Hidden Feeling

Hidden Feeling
Hidden Feeling#Spesial Chapter,"Permainan Lizis".


__ADS_3

Hari ini adalah chapter spesial dari Hidden Feeling yaitu "Permainan Lizis".


"Hai aku Lizis, aku orang yang sangat sangat mencintai Ragil, dan sekarang aku jadi miliknya ini menggumkan bukan?",Ucap Lizis tersenyum.


"Woy, cepat lepaskan aku!...",Teriak Kazu mantan pemimpin mafia klan Daba.


"Yah..Yah..,Tolong jangan bersemangat dulu, kita belum memulai permainan nya.",Ucap Lizis tersenyum dan menatap sinis Kazu.


"Kau tau, Ragil ku membiarkan mu hidup sedikit lebih lama saja kau harus bersyukur.",Ucap Lizis melepas tali yang mengikat Kazu.


*Swuuushh...Duk...


"Hahaha...sekarang kau menjadi milik-ku, aku bisa bersenang senang dengan tubuhmu, walaupun aku tidak bisa keluar dari sini.",Ucap Kazu dengan wajah menjijikkan mendorong Lizis dan berada di atasnya.


"Kau serangga yang sedikit terlalu bersemangat ya, baiklah mari kita mulai permainan nya.",Ucap Lizis tersenyum memegang pipi Kazu.


*Kringggg....Duk!...


Sebuah rantai turun dari atas dan mengikat kedua tangan Kazu.


"Woy bajing*n!!, Apa yang kau lakukan?",Teriak Kazu marah.


*Ctek....


"Aku akan membuat panggung untuk permainan nya.",Ucap Lizis menjentikkan jarinya dan sebuah tirai terangkat, disitu ada sebuah panggung besar dengan penonton yang banyak.


"Hai semuanya, disini kita kembali lagi bersama Lizis kesayangan kalian loh~",Ucap Lizis tersenyum seperti seorang artis.


"Yahuuuu,....Lizis aku mencintaimu!!",Teriak penonton Lizis yaitu seorang penghuni neraka.


"Haha...aku berterima kasih atas cinta kalian, tapi aku sudah ada orang yang kupunya, jadi kutolak cinta kalian ya.",Ucap Lizis tersenyum manis.


Lizis terkadang melakukan sebuah pertunjukan di depan penghuni neraka.


"Kali ini bintang tamu kita adalah pemimpin klan Daba, Kazu~",Ucap Lizis memperkenalkan Kazu.


"Wuhuuuu....Lizis! Lizis! Lizis!",Teriak penonton Lizis serentak.


"Kau?, Apa yang kau lakukan dasar jal*ng sialan!",Teriak Kazu yang marah sekaligus ketakutan.


"Bukannya kau ingin memainkan permainan ku, baiklah mari kita uji seberapa lama kau bisa bertahan.",Ucap Lizis tersenyum membisik ditelinga Kazu.


"Baiklah semuanya mari kita mulai game pertama, yaitu 'Tanya jawab yang menyenangkan'.",Ucap Lizis kepada penonton nya.


"Semuanya apa kalian siap?..".Ucap Lizis tersenyum.


"Kami siappppp!.....cepat lakukan!...",Teriak penonton.


"Baiklah, pertama aku ingin tuan Kazu duduk di kursi itu.",Ucap Lizis menunjukkan kursi nya.


"Kenapa kursinya bolong bolong?",Ucap Kazu yang penasaran.


"Kau tidak memiliki hak untuk bertanya?",Ucap Lizis tersenyum mendorong Kazu duduk di kursi itu.


*Duk!...Cekrek..


Saat Kazu duduk di kursi itu, tangan dan kaki Kazu terikat oleh kursi tersebut agar tidak bisa bebas.


"Semuanya inilah saat saat yang luar biasa dari pemimpin klan Daba!",Ucap Lizis kesenangan.


"Bunuh sampah itu,....lakukan yang terbaik Lizisssss.....",Teriak penonton yang bersemangat.


"Kalian tenanglah bukannya kalian juga sampah.",Ucap Lizis tersenyum.


"Woy lepaskan aku Bangs*t, dasar jal*ng lihatlah kalo aku bebas dari sini, akan kubuat kau menyesal!!...",Teriak Kazu ketakutan.


"Baiklah mari kita mulai game nya, tolong jawab pertanyaan ku dengan yes atau no, oke.",Ucap Lizis tersenyum sinis.


"Pertanyaan pertama, apakah anda pernah mengompol?, Wow ini pertanyaan aneh, baiklah tuan Kazu tolong dijawab.", Ucap Lizis tersenyum sinis yang duduk di depannya.


"Hah!, Siapa yang mau menjawab dasar B*tch!!..",Teriak Kazu sangat marah.


"Sayang sekali..."


*Sruuukkkk....


