Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 30


__ADS_3

Setelah Despa dan Hana menyelematkan ku dari Keputusasaan, kami melanjutkan perjalanan kami untuk menyelamatkan Anisa dan Rasya, tapi kami kami harus membunuh pahlawan di lantai 4 untuk lanjut.


kecrak...kecrak...


Sebuah gumpalan daging besar yang menjijikkan berada di depan adalah pahlawan di lantai 4, dia adalah Roy, sepertinya dia belum mati.


kecrek...kecrak...


"HANA!!!, AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN MU, KARENA SALAH MU, AKU JADI BEGINI SEMUANYA SALAHMU!!!"Teriak Roy dengan penuh kebencian dan kemarahan.


"cih, benar benar menjijikkan, kenapa dia jadi kayak gitu?"Ucap Despa


"bukanya kau yang jadikannya kayak gitu, apa kau lupa?"Ucapku


Despa mencoba mengingatnya.


"hmmm....,aku tidak ingat sampah sepertinya"Ucap Despa dengan wajah datar.


"JANGAN MENCUEKKANKU BANGS*T!!"


"Berisik kali, dasar gumpalan sampah!"ucap Despa.


"SIALAAAANNNNN!!"Teriak Roy menyerang Despa dengan memukulnya.


*DUUUUMMMM!!


Kekuatan Roy sungguh besar sampai meretakan lantai.Aku menggendong Hana dan menghindar, dan membawanya ketempat yang aman.


"Hana kau disini aja dulu"ucapku


"aku tidak mau"Hana kesal


"tenang aja, ini cuma sebentar aja"ucapku


"tapi..,aku ingin berguna bagimu, selama ini aku selalu di lindungi Ragil, jadi sekarang aku ingin berguna juga untukmu"ucap Hana


"tenang aja, kau selalu melindungi ku dimana pun aku berada, jadi aku ingin Hana tetap melindungiku, saat aku luka aku ingin Hana menyembuhkanku, jadi tunggulah disini"Ucapku.


"Aku mengerti, tapi, tolong jangan memaksakan diri"Hana sedikit murung.


"Baiklah, lihatlah kekuatan dari palahwanmu!"Ucapku tersenyum.


Aku pergi membantu Despa, dan sepertinya Despa sedang kesusahan menahan serangan Roy. Aku segera membantunya.


"Harta Suci [Rakna] keluarlah"


DUUUUMMMM!!


Sebuah pedang dua tangan yang seukuran dengan tubuhku muncul didepanku.


"GRROOOOOOORRRRRR!!! MATILAHHHHH!"Teriak Roy yang memojokkan Despa.


"Sial, kekuatan nya terlalu besar!"Despa kesusahan menahan serangan Roy.


"DESPAAAAA MENYINHGKIRLAH"teriakku.


*wusssh

__ADS_1


Despa melompat kebelakang.


*Zuuusshh


Aku mengayunkan pedangku dan membelah tubuh Roy.


BUUUUUMMMM!!


Tubuh Roy meledak begitu saja tanpa tersisa.


"Huuu....dengan ini selesai sudah...."aku merasa lega.


"Aarrkkk..."aku muntah darah


"RAGIL!"teriak Despa dan Hana.


Mereka lari menghampiri ku.


"Woy Ragil, jangan bilang pedang itu?"ucap Despa.


"iya, seperti yang kau pikirkan, ini salah satu dari 12 Harta Suci [Rakna], sepertinya aku belum bisa mengendalikan nya"ucapku dengan wajah pucat.


"Kan udah kubilang jangan paksakan dirimu"Ucap Hana yang langsung menyembuhkan luka Ragil.


"Maaf, aku tidak nyangka bakal sekuat ini"ucapku.


"Dari mana kau dapat benda mengerikan ini?"Tanya Despa


"ntah, tiba tiba aku melihat ingatan seseorang yang seperti pendahulu penguna pedang ini"ucapku.


"Kekuatan Harta Suci [Rakna] yang lengendanya mengatakan bahwa dulu pernah membakar dunia menggunakan pedang ini"Guman Despa.


Setelah itu kami istirahat sebentar agar stamina dan energi kami pulih kembali, kami harus melanjutkan pergi ke lantai terakhir.


Hari sudah gelap.


"hmm..."aku bangun dari tidurku.


"Hana?...sepertinya dia tidak ada disini"Ucapku dan pergi mencari Hana.


Duk..Duk..Duk..


Aku berjalan di sekitar tapi tetap tidak menemukan Hana, Despa sudah tertidur, aku lanjut mencarinya di atap sekolah dan menemukan Hana yang lagi duduk melihat bintang bintang.


"Hana, ngapain kau"aku memanggilnya


"Oh Ragil, sini lah, aku lagi melihat bintang bintang"ucap Hana


Aku pergi duduk disamping Hana.


"Lihatlah bintang bintang nya sangat banyak banyak seperti lautan"ucap Hana.


"apa kau suka bintang?"Tanyaku.


Hana menganggukkan kepalanya.


"ehm, aku menyukai nya"ucap Hana tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu Hana menceritakan banyak hal tentang bintang, aku tidak terlalu memahami nya, tapi aku pertama kalinya melihat dia sangat senang sekali semenjak kami berada di game Kematian ini. Tangan kami berpegangan erat.


*cling...


Sebuah bintang jatuh.


"Aku ingin bersama Hana selamanya"Aku berharap dalam hatiku.


Tapi aku sadar kalau aku bukan penghuni dari dunia ini dan suatu hari akan pulang ke duniaku yang sesungguhnya, disana ada orang yang menunggu kepulangan ku.


"Tapi, selama mungkin saja aku ingin terus bersama Hana"Ucapku


*Duk


Hana menjatuhkan kepalanya di pundak ku dan sepertinya dia memaksakan dirinya, wajahnya sangat merah.


"nee Ragil, kau tau kalau aku cuma Boneka, tapi entah kenapa aku ingin terus seperti ini, padahal boneka seharusnya tidak memiliki perasaan kayak gini"Ucap Hana dengan wajah murung.


"Hana adalah Hana, seorang gadis yang ceroboh dan sangat cantik"ucapku


Hana kembali tersenyum.


"kalo gitu tolong cium aku"ucap Hana


aku menuruti kemauan nya dan menciumnya dengan latar malam di penuhi bintang bintang yang indah.


"Aku ingin terus bersamanya"Harapku


Tapi, mau berapa kali aku berharap didunia...tidak...ada..........


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Tuhan!.


Matahari sudah terbit kami melanjutkan perjalanan kami menuju lantai terakhir.


"Apa kalian siap?"


"Kami siap!"


"Kalo gitu, mari kita pergi menghadapi last boss"Ucapku dengan semangat


Kami dengan penuh Harapan pergi ke lantai selanjutnya untuk menyelamatkan Rasya dan Anisa, tapi sayangnya Harapan itu berubah menjadi.... Keputusasaan.


[**Lihatlah...]


[Akan ku ulangi sekali lagi, di dunia ini...tidak ada**....]


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


---\=\=\=---


[Tuhan!].


__ADS_2