
Namaku Radit, murid SMA biasa dan sekarang aku harus membunuh teman sekelasku sendiri.
"Woooy kalian beneran ikut, yang kita lakukan adalah pembunuhan!!"ucap Radit
"kita tidak punya pilihan lain"ucap Ivan
"tapi..tapi.."Radit bingung
"Buang aja semua sifatmu itu, kami ingin pulang!!"Teriak Ivan memukul Radit.
"kalo udah ngerti, ambil posisimu"ucap Ivan
Aku cuma sampah.Padahal aku cuma ingin hidup dengan damai bersama teman temanku.
"Haaa...gimana caranya aku bisa menolong mereka ya"gumanku
"nee...Radit bisa kesini sebentar~"ucap Semi
"Semi?, ada apa"Radit pergi ke arah Semi
"pokoknya kesini dulu"Semi sepertinya merencanakan sesuatu.
Radit pergi menuju ke arah Semi tanpa keraguan sedikitpun. Sekarang mereka sedang berdua saja.
"Radit apa kau ingin menyelamatkan semuanya?"ucap Semi
"apa kau ingin menjadi peran seorang tokoh utama?"ucap Semi
"kalo kau pasti bisa, soalnya cuma kau yang memikirkan semuanya"ucap Semi sambil menggodanya dengan memeluknya
"kenapa kau Semi?"tanya Radit gugup
"kau seorang pahlawan, pasti kau bisa menyelamatkan semuanya termasuk aku~"Semi menggoda Radit
glek~
"kau seorang pahlawan jadi kau berhak untuk memerintah mereka, si Ivan cuma iri samamu"ucap Semi tersenyum
"jadi siapapun yang membantahmu harus dihukum, kau cuma ingin menyelamatkan semuanya kan, tapi mereka membantah mu"ucap Semi
"kau harus menghukum semuanya karena telah membantah perintah seorang pahlawan"ucap Semi
"Gimana caranya?"tanya Radit
__ADS_1
"itu sangat gampang, kau hanya perlu membuat mereka menderita, terus kau bunuh"ucap Semi tersenyum
"tapi itu se.....eegghh"ucap Radit yang tiba tiba di cium Semi
"tenang aja kau punya hak untuk itu"Semi tersenyum
Radit yang mendengar langsung terus mencium bibir dan lidah Semi terus menerus sampai Radit puas mencium bibir lembut Semi.
"Semi? apa kau sekutuku?"ucap Radit dengan wajah datar
"tentu saja, aku sekutumu kau adalah palahwanku"ucap Semi terus menggodanya
"kalo gitu ini perintah, buka semua pakaianmu sekarang juga"perintah Radit
Semi tersenyum kecil.
"aku mengerti, aku adalah milikmu"Semi membuka bajunya satu persatu pakaiannya di depan Radit.
"kyaaa....."teriak kecil Semi
Radit yang melihatnya tidak bisa menahan nafsunya mendorong Semi jatuh dan menindihnya.
"Semi apa boleh aku melakukannya"ucap Radit menindih Semi
"boleh loh, aku adalah milikmu"ucap Semi memegang kepala Radit
Radit terus mencium Semi.
"aaah~...aaah~...aaah~..."
Setelah beberapa lama kemudian.
"Nee...Radit bisa aku meminta tolong"ucap Semi
"apa itu, apa pun akan kulakukan untukmu"ucap Radit
"sebenarnya selama ini aku selalu melakukan hal ini sama Ragil, dia terus memaksa ku melakukannya kalo tidak aku akan dibawah ke Despa dan dibunuh, dia terus memanggilku ke kamarnya aku? aku?.. sangat takut!"Semi menundukkan kepalanya, menutup mukanya dengan kedua tangan dan mulai menangis.
Radit yang melihatnya langsung marah.
"Aku mengerti, aku akan membunuh Ragil bangs*t itu, kau tenang aja aku akan membalaskan dendam mu!!"ucap Radit sambil berdiri
"syukurlah, dengan ini aku tidak usah takut lagi"ucap Semi yang nampak lega
__ADS_1
"tentu saja, kau tenang aja karena aku adalah seorang palahwan! ahahahahahaha.."ucap Radit yang sudah kehilangan akal sehatnya
"benar benar aku sangat bersyukur karena kau cuma sampah~!"ucap Semi dengan suara kecil.
Mereka berduapun pergi secara berpisah, mereka pergi ke lantai mereka masing masing.
Semi terlihat sangat senang sekali.
"Ragil dengan ini kau pasti bisa lebih bersenang senang, aku sudah membuat boneka baru, tunjukkan kepadaku boneka mana yang lebih hebat....
**
**
**
**
**
**
Dalam menghiburku!!".
keesokan harinya
Sekarang kelompok Ragil sedang dalam perjalanan menuju ke lantai berikutnya, yaitu lantai dua, palahwan di lantai dua adalah Radit!.
"hehe~, ruangannya terlihat seperti sebuah ruangan singgasana seorang raja"ucap Despa tertawa kecil
"siapa palahwan penjaga lantai ini?"ucap Rasya
"Yoo..kalian sepertinya sudah tiba, aku tidak menyanka kalian bisa sampai disini"ucap Radit yang tiba tiba muncul entah dari mana.
"Radit, rupanya kau penjaga lantai ini, tolong biarkan kami lew.."Ucap Ragil yang terkejut
"buuuk..!!"suara keras
Ragil kaget karena tiba tiba ada pedang yang terbang dan juga hampir mengenai nya.Rupanya asal pedangnya berasal dari arah Radit.
"Radit!!"Teriak Ragil
"hehe~, dengarkan kekuatanku adalah mengwujud fisikkan semua yang ku mau, jadi aku bisa membuat semua benda yang ku inginkan"Ucap Radit tersenyum.
__ADS_1
"Seperti yang kuduga dia juga sudah kehilangan akal sehat nya!"ucap Ragil.