Sebuah duri besar keluar dari kursi yang bolong bolong itu dan menusuk tangan Kazu.


"Wuuuuhuuuuu.....",teriak penonton kesenangan.


"AAAARRRRRRGGGGGHHHHH!!...APA INI? Apa yang kau lakukan!",Teriak Kazu kesakitan hingga menangis.

__ADS_1


Saat itu Kazu sadar kalau di hadapan nya bukan lah manusia, melainkan seorang dewa yang suka mempermainkan nyawa manusia.


"Bukannya sudah kubilang untuk menjawab hanya dengan yes atau no, baiklah mari kita lanjut ke pertanyaan kedua.",Ucap Lizis tersenyum menatap Kazu.


"Pertanyaan kedua, Apakah anda memiliki seorang anak?, Tolong jawab tuan Kazu.",Ucap Lizis tersenyum.


"Yes yes...",Ucap Kazu ketakutan.


"Apakah dia benar semuanya?",Tanya Lizis kepada penonton sambil tersenyum.


"Tidaaakkkkk!....",Teriak penonton serentak kesenangan.


*Sruuukkksss...


Sebuah duri menusuk tubuh Kazu dan menghancurkan tubuhnya.


"AAAAARRRRRGGGGHHHHHH!.....",Teriak Kazu kesakitan yang tangan dan kakinya tertusuk duri yang keluar dari kursi bolong bolong itu.


"Hah!!..hah...woy bukannya aku benar, kenapa aku tertusuk?!",Teriak Kazu yang sangat kelelahan.


"Siapa yang peduli dengan itu?, Penonton ku bilang kalo itu salah berarti itu salah.",Ucap Lizis tersenyum sinis.


"Hah!, Bukannya itu sama saja dengan--"


"Yah, ini permainan kami, kau dari awal hanya memiliki pilihan untuk mengikuti nya, aku juga memakai sihir agar kau tidak mudah pingsan.",Ucap Lizis tersenyum memotong omongan Kazu.


Kazu sangat gemetaran ketakutan, tapi saat dia berusaha keluar dan memberontak, rasa sakit yang di buat kursi bolong bolong itu bertambah kuat, dan itu sangat membuatnya menderita.


"Baiklah mari kita mulai pertanyaan ke-tiga, Apakah anda pernah membunuh?...", Tanya Lizis membaca semacam kertas undian.


"Yes yes...!"Teriak Kazu dengan keras.


"Apakah yang dia jawab benar?",Ucap Lizis kepada penonton.


"Tidaaakkkkk.....",Teriak penonton.


*Sruuukkksss...


"AAAARRRGGGGHHH!!!.....LEPASKAN AKU, AKU TIDAK MAU, AKU TIDAK MAU!!",Teriak Kazu kesakitan karena perutnya tertusuk.


"Ah!~, bukannya ini luar biasa!, Apa kalian menyukai nya?",Tanya Lizis tersenyum kepada penonton.


"Yaaahhhhh.....ini luar biasa....Lizis memang hebat!!",Teriak semuanya.


"....hah!..to-long bu-nuh a-ku..",Ucap Kazu yang sangat kelelehan dan menginginkan kematian untuk kebebasan.


"Yaps, sepertinya tamu kita kali ini hanya bisa bertahan dengan 123 tusukan saja, mari kita lanjut ke ronde dua nya!, Kali ini kita akan bermain tembak tembakan.",Ucap Lizis tersenyum mengeluarkan Kazu dari kursi itu dan menyembuhkan lukanya.


Kazu tertidur karena kelelehan.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Hmn...Dimana aku?",Ucap Kazu terbangun dari tidurnya.


*Kringggg....Kringggg...


Tangan kanan dan kiri Kazu terikat oleh rantai.


"Ah~, Akhirnya kau bangun juga, ini saatnya permainan kedua dimulai yaitu tembak tembakan yang menyenangkan.",Ucap Lizis tersenyum.


Kazu langsung ingat apa yang sebenarnya terjadi disini, dan dia tahu kalau dirinya sekarang akan dalam bahaya, tapi dia juga merasakan ada yang aneh...


"Kenapa tubuhku sangat panas?!",Tanya Kazu terkejut.


"Ah!, Kalo soal itu...",Ucap Lizis yang membawa sebuah cermin kepada Kazu.


Disitu Kazu terdiam membeku dan sangat ketakutan.


"Aku sedikit mengubah penampilan mu.",Ucap Lizis tersenyum.


Kulit kulit yang ada ditubuh Kazu terkelupas hingga hanya menyisakan daging tanpa kulit, dia melihat kebawah dan disitu terdapat kulit kulit nya yang baru saja dikupas dari tubuhnya.

__ADS_1


"Tik...",Ucap Lizis menyentuh tubuhnya Kazu yang terkelupas dengan pelan.


