Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 31


__ADS_3

Selama ini buat apa aku bertarung ya....


Aku...Melihat Kebenaran dari dunia ini.....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Kami pergi memasuki lantai terakhir dari istana ini, selama ini aku sudah berjuang untuk bertahan hidup di game Kematian ini, dan aku yakin kali ini aku juga akan hidup......


Tapi aku tidak tau apa apa, kalau game yang sebenarnya, baru dimulai.


---\=\=\=---


Aku, Hana, dan Despa melihat wajah busuk Semi yang dengan arogannya duduk di sebuah singgasana.


"Ragil, akhirnya kau bisa sampai disini juga, kau terlalu lama aku bosan menunggu disini saja"ucap Semi tersemyum.


"Semi!, lepaskan Anisa dan Rasya!"teriakku


"Keren kali Ragil, seperti seorang pahlawan"ucap Semi.


"Berisik, cepet lepaskan Anisa sama Rasya!"ucapku.


Semi berdiri dari singgasananya.


Apa ini?...kenapa suasananya sangat mencekam seperti ini, disini tidak ada Anisa dan Rasya, tapi bukannya suasana ini terlalu tenang.


"Kalo gitu, buktikan kekuatan mu dan bunuh aku"ucap Semi tersemyum.


"Tenang aja, disini aku akan membunuhmu!"tanpa ragu ragu aku mengucapnya.


"ahahahahahahaha....., itu sangat kunantikan, tapi sayangnya kau yang sekarang tidak bisa membunuhku"Ucap Semi tersenyum dan tertawa.


"Jangan meremehkan ku, aku tidak sendirian!"ucap ku sangat percaya diri.


Aku melihat lihat sekitarku, tapi tidak ada ruangan lain selain singgasana ini. Aku memiliki perasaan yang buruk, apa ini? kenapa aku memikirkan sesuatu yang buruk.


"Semi, MATILAHHHH....!!"teriakku yang menerbang kan banyak pedang.


*swuuushh....


"haaah...., membosankan"ucap Semi.


*Buuuss!!...


"Cih, apa yang terjadi?, kenapa pedang ku menghilang?"Aku Terkejut.


"Bukannya udah kubilang, kau tidak bisa mengalahkan ku"ucap Semi dengan muka yang sangat kecewa kepadaku.


Apa ini?, kenapa suasananya sangat aneh?, aku ingin muntah, kenapa ini? Apa ini? Suasana nya sangat menjijikkan dan membuatku muak.


"Ahahahahahaha.....Kau pasti bingungkan Ragil!?, kalo gitu, akan kutunjukan kebenaran samamu"Ucap Semi tersemyum.


Aku sangat ketakutan.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


*BUUUUUMMMM!!!....


Sesuatu seperti sangkar besi terjatuh dari atas, di dalamnya terdapat dua mayat.


*dug...dug...dug...


Jantungku sangat berisik saat aku mendekati sangkar itu.


"AH!, aku tidak boleh melihatnya, tidak boleh, kalo kulihat aku akan tau, kalo aku tau, aku tidak bisa kembali, tidak boleh, berhenti! berhenti! sial!, mata dan kakiku tidak mau tertutup dan berhenti!!"Guman dalam Hatiku.


*Duk


Ini gawat!, Tubuhku.....sudah rusak.


"Apa ini?"ucapku yang ketakutan


"Ahahahahahahaha.......!!, putus asa lah...Ragil!!"teriak Semi kesanangan.

__ADS_1


Apa ini!?, kenapa!? kenapa!? aku selalu seperti ini.


Semi tertawa bahagia dan tersenyum manis.


"Ahahahahahahahaha......,Sayang kali bukan, selama ini kau tidak bisa menyelamatkan siapapun, yaaaah...aku tidak nyangka kalo putri dan temanmu sudah jadi..........


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Mayat Mati!!"


"AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!"


"SEEEEEEMIIIIIIII!!!, KENAPA KAU MELAKUKAN SEMUA INI!!"Aku berteriak dan menangis.


"Bukannya alasannya sudah jelas, untuk bermain denganmu"Semi tersemyum.


"RAKNAAAAAAA KELUARL---"


*CRUUUKK!!


"Ahk!, kenapa di jantungku ada pisau yang menusuknya?"Aku muntah darah dan terkejut.


Aku melihat kebelakang dan mengetahui sesuatu yang tidak ingin kupercaya.


"Hana?!....kenapa bisa jadi begini?"ucapku sangat bingung dan mataku jadi kosong.


"Despa, Hana, dan semuanya dari pertama kali mereka cuma bonekaku, selama ini kalian cuma mainan untuk ku bersenang senang, kalian sangat bagus memainkan peran kalian masing masing"Ucap Semi


"hehe...., Apa kau sudah mengetahui posisimu sekarang, Ra-Gil!"Semi tersemyum.


