Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 26


__ADS_3

Aku sudah gagal, dan dunia ini tidak memerlukan orang yang gagal.....


Aku, melihat Keputusasaan ku sendiri!....


Aku akan bertanya kepada kalian?....


Apa kalian tau rasanya kehilangan orang berharga kalian?....Rasanya seperti apa ya?....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Woy Ragil, apa kau sudah semangat kembali, lihatlah dirimu Ragil sangat menyedihkan"Ivan memberikan sebuah cermin kepadaku.


Aku yang melihat diriku sendiri, seperti melihat sampah dan merasa muak.


Aku menangis dan kesal melihat wajahku yang sangat menyedihkan.


"Aaah...Aahh...Aaah!..."aku tidak bisa mengucapkan kalimat dengan benar.


*buk!...buk!...buk!..


Ivan terus menendang perutku tapi aku tidak melawan.


Ivan tersenyum melihatku.


"Ahahahahahahahahahhaha....ini sangat luar biasa!!"Ivan tertawa kesanangan


---\=\=\=---


"Yoo Ivan, sepertinya kau sangat bersenang senang tanpaku"Ucap Despa yang entah muncul dari mana.


DUUUUUMM!!...


"kau? apa kau Despa?, bukannya kau lagi mencari Anisa, kenapa kau ada disini!?"Ivan terkejut.


"Yaaah..., aku tidak bisa menemukannya dimana pun, terus aku ingin membantu orang Ragil dan Rasya, tapi sepertinya aku terlambat"Ucap Despa dengan santai.


"heh, hahahaha......kau cuma orang bodoh"Ivan tertawa


"Berisik, Diamlah!"ucap Despa


Wajah Despa tiba tiba berubah menjadi sangat kesal.


Tubuh dan mulut Ivan tidak bisa digerakkan.


Duk..Duk..Duk..


Despa berjalan pelan pelan ke arah Ivan.


*glek


Wajah Ivan terlihat sangat ketakutan, tubuhnya tidak bisa bisa berhenti gemetaran dan dia menelan ludahnya.


"Ivan aku ingin bertanya kepadamu, di mana Semi dan Anisa?"tanya Despa


Mulut Ivan bergerak dengan sendirinya.


"Sekarang...Semi pasti ada di lantai tersembunyi, yaitu... ruang singgasana seorang penguasa,.... dan Anisa pasti juga ada di sana bersama Semi"Ivan mengikuti apa yang Despa bilang.


Despa setelah mendengar nya terdiam dan berpikir sejenak.

__ADS_1


"Lantai singgasana?, aku tidak ingat telah membuatnya, lagian dia membuat lokasinya di sekolah, apa mungkin Semi membuat lantai baru lagi?, kalo gitu siapa penjaga lantai wilayah ini?, jika ingin lanjut ke lantai atas, syaratnya adalah menghadapi seorang pahlawan di setiap lantai, aku harus menyelidikinya terlebih dahulu"Guman Despa dalam pikiran nya.


Despa langsung pergi ke arahku dan memeriksa keadaanku.


"Woy Ragil, apa kau tidak papa?"tanya Despa mengangkat kepalaku.


"aaahh...aaah..aaahh.."aku tidak bisa mengucapkan kalimat dengan benar.


"ini sudah terlambat, matanya sudah mati dan jiwanya sudah hancur"ucap Despa melihatku.


Despa juga melihat keaadan boneka Hana.


"sepertinya dia tidak papa, dia cuma pingsan dan lelah"ucap Despa memeriksa Hana.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Despa berpikir setelah melihat Hana.


"Mungkin dia bisa sedikit berguna, lagian dia cuma boneka"Pikir Despa melihat Hana


"eegh..egh..egh..eeeegh..."Ivan bersaha bergerak.


TAASSS!!...


Tubuh Ivan terlepas dan menyerang Despa menggunakan wujud serigala nya tapi...


"Matilah Bangs*tttt....!!!"Teriak Ivan.


Despa tidak bergerak dari tempatnya.


"Haaaah....Hancurlah!"


BREEEKKK!!...


Tubuh Ivan hancur berkeping keping tanpa tersisa sedikit pun tubuh nya.


Setelah itu Despa merawat tubuh kami berdua dengan baik, Hana bisa sadar tapi diriku sudah hancur.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Disuatu tempat yaitu di lantai tersembunyi ruang singgasana, Rasya akhirnya bangun.


"aduh...ini dimana?...."Rasya yang membuka matanya pelan pelan.


Rasya sekarang dikurung di sebuah penjara.


"oh Rasya, rupanya kau juga bisa lolos ya, ini sangat mengejutkan, aku tidak menyanka orang yang tidak sengaja terlibat bisa lolos dari ujianku"ucap Semi.


"tidak sengaja?, apa maksudmu, Semi?, dimana Ragil sekarang?"tanya Rasya dengan wajah kesal.

__ADS_1


"seperti yang kubilang, kau cuma tidak sengaja menghadapi ujianku yang harusnya cuma Ragil saja"Ucap Semi


"Apa Ragil juga berhasil lolos?"tanya Rasya sangat khawatir.


"Ujian pertama yaitu 'Menerima Kenyataan' dia berhasil lolos dengan sempurna"ucap Semi


"Huuu...Syukurlah"Rasya tersenyum lega.


Semi tersenyum.


"Tapi, sayangnya dia tidak akan kembali lagi"ucap Semi


”APA KATAMU!! SEMI KAU!!?, kau bilang dia lolos"Rasya terkejut dan sangat marah.


"ahaha..., memang benar dia lolos di ujian pertama...tapi diujian kedua yaitu'Menghadapi Kenyataan' dia....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


GAGAL!"


Tubuh Rasya bergemetaran dan terkejut karena putus asa.


*Duk


Rasya terjatuh.


"Ahahahahahahahaha...., Palahwan kalian tidak akan kembali lagi"Semi tertawa.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Selagi Mereka berdua membicarakan Ragil, sekarang keaadan Ragil semakin memburuk.


"Woy Despa apa yang terjadi pada Ragil?!!"teriak Hana


"Tch, ini gawat, jiwanya mulai menghilang, jika terus begini dia tidak akan bisa kembali selamanya"ucap Despa.


"Apa katamu?!, kalo gitu apa yang bisa kita lakukan?"teriak Hana


Despa berpikir sejenak.


"woy Despa, apa ada cara untuk menyelamatkan Ragil"tanya Hana yang sudah putus asa.


Despa berpikir keras.


"Cuma ada satu cara untuk kita menyelamatkan Ragil, tapi ini tidak kusarankan"ucap Despa.


"Apa itu?, aku akan melakukan apapun untuk Ragil"tanya Hana dengan mata penuh semangat dan tekad.


"Kita akan masuk ke dalam......


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Pikirannya Ragil".

__ADS_1


__ADS_2