"AAAAAAGGGGGGGHHHHHHHH!!.....SAKIT SAKIT, ITU SANGAT PANAS!! SAKIT SAKIT!!",teriak Kazu kesakitan padahal hanya disentuh pelan.


"Tentu saja itu sangat sakit, ini adalah penyiksaan untuk orang yang sangat kuat akan menghadapi kesakitan karena telah terlatih, jadi ini adalah penyiksaan yang bagus untuk orang seperti itu...!",Ucap Lizis dengan santai.


"Tolong biarkan aku mati!..",Ucap Kuzu yang sudah tidak tahan.


"Ahaha...., Kau membilang sesuatu yang aneh ya.",Ucap Lizis tertawa kecil mengabaikan nya.


"Baiklah semuanya mari kita memainkan gamenya, game yang akan kita mainkan adalah tembak tembakan, tembak nya hanyalah senapan angin yang tidak bisa membunuh tapi tekanan dari angin nya sangat hebat, dan target tembakan kita kali ini adalah tuan Kazu...",Ucap Lizis menjelaskan kepada penonton.


"Sialan, aku harus pergi dari sini, hanya dengan sentuhan kecil saja sudah sangat sakit, apalagi senapan angin, tapi, bagaimana aku pergi disini hanya ada orang yang gila akan penyiksaan...Ah!",Gumam dalam benak Kazu yang menyadari sesuatu.


Dia sadar kalo dirinya tidak memiliki harapan sama sekali, semuanya sudah terlambat, pikiran Kazu mulai hancur.


"Baiklah siapa duluan yang ingin memainkan nya?",Ucap Lizis kepada penontonnya.


"Saayaaa....tolong pilih sayaaa....Liziisssss!",Teriak penonton yang sangat bersemangat.


"Baiklah aku kan memilihmu..",Ucap Lizis memilih salah satu penonton nya.


"Yaaahuuuuu...aku duluan..",Ucap penonton yang terpilih dan datang memasuki panggung.


"Baiklah nama anda siapa?",Tanya Lizis kepada penonton itu.


"Untuk nona Lizis aku ingin nona memanggil saya Sayang aja...",Ucap penonton itu menggoda Lizis.


"Wuuuuhuuuu....woy bangs*t dia bukan punya lu...",Teriak penonton yang marah.


"Kalo gitu kupanggil Sampah plastik aja ya.",Ucap Lizis tersenyum.


"Ahahahahahahaha....",Teriak penonton yang tertawak.


"Baiklah terserah nona Lizis aja, aku akan menjadi sampah plastik nona.",Ucap Sampah plastik menerima nya.


"Baiklah sampah plastik tolong pilih senjata yang anda suka.",Ucap Lizis menyediakan segala jenis senapan angin.


*Duk..krek..


"Aku pilih ini!..",Ucap sampah plastik mengambil shotgun.


"Ohoho...kau memilih senjata yang susah ya, bukannya nanti tidak ada yang kena.",Ucap Lizis tersenyum.


"Bukannya nona Lizis tidak pernah bilang ada jarak tembakan nya, berarti itu artinya bebas.",Ucap Sampah plastik itu tersenyum.


"Kau benar.",Ucap Lizis tersenyum sinis.


"Kalo gitu, jarak segini tidak papa.",Ucap Sampah plastik itu tersenyum mendekati Kazu dan menodongkan shotgun nya pas menyentuh perut Kazu.


"Woy!, Bukannya itu terlalu dekat kalo gini aku bisa mati, hentikan bodoh!!",Teriak Kazu ketakutan setengah mati.


"Ahahahahaha.., siapa yang peduli dengan itu?.",Ucap Sampah plastik itu menembak perut Kazu dari jarak dekat.


*BUUUMMMM!!...


"AAAAAAAGGGGHHHHHH!!.....",Teriak Kazu yang dari mulutnya keluar buih buih putih dan tubuhnya gemetaran.


"Mari kita lanjutkan..",Ucap Lizis tersenyum sadis.


Permainan Lizis terus berlanjut hingga tubuh Kazu hancur, Lizis tetap melanjutkan nya, tidak peduli sebanyak apapun Kazu meminta maaf atau memohon ampun, mereka tidak pernah mengasihaninya melainkan menikmati wajahnya yang putus asa, dan mentertawakan nya.....


"Hay, dengan ini begini selesai sudah dari pertunjukan ku hari ini.",Ucap Lizis tersenyum.


Anggota tubuh dan organ organ dalam Kazu bergantungan di atas panggung itu dan berserakan begitu saja di lantai.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Segitu saja dari episode spesial dari Hidden Feeling yaitu "Permainan Lizis", dan aku ingin menanyakan pendapat kalian tentang permainan nya...


Dan perasaan kalian saat kalian berada di posisi-nya Kazu...

__ADS_1


Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya😁....


__ADS_2