Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 45


__ADS_3

Lia, Anisa, Zihan dan semuanya yang berhubungan dengan Ragil, ingatan mereka dihapus...., Seperti biasa ini cerita yang sangat tidak masuk akal...


---\=\=\=---


“Hnn!,...Kakak?”, Gumam Lia bangun dari tempat tidurnya.


“Aaahhh...., Kenapa aku bilang Kakak lagi, Padahal aku tidak memiliki Kakak”, Gumam Lia dalam benaknya.


Sudah 1 minggu berlalu sejak Ragil meninggalkan semuanya...


*Ceklek...


Lia membuka pintu kamarnya, dan turun kebawah untuk sarapan...


“Lia selamat pagi~”, Sapa Ibu Lia yang sedang memasak.


“Duduklah Lia”, Suruh Ayah Lia.


“Pagi Bu”, Balas Lia yang wajahnya masih mengantuk.


*Duk..


Lia duduk di meja makan nya...


“Baiklah, Lia sarapan lah dulu”, Ujar Ibu Lia menyiapkan sarapan nya, Tapi itu...


“Bu, Bukannya sarapan-nya terlalu banyak”, Ujar Lia yang melihat Sarapannya kebanyakan.


“Eh!, Kau benar, Entah kenapa Ibu merasa..., Kenapa ya?”, Ucap Ibu Lia yang bingung juga.


Meskipun Ragil menghapus ingatan dan jejak tentangnya, Kebiasaan seseorang tidak akan mudah untuk menghilang...


“Haaa...., Bu aku tidak suka telur mata sapi”, Ucap Lia dengan wajah lesu.


“Ah!, Aku minta maaf, udahlah makan aja”, Balas Ibu Lia yang merasa aneh.


Telur mata sapi adalah Makanan kesukaan Ragil saat dia masih berada di keluarga itu...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


“Akhir-Akhir ini sesuatu seperti ini sering terjadi, Ini seperti dulu pernah ada...Egh!”, Gumam Lia dalam benaknya berusaha mengingat sesuatu tapi tidak bisa.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


“Bu, Yah, Aku berangkat sekolah dulu”, Ucap Lia yang sudah mempersiapkan dirinya untuk sekolah.


“Hati Hati ya”, Ucap Ibu Lia.


*DukDukDuk...


Lia selalu berangkat ke Sekolah dengan berjalan kaki, karena Sekolah nya sangat dekat dengan rumahnya...


Sekarang dia adalah siswi kelas 1 SMP biasa, Meskipun Lia jenius bukan berarti dia tidak memiliki teman justru sebaliknya...


---\=\=\=---


“Lia, Selamat pagi”, Sapa teman Lia yang sekarang sudah berada di dalam kelas.


“Pagi Devi”, Balas Lia tersenyum.


Lia mengikuti pelajaran SMP dengan baik, Padahal ilmu yang sudah Lia ketahui sudah mencapai tingkat perguruan tinggi...


Istirahat makan siang~

__ADS_1


“Oh iya, Kau tau Lia...Kakak-ku semalam menghabiskan Puding yang ku simpan, dan saat ku marahi dia malah mencari alasan, Aku benar benar tidak menginginkan Kakak laki-laki”, Curhat Devi kepada Lia yang sekarang makan bersama di dalam kelas.


Saat itu Lia melamun dan tidak mendengarkan Devi...


---\=\=\=---


“Kenapa ya?, Rasanya aku juga pernah mengalami hal tersebut, Tapi aku tidak bisa mengingat nya”, Ucap Lia yang bingung.


“Lia, Apa kau tidak papa?”, Tanya Devi mengkhawatirkan Lia.


“Aku tidak papa, Aku sedikit melamun”, Jawab Lia dengan cepat.


“Baiklah, Kalau Lia sedang dalam masalah cerita-kan lah kepadaku, Karena kita sahabat”, Ucap Devi tersenyum lembut, dan itu membuat Lia sedikit tenang.


“Terima kasih Devi, Tapi aku tidak papa...”, Balas Lia tersenyum.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


“Lia kau tau tentang Monster Setinggi 2 Meter, yang sekarang banyak Rumor tentangnya”, Devi memulai pembicaraan lagi.


“Aku tidak tau, Emang kenapa?...”, Jawab Lia dengan singkat.


“Katanya, Dia akan menculik Perempuan dan memperkosanya setelah itu dia akan membunuhnya”, Gosip Devi dengan nada menakutkan.


“Jadi Lia, bukannya kau selalu Jalan kalau pulang, aku harap kau hati hati...”, Ucap Devi mengkhawatirkan ku.


