Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 37


__ADS_3

Hari ini aku pergi berbelanja dengan Anisa, mungkin ini juga bisa disebut kencan atau tidak.


*Hah...hah...hah...


"Woy Nisa, kita akan pergi kemana lagi?, aku ingin istirahat sebentar"Ucapku yang kelelahan disuruh bawa barangnya.


"Kau benar benar payah kali, masih banyak buku yang ingin kubeli, apa kau ingin membuat perempuan lembut sepertiku membawa barang berat itu sendiri"Ucap Anisa tersemyum.


"Jadi bertahanlah, mari kita istirahat sebentar"Ucap Anisa langsung pergi.


"Hah....Ini bukan kencan sama sekali!.."Gumanku.


Aku terus mengikuti perintah Anisa, dan kami singgah di sebuah kafe untuk istirahat.


"Nisa, buat apa kau beli buku banyak kali?"tanyaku.


"Itu...Rahasia perempuan"Ucap Anisa yang sepertinya tidak ingin mengatakannya.


"Tapi...., mau dilihat darimana pun bukannya itu Novel romantis"Ucapku dalam hati dan berpura pura tidak pernah melihatnya.


[Master daritadi ada yang mengawasi kita]ucap Lizis.


[Aku tau itu, saat ini biarkan aja]Ucapku.


[Baiklah...]


"Oke, Ragil ayo kita pergi lagi...."Ucap Anisa dengan semangat.


"Eeehhh...sudah mau pergi lagi!, tolong biarkan aku istirahat lebih lama lagi"Ucapku.


"Kalo gitu apa kau akan meninggalkan gadis sepertiku berjalan sendirian"Ucap Anisa tersemyum.


"Apa kau monster..!!"Ucapku.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami, ini sangat merepotkan dan melelahkan tapi, ini juga sangat menyenangkan.


"Woy Ragil cepatlah...."Ucap Anisa berjalan mundur.


*Buk!..


"Aduh!...Ano, aku minta ma-"Anisa menabrak seseorang.


"Woy!!, apa jalan lihat lihat dong!! njink!"Ucap pria yang ditabrak.


Aku langsung lari membantu Anisa.


"Aku minta maaf, sepertinya kawanku terlalu bersemangat, jadi tolong maafkan dia"Ucapku dengan sopan.


"Aahh!! biarlah!, lain kali hati hati!"Ucap pria itu dengan kasar dan langsung pergi.


"Aku benar benar minta maaf!"Ucapku.


Aaaahhh....sial, aku sangat kesal dengan sikapnya, apa perlu kuberi pelajaran nanti.


[Ragil, apa perlu kubasmi dia] Ucap Lizis yang bersemangat.


[Enggak, biarkan aja...]Ucapku.


"Woy Nisa apa kau tidak apa apa?!"Ucapku.

__ADS_1


*Duk...


Anisa terjatuh duduk, aku melihat tubuhnya yang gemetaran ketakutan, sepertinya dia masih trauma, makanya tadi bertingkah aneh.Aku memeluknya untuk membuatnya tenang.


Sial, aku harus kayak mana, aku tidak yakin Anisa bisa berjalan sekarang, pertama aku ingin mencari tempat sepi dan membawanya.


Aku melihat sekitar.


"Oke, disana bagus.."Ucapku menemukan tempat sepi dan langsung kepergi kesana menggendong Anisa.


Kami sekarang berada di taman kota, aku mengistirahatkan Anisa disitu.


[Nee, Master apa boleh aku menanyakan sesuatu, kenapa Master melakukan ini, bukannya? sampai membuatnya trauma]Tanya Lizis.


[Aku melakukannya untuk melindunginya]Jawabku dengan santai.


[Bukannya Master tinggal melindunginya dari belakang, dari pada melakukan ini] Ucap Lizis.


[Ya, itu semua kulakukan untuk dirinya agar membuatnya menjadi kuat, aku harus melakukan ini, aku tidak ingin dia terus tergantung kepadaku, kalo tidak ada aku dia pasti akan menyerah kepada hidupnya]Ucapku dengan wajah khawatir.


[Emang kenapa, tiba tiba kau nanyak kayak gini?]Tanyaku.


[GK papa aku cuma penasaran aja, dan apa boleh aku nanyak lagi?]Ucap Lizis.


