
Aku sudah tinggal sendiri di dalam pikiranku selama 2000 tahun, dan dalam waktu selama itu apa aku merasakan rasa kesepian ya?....aku tidak tau.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"AKU CUMA BONEKA GAGAL".
*Bum!!...Bum!!...Bum!!...
"Woy Ragil, cepetlah sadar!"teriak Desba sambil berlari.
"Sistem mendeteksi adanya ancaman, harus di bunuh"Guman ku mengangkat tangan kananku terus menjatuhkannya kebawah.
BUUUUM!!...
Sebuah pedang besar keluar dari langit dan menyerang Hana dan Despa.
"Cih, dia sudah kehilangan kendali"ucap Despa menghindari serangan ku.
"Ragil kau adalah teman kami!!, kembali bersama kami!!"teriak Hana berniat menyadarkan ku
"Berisik!!, Ragil tidak memiliki teman sama sekali, kalo Ragil punya teman Ragil harus melindungi nya, tapi Ragil tidak bisa apa apa, Jadi kumohon....
MATILAH!!"
*Wuuussshhh...!!
"eeh!.."
Hana terkejut dan ketakutan.
Sebuah pedang terbang ke arah Hana.
*DukDukDukDuk.....
"Sial, dia sudah kehilangan akal sehatnya mungkin!"Despa berlari ke arah Hana.
*TING....!!
"aaaahh.... Merepotkan, Ragil lawanmu adalah aku!"Ucap Despa tersenyum setelah menangkis pedang yang terbang ke arah Hana.
"Kumohon, tinggalkan aku sendiri!"aku berteriak dan meneteskan air mata
"Ragil?"ucap Hana
"Ragil aku kecewa kepadamu, aku tidak menyangka kau sangat.....Menyedihkan"Ucap Despa.
"DIAM LAH!!.."Aku berteriak dan menerbangkan pedang ke arah Despa.
Despa tersenyum dan menangkis semua pedangku.
"Hana aku akan mengalihkan perhatiannya, selanjutnya ku serahkan padamu"Ucap Despa langsung lari menyerang ku.
Aku yang menyadari Despa menyerangku, aku juga langsung menyerangnya dengan pedang terbang.
"AAAHHHHHHHHKKKKKKKKKK!!.......DESPAAAAA.....!!"Aku berteriak menyerang Despa.
*Juuusss!....Shuuus!...
*Ting!...Ting!...
"Aahahahahahaha, Ragil kau pikir dengan pedang bisa membunuhku"Despa tertawa menangkis semua pedangku.
"Cih, MATILAHH.....!!!"Teriakku terus menerus menyerangnya
"Angel Sword!!"Teriakku mengeluarkan Pedang Suci.
"Angel Sword!!"Ucap Despa juga mengeluarkan Pedang Suci.
*Wuuuush!!...Wuuuush!!...
BUUUUUUMMMM!!!....
kami melempar pedang suci bersamaan.Pedang suci kami saling bertabrakan dan menghasilkan ledakan yang luar biasa.
"Ragil, hiburlah diriku"Despa tersenyum
Aku sangat kesal.
"Keluarlah Pohon Kehidupan!!"Teriakku mengeluarkan pohon yang besar sekali.
Despa tersenyum.
"HAHA, POHON KEHIDUPAN!"Despa juga mengeluarkan pohon kehidupan.
"HYAAAAAAAAAAAAAA!!!!"Teriak kami mengangkat pohon kehidupan dan saling mengadukan nya.
*DUUUUUUMMMMM!!!.....
Pohon kehidupan yang saling bertabrakan menghancurkan semua yang ada di sekitar kami.
*Swuuuusss!!...
*Ting!!...
Kami saling ber adu pedang.
"Ragil, kutanya kau satu hal, apa yang kau inginkan?!"Ucap Despa.
"Aku?..., cuma...ingin...sendirian?!"Ucapku
Kami masih beradu pedang.
