
Hari sudah menjelang malam, kelompok kami beristirahat di dalam satu ruangan saja...
“Jadi Anisa, Apa yang akan kau lakukan sekarang?”, Tanyaku dengan santai.
“Tentu saja kita akan menang!”, Jawab Anisa dengan wajah serius.
Haaaaaaahhh.., Ini sedikit merepotkan...
“Huuuu!.., Bagaimana ini?!”, Ujar Hilda sambil menangis histeris.
“Tenanglah Kak Hilda, kita pasti akan menang!”, Hibur Lia sambil memegang punggung Hilda.
“Aku membantu-mu sebisa ku, mungkin ini terlalu cepat untuk bertengkar dengan kelompok lain, tapi biar lah!”, Ujar diriku sambil memikirkan sesuatu.
“Aku minta ma'af, dan Terima kasih!!”, Ucap Anisa tersenyum lega.
---\=\=\=---
Kami membuat pertaruhan dengan kelompok lain yaitu kelompok Gula, Gendut itu dengan kesal dan tersenyum percaya diri menerimanya...
Tapi sekarang taruhan nya menjadi lebih parah, bukannya hanya Hilda tapi kami semua akan dalam bahaya jika kalah...
Tapi, aku merasa tidak akan kalah sama sekali, aku yakin ini akan jadi mudah...
“Oh iya, kalo gak salah aku menyadari sesuatu yang aneh”, Gumam diriku.
“Apa itu?”, Tanya Lia penasaran.
“Sepertinya, setiap Pahlawan di panggil dari zaman zaman yang berbeda-beda”, Jawabku memgkedip satu mata ku.
“Apa maksudnya itu?”, Tanya Lia.
“Aku sedikit berbicara dengan Pahlawan lainnya, aku mengetahui sesuatu, kalo gak salah di Dunia kita sekarang sedang musim hujan, dan saat itu juga mereka bilang kalau sekarang di Dunia mereka sedang musim semi, panas, dan masih dalam zaman perang”, Jawabku sambil tersenyum.
__ADS_1
Tapi, sekarang itu tidak penting...
“Heeee..., Aku tidak tau kalau kau sudah akrab dengan Pahlawan lainnya”, Ujar Anisa.
Aku hanya diam dan mengabaikan nya...
Di dalam pedalaman hutan sesuatu sedang bergerak...
---\=\=\=---
*Bruuussshhh!...
*Kresek!...Kresek!...
“Grooorrrr!!...”, Jerit seekor DeadMill.
“Sial, kita ketahuan!”, Ucap seorang wanita bersembunyi di semak semak.
*Krusuk!..Krusuk!..
“Aarrrrrggghhhhh!!...”, Jerit kedua perempuan tersebut kesakitan.
Sekawanan DeadMill dengan kecepatan yang luar biasa mendekati dan mengepung kedua wanita tersebut lalu mereka tanpa ampun menyerang mereka dan memperkosa mereka sampai hancur...
---\=\=\=---
“Haaaahhh..., Sepertinya boneka-ku sudah hancur!”, Gumamku yang saat itu juga menggunakan sihir boneka untuk mengintai pergerakan DeadMill.
Pergerakan DeadMill lebih cepat dari yang ku perkirakan, jumlah mereka juga benar benar luar biasa banyak, bahkan aku tidak bisa menebak jumlah mereka...
Ini akan jadi pertempuran yang menyulitkan...
---\=\=\=---
__ADS_1
“Kau tidak papa Tuan Vilan, Wajahmu sangat pucat lo”, Tanya Hilda yang khawatir.
“Aku tak papa, kalian istirahat lah yang banyak”, Jawabku tersenyum.
“Baiklah”, Hilda mengabaikan nya dan tertidur lagi.
---\=\=\=---
[Ragil, Apakah ada yang salah?], Tanya Lizis penasaran.
[Lizis, Ajarkan aku menggunakan Rakna, kali ini mohon pakai cara yang lebih sulit tidak papa, asalkan aku bisa cepat menggunakan nya kembali], Suruh yang mengabaikan pertanyaan Lizis.
[Baiklah, Sesuai perintahmu Tuan ku], Jawab Lizis tersenyum.
Aku merasakan perasaan yang sangat buruk, ku harap semuanya berjalan dengan lancar...
---\=\=\=---
Keesokan harinya~
Di pagi hari kami semua seluruh Pahlawan berkumpul di area yang akan menjadi Medan Perang dan para Dead Mill semuanya menampak dirinya yang sangat menjijikkan...
“Haaahhh..., Lebih baik aku sarapan terlebih dahulu tadi”, Gumam diriku dengan wajah lesu.
“Yups, Aku sudah tidak selera makan lagi setelah melihat mereka!”, Balas Anisa yang tenang.
Baiklah, kurasa sudah saatnya untuk pamer...
“KALIAN INGATLAH INI!!”, Teriakku yang menarik banyak perhatian.
“JANGAN ADA YANG LARI DARI PERTEMPURAN, TENANG SAJA, Walaupun kalian terluka aku akan menyembuhkan nya!!”, Teriakku penuh percaya diri.
“ROOOOAAAAARRRRRR!!...”.
__ADS_1