"AAAAAAAAAHHHHHHHHHKKKKKK!!!,......AAAHH!....AAAAHHH!....AAAAHHHH!"Aku menangis terus menerus.


Semuanya secara mendadak berubah menjadi Keputusasaan, semua kerja keras, rencana, perasaan, kenangan, kekuatan dan sesuatu yang berharga, menjadi tidak ada artinya sama sekali.


*Duk


Aku tergeletak jatuh.


"Ahh...Anisa...Rasya...Hana...Despa...aku minta maaf...."ucap dalam pikiranku.


Kesadaranku mulai menghilang pelan pelan.


*Tuk Tuk Tuk


Semi datang ke arahku dan dia melihatku dengan pandangan yang belum puas sama sekali.


"Ragil Kau tidak akan kubiarkan mati dengan mudah, Hana sembuhkan dia"ucap Semi


Hana menurutinya dan menyembuhkan ku, meskipun aku sudah disembuhkan, tubuhku tidak mau bergerak, sepertinya tubuhku telah menyerah.


"Hehehehe.....ahahahahahahahaha.....Ragil kau sangat cocok tergeletak di situ"Ucap Semi.


"Semi?, bukan, kau bukan Semi, siapa kau sebenarnya?"ucapku


"kau menyadarinya ya, tapi aku tetap ingin merahasiakan nya"ucap Semi


"aku juga tidak peduli itu, aku yang sekarang sudah tidak memiliki alasan untuk hidup dan bertarung, orang yang ingin ku selamatkan dan kulindungi....sudah tidak ada!"ucapku sudah menyerah.


"kalo gitu, sekarang kau adalah mainanku"ucap Semi


"Aah, aku tidak peduli"


"Terbakarlah!"


"AAAAAAHHHHHHKKKKKK!!!"


Seluruh badanku hangus terbakar.


Aku mati dan di hidupkan lagi.


"Hancurlah"

__ADS_1


"AAAAAAHHHHHHKKKKKKK!!!"


Tubuhku retak dan hancur berkeping keping.


Aku mati lagi dan di hidupkan lagi.


"Tertusuklah!


"AAAAAAHHHHHHHKKKKKKK!!!"


Tubuhku bolong bolong.


Aku mati dan hidup lagi.


"Meledaklah"


*BRAK!!


Seluruh badanku hancur lebur tak tersisa, Semi menikmati permainan itu, tubuhku berulang kali di buat mati dengan cara yang menyakitkan dan di hidupkan kembali, dia mengulanginya berkali kali, berkali kali!, berkali kali!, dan aku sudah tidak merasakan apa apa lagi.


"Kenapa... akhirnya sudah sampai sini...aku masih kekurangan kekuatan..."ucapku sudah putus asa.


Semi memijak kepala ku dengan sangat kuat.


"itu karena, kau cuma hewan ternak bagi ku, mau berapa kali kau berjuang, hewan ternak tetap hewan ternak"Ucap Semi tersemyum sinis.


Dia mengucapkan nya seperti itu udah hal yang biasa baginya, itu sangat buruk, tapi aku yang lebih buruk yang menerima begitu saja apa yang dia bilang.


"Mungkin ini sudah takdirku, aku tidak bisa, menyelamatkan siapa pun, ini adalah hukuman bagiku"Guman dalam hati ku


"Hentikan itu Ragil, kau masih bisa"suara orang dalam hatiku.


"Tapi aku sudah lelah"


"Ragil, kau masih bisa!, masih terlalu cepat untuk menyerah!"teriak seseorang dalam diriku.


Semi terus menerus membunuhku, tidak, lebih tepatnya dia mempermainkan ku.


"aku cuma boneka yang gagal"


"Bukan, kau Ragil, sang pahlawan"ucapnya.


Kalo di dengar dari suaranya, sepertinya dia perempuan.


"Aku sudah kehilangan semuanya"


"Tidak, kau belum kehilangan apapun"ucapnya terus membujukku.


"sudahlah, kau diam saja, aku ingin tidur"


aku mulai memejamkan mata dan kesadaranku.


"tung-gu...Ragil...tung--"


"aku tidak ingin bertarung lagi"


"Aku minta maaf"ucapku yang sepenuhnya menyerah.


*Duk!!...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Cuplikan:


Pahlawan sudah tertidur, menyerah dan menenggelamkan dirinya ke dalam keputusasaan.


Tapi aku penasaran, saat Pahlawan sudah tenggelam dan tertidur dalam keputusasaan, tapi saat itu juga secara keajaiban Pahlawan itu terbangun. Apa yang terbangun ya?.....apa dia akan jadi pahlawan lagi atau dia akan berubah menjadi sesuatu yang lain.....Aku masih tidak tau.....


---\=\=\=---


Menurut kalian apa yang akan terbangun?....

__ADS_1


__ADS_2