"Ragil, kau sudah meninggalkan temanmu!"Ucap Despa.
"BUKAN!!"teriakku
"Apanya yang bukan?,kau sudah meninggalkan teman temanmu"Ucap Despa
"DIAMLAH!!, Aku bukan orang sepertimu, yang dengan mudahnya mengambil nyawa orang lain!!"Teriakku
*Sing!!...Sing!!..Sing!!...
Kami terus beradu pedang dengan niat membunuh.
"Ini adalah pertarungan antara hidup dan mati"dalam hatiku.
"Ragil, mulai sekarang apa yang ingin kau lakukan?!!"Tanya Despa berteriak
__ADS_1
"ITU?!,AKU TIDAK PEDULI!!"Teriakku
"Tertusuklah!!"
*BUUUMM!!!....DUUUMM!!!...
Aku mengeluarkan pedang dari bawah dan atas menyerang Despa.
"Cih, woy Ragil, kenapa kau dengan gampangnya menyerah?!"Tanya Despa yang kesusahan menghindari seranganku.
Aku sangat kesal.
"Gampang?!!...Apa yang kau tau dariku!!! kau cuma sampah yang dengan mudahnya membunuh temannya sendiri!!!, aku ingin melindungi semuanya tapi kenyataannya aku tidak bisa melindungi siapapun dan kau bilang menyerah gampang?!!! dan karena mu banyak orang mati!! karena kau membuat dunia seperti ini, teman temanku mati bahkan Hana, Karena mu?.....!!, Aku tidak akan memaafkan mu!!!"Ucapku yang terus berteriak putus asa.
Aku terus marah dan terus menerus berniat membunuh Despa.
*Ting!!..Ting!!..
Despa terus menangkis seranganku.
"Kenapa Ragil, apa cuma ini kekuatanmu?"Despa tersenyum.
"DENGAN INI MATILAHHHH....!!!"Teriakku menyerang Despa dengan pedang yang keluar dari segala arah dengan jumblah yang ratusan.
*Ting!!..Ting!!..Ting!!..Ting!!...Ting!Ting!Ting!Ting!Ting!!....
Meskipun Despa tetap bisa menangkis semua pedangku, aku terus menerus menyerangnya tapi dia selalu menangkisnya.
*Seb...
Despa kehilangan keseimbangannya.
Aku tersenyum.
"TERBAKARLAH!!!"
*BUUUUUSSSS!!!.....
Aku langsung menyerang Despa, karna ini kesempatanku....
"Sial, aku tidak sempat menghindar!!, tapi dengan ini..."Guman dalam hati Despa.
Aku menyerang Despa dengan api yang keluar dari segala arah, tapi saat itu juga Despa.......
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Tersenyum!!.
"Checkmate!"
*BUUUUUUUSSSSS!!!......
DukDukDukDukDukDuk......
*SRUUUUKKK!!!.....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Dengan ini...sudah berakhir!"Ucap Despa yang mulai kehilangan kesadarannya.
"Absolute Protection!"Ucap Hana.
BUUUUUMMMM!!!....
"Ahh!.."Hana terhempas
"Ragil kumohon kembali lah"Hana berdoa.
"AAAAAHHHHHHKKKKKKKKKK!!!"
Tubuhku di tutupi oleh cahaya hijau, pisau yang menusukku mulai menyatu dengan tubuhku, saat itu juga aku kehilangan kesadaranku.
"Aku...Minta....Maaf"Gumanku
*Buk...
Aku tertidur.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Woy Despa kurang ajar, Jantungku ku pikir sudah berhenti, kenapa kau menyuruh perempuan melakukan semua ini?"Ucap Hana sangat kesal.
Despa memalingkan wajahnya...
"Despa apa kau yakin Ragil sudah baik baik saja!"Hana khawatir padaku
"Tenanglah, pisau itu udah ku beri perintah untuk menekan perasaan Ragil dan kekuatannya"ucap Despa
"Kalo gitu, tugas kita tinggal meyakinkannya untuk pulang"Guman Hana
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku mulai membuka mataku pelan pelan.
