
Mari kita lihat apa yang sebenarnya terjadi, kita undur waktunya beberapa saat yang lalu.
[Ragil!, kenapa kau perlu ke prostitusi!, apa tubuhku kurang memuaskan!"Teriak Lizis yang sangat marah.
[Tenanglah, bukan begitu, bukan berarti aku kurang puas samamu, kau yang terbaik Lizis, cuma kita memerlukan informasi]Ucapku.
[Apa perlu disana?] Tanya Lizis.
[Yap, cuma disini kita mendapatkan informasi yang bagus, itu adalah Hotel Prostitusi milik klan Daba, pemilik Hotel itu Istri sah dari pemimpin klan Daba, kita hanya perlu membuatnya membuka mulutnya]Ucapku tersenyum.
[Apa kau yakin dia mau membuka mulutnya?]Tanya Lizis.
[Sudah kubilang tenanglah, wanita tidak hanya memiliki satu mulut, mari kita buka mulut yang bawahnya terlebih dahulu] Ucapku tersenyum sinis.
[Ahahahahahaha....Ragilku memang mesum ya]Ucap Lizis yang tertawa kesenangan.
[Tentu saja, aku adalah tuan dari roh agung pendosa Nafsu, jadi wajar aja]Ucapku.
*Duk!...
Yosh, Akhirnya kita sampai juga di Hotel tujuan kita.
Kami memasuki hotel itu dengan santai, seperti sudah terbiasa dengan ini.
"Selamat datang di hotel kami, tuan ingin berapa malam menginap disini"Ucap Resepsionis yang memiliki tubuh aduhai.
"Aku hanya ingin satu malam menginap disini"Ucapku dengan santai.
"Baiklah, dengan nama siapa?"Tanya Resepsionis itu.
Aku memikirkan nama lain yang bagus untuk ku.
"Baiklah, buat aja disitu Vilan"Ucapku tersenyum.
"Baiklah deng-"
"Dan aku ingin wanita yang tidur denganku adalah Manager kalian"Ucapku memotong perkataan nya.
Resepsionis itu sangat terkejut dengan kata kataku, dan secara tiba tiba suasananya berubah menjadi serius.
"Kalo soal itu maaf tuan Vilan, saya tidak bisa memenuhi keinginan anda"Ucap Resepsionis itu dengan sopan.
Seperti yang kuduga dia akan bilang begitu, tapi sayangnya nyonya kau memilih keputusan yang salah.
"Bolehkah aku mengetahui alasannya apa?"Tanya dengan sopan.
"Bolehkan aku tidak berbicara dengan formal tuan Vilan"Ucap Resepsionis wanita itu.
"Tentu, silahkan!"
Resepsionis itu memelotiku dengan penuh intimidasi.
"Hey nak, biar kau tau ya, kau tidak pantas tidur bersama manager kami, siapa kau?!, apa maumu?! jika tidak ada pergilah dari sini"Ucap Resepsionis itu dengan nada kasar.
Akhirnya dia mengungkapkan wajah aslinya.
Aku mendekati wajahku ke telinganya.
"Tidak pantas ya?..., Kalau gitu, jika aku bisa memuaskanmu apakah aku pantas"Ucapku tersenyum membisik ditelinganya.
"Hah!,..kau pikir kau bisa dasar bocah!"Ucap Resepsionis itu.
*Huuuuff....
"Hnnnn~!..."Desah Resepsionis itu yang sangat imut dan dengan wajah yang penuh gairah nafsu.
Aku menghembuskan nafasku ketelinganya, tapi itu bukan sekedar nafas, aku menggunakan skill Nafsu Lizis yaitu >>Peningkatan Nafsu Birahi<<, ini adalah skill yang sangat berguna.
"Hah!~...Hah~....Hah~...."Desah Resepsionis wanita itu yang duduk dilantai, karena nafsunya yang terlalu tinggi.
"Jadi nyonya Resepsionis, bagaimana kalau aku memuaskan tubuhmu dengan begini kau bisa mengujiku pantas atau tidak bukan"Ucapku tersenyum.
"Hah~..."Nafsu Resepsionis itu udah tidak tertahankan.
"Baiklah mari kita pindah ke tempat tidur aja pembicaraan kita ini"Ucapku
"Ba-Baiklah..."Ucap Resepsionis itu dengan wajah penuh gairah.
Aku tersenyum.
__ADS_1
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Ah~Ahn~Ah~, ini nikmat sekali~"Ucap Resepsionis itu menggoyangkan pinggulnya di atasku.
"Bagaimana? bukannya ini berbeda dengan pengalaman yang selama ini kau jalani"Ucapku tersenyum.
"Ah~Ah~...Kau yang terbaik, aku tidak pernah merasakan kenikmatan ini, aku bisa hancur dibuatmu~..Ah~"Ucap Resepsionis itu dengan menggoyangkan pinggulnya penuh nafsu.
[Ah~Ah~Master!~Master~!, Ragil~ kau sangat jahat~"Ucap Lizis yang melakukan ritual wanita.
"Teruskanlah sesuka hatimu nyonya Resepsionis, manjakan tubuhmu dengan tubuhku"Ucapku tersenyum sinis.
"AAHHHHHH~~♡......"
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Setelah bermain main permainan yang menyenangkan itu, akhirnya resepsionis mengatarku ke kantor.
"Manager, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda"Ucap Resepsionis itu kepada managernya.
