Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 11


__ADS_3

Sudah tiga hari berlanjut, kami masih terjebak di permainan Despa, semua orang pada melihatku dengan tatapan aneh, aku pun sedikit kurang suka, tapi ada 1 orang yang mau akrap denganku yaitu Semi.


"Ragil, kenapa kita disuruh berkumpul"tanya Semi dengan ketakutan


"aku tidak tau, tapi pasti sesuatu yang buruk"jawabku


Semi orangnya sangat baik, dan sangat pemalu, kenapa orang yang sangat baik seperti Semi harus mengikuti game ini, tuhan di dunia ini sangat kejam.


"Ragil dia sudah datang"ucap Anisa


Despa tiba tiba muncul dihadapan kami, semua orang pada ketakutan.


"semuanya pasti kalian sudah siap untuk bersenang senangkan, hari ini kita akan main game"Seorang Pembunuh" aturannya adalah salah satu diantara kalian harus menjadi pembunuh dan membunuh tanpa ketauan, pembunuhnya cuma satu, dan yang lain harus cepat cepat menangkap pembunuhnya, simpelkan".Despa tersenyum


"siapa yang mau melakukan itu!!"ucapku sangat marah


"salah satu di antara kalian mencalonkan diri kalian sebagai pembunuh, kalo tidak ada pembunuhnya game ini akan berakhir tanpa ada yang mati, waktu gamenya 1 Minggu kalo kalian tidak menemukan pembunuhnya kalian kalah dan semua mati kecuali pembunuhnya"Ucap Despa


"kau pikir salah satu diantara kami mau jadi pembunuh!!"ucapku


Despa mengeluarkan sesuatu dan itu adalah sejumlah uang yang sangat banyak.


"yang jadi pembunuh akan mendapatkan uang ini"ucap Despa


*


*


*


*


Aku menyadari nya kembali kalo dia adalah monster.


Semuanya hanya terdiam melihat uang itu.


"haa...aah...siapa yang akan jadi pembunuh ya?, aku sangat menantikannya, hehehe.."Despa tertawa.


Kami semuanya kembali ke kamar kami masing masing, setiap kamar memiliki kunci yang berbeda beda dan di kamar kami ada sebuah senjata yang berbeda beda untuk membunuh, senjataku adalah sebuah racun.


"Ragil, bisa aku bersamamu sebentar..aku sangat takut"ucap Semi yang masuk ke kamarku


"tenang aja, aku percaya sama kalian semuanya"ucapku menenangkan Semi

__ADS_1


"Aku mengerti, aku kembali ke kamarku"ucap Semi


keesokan harinya


*


*


*


12 Juli 2018,gamenya dimulai tapi tidak terjadi apa apa, sepertinya semua nya baik baik saja.


13 Juli 2018, Hari ini masih damai seperti biasa.


14 Juli 2018, hari ini sedikit terjadi pertikaian antara aku dan teman kelasku, tapi semuanya sudah berakhir


15 Juli 2018, hari ini aku dan temanku semua mandi bareng di pemandian air panas


16 Juli 2018, Hari ini kami menemukan sebuah ruangan rahasia tanpa cctv, dan itu kami rahasiakan dari Despa.


17 Juli 2018, Hari itu kami berpesta pesta sampai malam hari, besok sudah hari terakhir jika itu saja kami lewati, game akan selesai tanpa korban.


18 Juli 2018, Seperti biasa kami keluar untuk sarapan tapi saat itu kami menyadari sesuatu yang aneh bahwa cuma 9 orang yang keluar untuk sarapan, kami memeriksa semuanya tapi pintu mereka tidak bisa terbuka karna terkunci.


*


*


*


*


*


Mayat mereka!!.


Kenapa?, Kenapa?, jadi gini!!, padahal semuanya sudah berjalan dengan lancarpun, kenapa manusia cuma karena uang bisa melakukan hal sekejam ini!!?, kenapa kemanusiaan begitu gampang hilangnya?. Kami berkumpul di ruang makan bersama...


Semuanya sangat panik dan ketakutan, suasana berubah.


"Gimana ini!!? siapa yang bunuh!!? woy cepat jawab!!? waktu hanya tinggal beberapa jam !!?bagaimana kita mencari pembunuhnya!!?Bangs*t!!"ucap Ivan dengan marah


"di antara kita ada pembunuhnya itu pasti, jadi cepat bilang siapa pembunuhnya"ucap Tasya yang ketakutan

__ADS_1


Semuanya sudah putus asa dan mulai kehilangan akal.


*


*


*


*


*


*


*


*


"Ragil!!?..."ucap semua orang


Semuanya melihatku.


"tidak, tidak aku!!, kenapa kalian menuduhku!!, aku tidak membunuh siapapun!!"Aku sangat ketakutan


semuanya melihatku dengan tatapan merendahkan.


"kau pasti tangan kanannya Despa kan, nganku aja, dasar boneka" Roy temanku menuduhku


"dasar boneka pembunuh"


"harusnya kau aja yang mati, dan kami tidak akan terlibat ke dalam game ini"


"bukan?, bukan aku?, kenapa tidak ada yang mempercayai ku, bukan aku, siapapun tolong percayalah kepadaku" aku melihat Semi dengan wajah menyedihkan


***


***


***


***


***

__ADS_1


"Dasar Pembunuh!!".


__ADS_2