[Apa?...]


[Mau sampai kapan Master menyembunyikan perasaan Master kepada gadis ini]


Aku cuma bisa memalingkan wajahku.


[Lizis bisa kau diam sebentar, aku minta tolong samamu]Ucapku


Lizis terdiam karena tau kalo aku terlalu sensitif sama itu.


Aku tau kalau aku sangat mencintai Anisa, aku tidak ingin dia membenciku makanya aku membuat sebuah topeng dihadapannya, Dan aku tau aku tidak layak untuk berdiri disamping Anisa. Dia adalah cahaya dan aku adalah kegelapan, jika aku disampingnya itu hanya akan membuatnya tersakiti.


Aku akan membantunya menjadi cahaya yang dapat menyelamatkan semua orang dan membuat teman yang banyak untuk berdiri disampingnya, jadi aku hanya akan membantunya dibalik bayangan demi itu aku akan melakukan apapun.....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Membunuhku!...


"Egh!!,..."Ucap Anisa membuka matanya.


"Oh, apa kau sudah bangun?"Tanyaku.


Anisa terkejut dengan kondisinya.


"Aahh!!..., aku tidak mau!! tidak mau!!"Teriak Anisa yang hilang kendali.


"Woy tenanglah, ini aku"Ucapku menenangkan Anisa.


"Tidakkk!!, jangan sentuh aku!!"Teriak Anisa ketakutan.


*Duk..


"Hey tenanglah Nisa, ini aku Ragil, semua tidak papa, tenanglah"Aku memeluk Anisa untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Ragil?...Benarkah kau Ragil?"Ucap Anisa mulai tenang.


"Enggak, sebenarnya aku adalah Alien yang memasuki tubuh Ragil"Ucapku menghibur Anisa.


"Pfft..Haha...Itu lawakan yang tidak lucu, kau benar benar Ragil...ahahahahahaha"Ucap Anisa yang sepertinya sudah tentang.


"Yosh, apa kau sudah tenang?"Tanyaku.


"Aku sudah tenang"Ucap Anisa tersemyum.


---\=\=\=---


"A-Ano...Ra-Ragil bisa kau melepaskan ini"Ucap Anisa dengan wajah merah karena malu.


Aku tidak sadar kalo aku masih memeluknya, akupun langsung melepaskannya.


"Sorry..."Ucapku.


"Ti-tidak papa..."Ucap Anisa yang wajahnya masih merah.


Kami sekarang jadi pusat perhatian.


"Ara ara~, anak muda jaman sekarang sangat mesra sekali~"Pikir ibu ibu yang numpang lewat melihat kami.


"Sial!, aku sangat iri, meledaklah kalian!"Pikir om om yang numpang lewat melihat kami.


"Heh!, Nikmatilah waktu muda kalian, wahai anak muda!"Pikir anjing yang numpang lewat melihat kami.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Setelah itu aku pergi mengantar Anisa pulang sampai rumahnya. Kondisi Anisa saat ini sedang dalam keadaan tidak stabil mentalnya, tapi aku benar benar minta maaf Anisa, aku tau kau sedang dalam keadaan tidak stabil, tapi meskipun begitu...aku....


"Lizis! kita lanjutkan ke rencana selanjutnya"Ucapku dengan wajah serius.


[Tentu saja~, aku akan melakukan apapun untuk Ragilku tercinta~] Ucap Lizis bersemangat.


[Bagus, mungkin ini terlalu kejam untuk Anisa saat ini, tapi....aku yakin dia bisa melakukannya]Ucapku tersemyum.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


*Buk...


Anisa lompat ketempat tidurnya.


"Aaaahhhh!!, tadi aku sangat senang kali pas dipeluk Ragil!!, tapi sebisa mungkin aku ingin menyembunyikan perasaanku ini"Ucap Anisa yang kesenangan.


"Kalian!...."Ucapku membuka topengku


"Lakukanlah yang terbaik sesuai dengan rencananya!"Ucapku tersemyum.


"Ragil!...kau tau, kau lebih buruk dariku!"


Aku tersenyum dan tertawa kecil.


"Ohh.... Akhirnya kau datang juga, aku pikir kau tidak akan datang....


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


---\=\=\=---


Widia!".


__ADS_2