"Panggil dia"jawabnya
Kalo enggak salah nama istri pemimpin klan Daba Siliya, aku mengetahuinya karena Widia mencari informasi nya.
*Duk!....
Aku memasuki kantor nya, tapi aku sedikit terkejut dengan kecantikan dan keseksian manager itu, tapi ya itu wajar karena dia istri pemimpin klan Daba itu.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi keluar dulu"Ucap Resepsionis itu keluar dan membiarkan kami berdua.
"Mari kita lanjut ini ke ronde kedua"Ucapku dalam hati dengan wajah tersenyum.
Setelah itu, Yap seperti yang kalian pikirkan, aku bermain kuda kudaan dengan Siliya, dan pada akhirnya dia juga jatuh ketanganku, sekarang tubuhnya sudah menjadi milikku.
Tapi, kali ini aku tidak menggunakan skill>>Peningkatan Nafsu Birahi<<, ternyata dia sangat gampangan.Itu membuat sangat terkejut.Setelah itu menanyakan pertanyaan yang kuinginkan kepada Siliya, dia dengan gampang menjawab pertanyaanku.
Aku menanyakan dimana markas klan Daba, dan dimana tempat yang biasanya dia menyimpan mainan wanitanya, serta seluruh informasi semua anggota klan Daba. Dia benar benar cocok menjadi istri Pemimpin klan Daba, karena dia dengan gambangnya berkhianat kepada keluarganya sendiri.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Setelah itu aku pergi dari kantornya dan pergi untuk melaporkan informasi ini kepada Widia dan membuat sebuah rencana.
"Yo nona Resepsionis, ini adalah bayarannya"Ucapku memberinya uang bayaran.
"Ano Tuan Vilan, kau bisa memanggilku Liza, itu adalah namaku"Ucap Resepsionis.
"Baiklah nona Liza, itu adalah nama yang bagus, aku akan mampir kesini lagi kapan kapan, saat itu aku mohon bantuannya"Ucapku pergi meninggalkan Hotel itu.
"Baiklah, terimakasih sudah berlangganan"Ucap Liza tersenyum.
Aku keluar dari situ dengan wajah penuh kepuasan.
"Baiklah mari kita mulai game yang sebenarnya"
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku berkumpul dengan kelompok Widia.
"Baiklah mari kita mulai rencananya"Ucapku yang habis menjelaskan rencanaku.
__ADS_1
Widia tercengang mendengar semua rencana.
"Ragil bagaimana kau mendapatkan informasi ini?"Ucap Widia yang penasaran.
"Kalau itu Rahasia, tapi tenang aja aku sudah memastikannya, tidak salah lagi itu info seratus persen benar"Ucapku tersenyum.
"Baiklah, tapi bagaimana kau mengelabui Jail anak pertama dari pemimpin klan Daba?"Tanya Widia semakin penasaran.
"Tenanglah aku memiliki sebuah trik untuk mereka, percayalah pada rencana hebat Ragil ini,Ahaha.."Ucapku tertawa kecil.
"Baiklah aku percaya padamu, rencana ini kita mulai malam ini juga"Ucap Widia yang mulai memerintah anggota nya.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
[Ragil aku tau kau luar biasa, tapi kau melebihi perkiraanku, bagaimana kau melakukannya?]Tanya Lizis yang terkejut.
[Kau tau Lizis, ini semua berkat pengalamanku selama ini, disekitarku kebanyakan adalah orang orang jenius sedangkan aku orang biasa, jadi sebagai orang biasa aku harus bisa bertahan hidup, dan untuk itu yang pertama yang diperlukan untuk bertahan hidup bagi orang biasa adalah memakai segalanya yang kupunya, dan kedua adalah......
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Cara cara untuk memuaskan tubuh Wanita!.
---\=\=\=---
Baiklah itu adalah apa saja yang terjadi selama ini, mari kita mulai adegan utamanya saat aku menghancurkan klan Daba tanpa sisa.
"Tapi Lia, aku tidak percaya kau akan ikut aku, apa kau tidak papa?"Tanyaku kepada Lia yaitu adikku sendiri.
"Tidak papa, lagian semua ini bukan untuk kakak tapi untuk kak Nisa, aku juga ingin menyelamatkannya!"teriak Lia.
"Haaahh..."Aku menghela nafas.
Sebenarnya aku tidak ingin melibatkannya, tapi sekarang aku sangat memerlukannya, lebih tepatnya kemampuan dalam...
"Baiklah Lia, tunjukkan pada mereka kemampuan dari pemain game FBS terhebat diseluruh dunia"Ucapku.
*BTW game FBS adalah game tembak tembakan menggunakan senjata api.
"Tapi Lia, aku melarangmu untuk membunuh seseorang"Ucapku tersenyum.
"Baiklah, itu gampang"Ucap Lia bersemangat.
Aku tidak ingin adik imutku membunuh manusia, karena aku rasanya saat pertama kali membunuh manusia.
*BUM!...DOR!...DOR!...BUM!...
Sepertinya pestanya sudah dimulai.
"Baiklah mari kita juga ikut bersenang senang".
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
**Terima kasih kepada pembaca terhormat yang selalu mendukung author sampai sekarang, kuharap kalian tidak kecewa dengan chapter 40 ini.😎
Kalau bisa aku ingin mendengar pendapat kalian tentang cerita yang author buat.😉😁🙏.
Jangan lupa like, komen, rate, dan vote author ya**~
__ADS_1