__ADS_1
"Siapa itu?"pikirku
"Suara ini?Hana?"Gumanku
"Dimana ini?apakah aku sudah mati?aku tidak ingat apa-apa"Aku membuka mataku
"Yoo, apa kau sudah bangun?"Ucap Despa
"Despa?"ucapku
"Yoo Ragil"Hana tiba tiba diatasku
"Waaaa!!!.....Ha-Hana!"Aku langsung mundur karna Kaget.
"Selamat pagi, Ragil"Hana tersemyum.
"Apa aku bermimpi?"Tanyaku
*Pak!!..
"Aduh!!.."aku kesakitan di pukul Despa
"Gimana? Saket kan?ini bukan mimpi"Jawab Despa.
"Ahk!.."kepalaku sakit
"Ragil kau tidak papa, istirahatlah dulu"Ucap Hana.
"Tenang aja, aku tidak papa"jawabku
Sakitku sudah hilang.
"nee, Hana apa kau asli?"tanyaku
"Etto, gimana jelasinnya ya?, mungkin kau bisa menyebutku bayangan"jawab Hana.
Aku sedikit bingung dengan situasi ini sekarang, tapi aku tidak terlalu memikirkannya.
"Kalo gitu aku pergi dulu, Hana lakukan tugasmu!"ucap Despa langsung pergi meninggalkan kami berdua.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Situasi nya canggung karna Despa sudah pergi.
"Hana?etto...."aku bingung mau bahas apa.
*BUUK!!..
Aku terkejut, Hana tiba tiba memelukku.
"Hana?!"ucapku
Hana meneteskan air matanya.
"Maaf"ucapku
"kau benar, kau harus minta maaf"ucap Hana menangis.
"Aku benar benar minta maaf"ucapku sangat bersalah.
"Hem...aku tidak akan memaafkanku"Hana menangis terus.
Aku yang terburuk.
"Hana, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku tidak akan menyerah lagi, aku berjanji akan menyelamatkan semuanya"Ucapku memeluk Hana.
"Janji?"tanya Hana
"ya iya dong, aku berjanji, soalnya aku adalah Pahlawan terbaikmu"Ucapku tersenyum
Hana tersemyum dan melepaskan ku.
"Hana, Aku bersyukur kau ada di sampingku"ucapku
Kepala Hana menguap karena Malu dan senang.
"Mooo...jangan bilang sesuatu yang memalukan"Muka Hana sangat merah.
Aku mendekati kepalaku ke wajahnya dan.....
---\=\=\=---
Menciumnya
"Hnn!.."Hana terkejut
*Mmm...
Aku menciumnya cukup lama dan melepasnya.
Ekspresi wajah Hana sangat imut karena malu.
"Ragil tolong sekali lagi...ini sangat hangat"ucap Hana malu malu.
Aku sepertinya kehilangan kendali dan mencium, ini gawat kalau di lanjutkan, tapi, tubuhku menginginkan Hana.
"Hmmm...ahh.."
"Ha..ha..ha.."Kami sudah tahan, tubuh kami sangat panas dan bergairah.
"Hana, aku menginginkanmu"Ucapku
"ehm!.."Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Aku memeluk Hana, mendorongnya, dan aku terus menciumnya dengan sangat liar.
"Ahn..ahh...ahh"
Aku terus menggoda dan memanjakan diriku.
Aku membuka pakaian Hana dan milikku pelan pelan.
"Hana, apa boleh aku melakukannya?"ucapku dengan wajah merah.
"boleh.....,Ragil, tolong pelan pelan"ucap Hana sangat gugup dan malu.
Aku mendekati Hana.
__ADS_1
"Ragil, aku mencintaimu"ucap Hana
"Aku juga Mencintaimu, Hana".