Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 12


__ADS_3

Aku di tuduh telah membunuh oleh semua teman sekelasku, ini sangat buruk kalo aku di tuduh terus? semuanya akan mati, aku harus bagaimana?...sialan brengs*k bangs*t berpikirlah? terus berpikir?aku harus bagaimana ini? sialan aku tidak tau sama sekali?....


"Woy kalian jangan asal menuduh, bukan Ragil yang membunuhnya"ucap Anisa yang sangat serius


aku yang mendengar langsung tenang.


"Anisa?"ucapku terkejut


"aku dan Ragil akan membuktikan kalo Ragil tidak bersalah"ucap Anisa


"heh..jangan banyak omong kosong, sudah jelas dia yang membunuhnya"ucap Roy melihatku


Semuanya setuju dengan Roy, terus mereka berusaha memegang ku untuk di bawah ke Despa.


*


*


*


*


"hehe... Kalian sudah menemukan pembunuhnya"ucap Despa


"pembunuhnya adalah Ragil, jadi tolong jangan bunuh kami"ucap semua teman sekelas ketakutan


"bukan bukan aku kalian tolong percayalah padaku, kalo terus seperti ini semuanya akan mati"ucapku


"kalo gitu Ragil apa kau punya bukti kalo bukan kau yang bunuh"ucap Despa


Aku tidak bisa menjawabnya karena dia benar aku tidak memiliki bukti tapi Anisa tetap membelaku.


"Dia memiliki bukti"ucap Anisa


"hee..."Despa tersenyum


"tolong biarkan kami pergi menyelidikinya, setelah itu kami akan pasti mencari pelakunya"ucap Anisa


"ahahahahahha...biarlah, kalo gitu hibur diriku dengan jawaban kalian"ucap Despa tertawa


Setelah itu kami pergi menyelidiki kasus ini, aku sangat bersyukur di kasih kesempatan semuanya sebab Anisa, karena itu aku harus mencari pembunuh, karena kami disuruh menyelidikinya semua pintu kamar terbuka.


*


*


*


*


*


"pertama bagaimana mereka bisa mati, padahal pintunya terkunci"gumanku


"Ragil yang mati ada 8 orang"ucap Anisa

__ADS_1


Sekarang kami sedang menyelidiki dikamar mereka.


"aku tau, pasti mereka memiliki kesamaan, Anisa bisa kau selidiki di kamar yang lain lagi"ucapku


"aku mengerti"


kami menyelidiki diseluruh ruangan tapi tidak memiliki petunjuknya sama sekali, waktunya tinggal 3 jam lagi.


"oh iya semalam kita merayakan pesta kalo enggak salah yang tidak ikut kau dan Semi kan"tanya Anisa


"benar saat itu aku bersama Semi menyelidiki sekitar ruangan, terus setelah itu kau ajak kami untuk ikut pesta"jawabku


"oke Anisa kita selidiki di tempat pesta"ucapku


Kami pergi keruangan pesta, tapi tidak ada yang salah.tapi aku sedikit terkejut saat melihat ke dapur karena disana aku melihat sesuatu yang ku tau...


"kenapa ini ada sini?"ucapku yang terkejut


"kenapa Ragil"tanya Anisa


Aku memikirkan semua yang sebenarnya terjadi dan mendapatkan semua kepingannya..


"Anisa aku udah tau"ucapku


*


*


*


*


*


*


"woy Ragil buat apa kita berkumpul"ucap Radit teman kelasku


"untuk mencari pembunuhnya"jawabku


"apa katamu!!"Radit terkejut


"kalian pasti tau kan bahwa dikamar kita ada senjata"tanyaku


"itu memang benar dikamarku ada sebuah gunting besar"jawab Yaya


"tapi apa hubungannya"tanya Yaya


"saat aku melihat mayat mereka aku sedikit heran kenapa tidak ada sedikitpun darah"jawabku


"memang kenapa!!"ucap Roy


"jadi mereka mati pasti karena sudah minum atau makan sesuatu yang beracun dan senjata di kamarku adalah sebuah racun"ucapku dengan wajah datar


"ja..jadi kau yang membunuhnya!!"ucap Ivan

__ADS_1


semuanya pada marah samaku.


"bisa diam bentar!!"teriak ku


semuanya diam.


"memang benar senjataku racun tapi racunku itu tidak bisa membuat orang sampai mati, paleng cuma pingsan"ucapku


"woy Ragil cepet katakan apa yang terjadi?"ucap Radit


"aku melihat botol racunku di dapur padahal harusnya ada dikamarku, Jadi ada yang mengambil racunku dan membuatnya jadi lebih kuat lalu menaruhnya ke sebuah makanan dan minuman, dan itu bukan aku"ucapku


"jadi yang membunuh bukan kau?"ucap Yaya


"jadi siapa yang melakukannya?"


"sabarlah, aku sedang berpikir!!"ucapku


"benar pasti kau cuma tidak ingin mengaku aja!!"


"cepet katakan, kalo tidak kita semua akan mati loh!!"


mereka mulai kehilangan kendali lagi.


Aku ingat kalo kelas kami adalah kelas A.


"kalo tidak salah dikelas kita banyak yang berbakat dalam suatu hal"ucapku


"dan dikelas kita ada ketua dari klub penelitian bahan kimia"ucapku


"siapa itu?!!"


"itu yang aku tidak ketahui siapa!!?"ucapku


"woy siapa yang dikelas kita yang masuk klub penelitian bahan kimia!!"


Sial siapa dikelasku yang klub penelitian bahan kimia, ayo ingat Ragil, siapa? siapa? siapa? sedikit lagi...sialan aku tidak tau!!.


Tiba tiba Hana teman kelas kami mengangkat tangan.


"Ano...a..aku tau si..siapa?"Hana sangat ketakutan


"Siapa itu!!? cepet katakan jangan takut"tanyaku memegang Hana


Hana menunjuk ke arah pelakunya dan pelakunya adalah....


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


"Roy...!!"


__ADS_2