!!"teriak Roy tersiksa


"hehehe....hahahahahahahahahaha.... bukannya itu sesuatu yang indah sekali, hukuman yang sangat cocok bagi penghianat"Despa tersenyum dan tertawa


Banyak yang muntah melihat tubuh Roy perlahan lahan meleleh dipanggang entah kenapa aku enggak bisa mengalihkan mataku dari pemandangan itu tapi anehnya kesadarannya masih ada....di dalam situ dia hanya bisa meminta tolong tapi tidak ada yang membantunya.


setelah beberapa jam kemudian..


"mungkin segini aja sudah cukup hihi.."ucap Despa


Setelah tubuhnya Roy meleleh dia dilepaskan dari penjara itu dengan kesadaran yang masih ada.


"tolong aku..ampuni aku!!"Roy meminta tolong kepada Despa


Tapi dia memijak Roy dengan sangat kuat sampai dia mati.


**


**


**


**


**


"Menjijikkan hahahaha..."ucap Despa dengan tertawa kecil

__ADS_1


Setelah itu kami pergi dari situ seperti selama ini tidak terjadi apa apa, yang kami rasakan hanya rasa lega karena tidak mati.


"Semi bisa kita bicara sebentar"tanyaku


"apa kau marah?"jawab Semi


"aku tidak tau, pokoknya ikutlah denganku"ucapku


Kami pergi ketempat yang sepi berdua aja.


"Semi kau kan yang ngambil racunku dan memberikannya kepada Roy terus membujuknya untuk membunuh"tanyaku


"kenapa kau, tidak mungkin aku melakukannya"jawab Semi yang mencurigakan


"Semi tolong tunjukkan wajah aslimu aku mohon sekarang tidak usah berbohong lagi"ucapku


**


**


**


**


**


"Ara sepertinya aku ketahuan hihi.."Semi tersenyum


"saat aku kecil, aku sering melihat orang seperti mu jadi aku sudah sadar dari awal"jawabku


"ahahahhaha...hebat kali, bener apa katamu aku yang telah membuat Roy membunuh semuanya, sangat gampang kali"ucap Semi tertawa


"kenapa kau melakukannya!!?"ucapku sangat marah.


**


**


**


**


**


"semuanya untuk bersenang senang!!"ucap Semi tersenyum


"apa katamu!!"aku sangat marah

__ADS_1


"agar bisa keluar dari game ini kita harus menghibur orang itu makanya aku melakukannya"ucap Semi


"tapi?, tapi itu teman sekelasmu !!"


"aku tidak peduli,.... dan sebenarnya aku mencintaimu, saat itu kau sangat gagah kali, dan ekspresimu saat putus asa sangat luar biasa aku sampai basah"ucap Semi tersenyum


Aku hanya bisa diam karena kalo aku memarahinya itu seperti apa yang dia inginkan.Dia berbisik sesuatu di kupingku..


"Kau adalah bonekaku~"bisikan Semi


Setelah itu kamipun pergi.


**


**


**


**


keesokan harinya kami berbincang bincang bersama sepertinya teman sekelasku mulai mempercayaiku, dan wajah asli Semi tidak kubicarakan sama siapapun tapi saat kami berdua saja dia selalu menggoda ku jadi aku sedikit gelisah.


1 Agustus 2018, sepertinya game ketiga akan di mulai seperti biasa kami di suruh berkumpul di ruangan yang sama, kami di buat terkejut dengan kata kata Despa.


"saatnya memainkan game ketiga kita sekaligus game terakhir kita"ucap Despa tersenyum


Kami semuanya terkejut dengan kata Game Terakhir.


"apa maksudmu?!!"ucapku


"Maksudnya ya seperti itu, ini adalah game terakhir kalian dan kalo kalian bisa menyelesaikannya kalian bisa bebas"ucap Despa tersenyum


Semuanya terlihat sangat senang karena tau kalo mereka bisa keluar dan pulang, tapi aku sedikit gelisah dan curiga kenapa ini adalah game terakhir?..


"sepertinya semua sudah tidak sabar,..nama game yang akan kita mainkan adalah.....


***


***


***


-------------\=\=\=\=\=--------------


***


***

__ADS_1


***


'Selamatkan tuan putri'!!".


__ADS_2