“Baiklah...”, Liza sedikit kurang percaya akan cerita yang seperti itu.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


“Entah kenapa ini sangat menakutkan...”, Gumam Lia melewati jalan yang kosong.


*DukDukDuk...


Seseorang mengikuti Lia dari belakang dan Lia mulai ketakutan...


*DukDukDuk...


Dia semakin dekat, Lia juga semakin mempercepat jalannya...


---\=\=\=---


*DukDukDuk...


Dia mulai berlari mengejar Lia...


*Buk...


Lia merasa ada seseorang yang ingin menangkap nya...


“KYAAAAAAHHHHH!!....”, Jerit Lia ketakutan.


---\=\=\=---


Tapi, saat Lia melihat kebelakang...


“Loh, Tidak siapa siapa, Apa cuma perasaan ku saja”, Gumam Lia yang bingung.


Lia tadi merasa kalau ada seseorang yang mengikuti nya, Tapi ternyata tidak ada..., Jadi dia kembali lagi berjalan untuk pelan..., Suasana hatinya kembali tenang...


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


---\=\=\=---


Di suatu tempat yang sepi dan bersemak semak, yaitu sebuah Hutan yang barusan di lewati Lia...


“Emph...Emphh...”, Seseorang yang mulutnya di tutup.


“Ahaha..., Sekarang sudah aman,...Ini sedikit merepotkan”, Ucap Ragil atau aku yang sekarang berada di Hutan.


“Seharusnya kau tidak mengincar Lia, Monster Setinggi 2 Meter....Tidak!, Kau hanyalah B*bi Gendut yang menjijikkan”, Ucapku tersenyum sinis.


Identitas asli Monster Setinggi 2 Meter hanyalah Om-Om Gendut yang menjijikkan...


“Empphh!!...”, B*bi Gendut itu berusaha untuk melarikan diri.


“Baiklah, Aku juga tidak ingin melihatmu lebih lama”, Ucapku mendekati B*bi Gendut itu.


*Wuuuusshhhh...


“Ragil, Apa kau akan memberikan B*bi Gendut ini padaku”, Minta Lizis dengan lembut.


Sekarang Lizis bisa memasuki Duniaku dengan mudah karena aku sudah berubah jadi Roh Agung juga...


“Lizis, Apa kau benar benar menginginkan-nya?”, Tanyaku tersenyum.


“Aku tidak boleh pilih pilih, Karena aku akan menerima apapun yang Ragil berikan padaku”, Ucap Lizis memelukku dari belakang.


“Emph!..Emphh!..”, B*bi Gendut itu menyadari kalau dirinya dalam bahaya.


“Baiklah, Bukannya semalam kau mendapat Penyiksaan jenis baru, Gunakan saja ini...”, Aku tersenyum tanpa belas kasih.


“Makasih Ragil, Aku semakin mencintai mu~”, Gembira Lizis sambil menciumku.


“Baiklah B*bi Gendut, Nikmati-lah waktu-mu bersama Lizis, Kadang di sedikit terlalu berlebihan saat bergairah”, Peringatku tersenyum memandang B*bi Gendut itu dengan tajam.


“EMPHH!!...EMPHH!!...”, Jerit Gendut itu ketakutan dan berusaha melarikan diri.


“Mari kita, Bermain-main B*bi Gendut ku”, Lizis tersenyum sinis dan menjatuhkan B*bi itu ke Ruangannya.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


“Aku pulang!...”, Salam Lia yang sudah sampai di rumahnya.


Saat pulang ke rumah, Lia selalu memasuki kamar Ragil secara spontan...


“Aaahhh!..., Ini sangat enak, Aku tidak pernah ingat ruangan ini pernah di pakai”, Gumam Lia menghirup udara di Kamarku.


*Buk!...


Lia melompat dan rebahan di Kasur Ragil...


“Aku merasa sangat nyaman dan hangat di kamar ini”, Liza mulai tertidur di kasur Ragil.


---\=\=\=---


“Ragil, Sampai kapan kau akan terus mengawasi mereka”, Tanya Lizis penasaran.


“Ntahlah,...Mungkin selamanya, mereka akan memiliki keturunan, Yang perlu ku lakukan hanyalah membuat mereka bahagia”, Jawabku tersenyum lembut.


“Ragil, Bagaimana kalau kita memuaskan Nafsu-mu yang tidak terkendali itu dulu”, Ajak Lizis meraba tubuhku.


Seperti biasa, karena tidak terbiasa dengan tubuh Roh ini, Aku harus memuaskan nafsuku dengan ber-**** dengan Wanita, Jika tidak tubuhku akan hilang kendali dan mulai menyerang semua Wanita yang ada di sekitarku...


“Baiklah, Mari lakukan Lizis”, Ucapku yang tampak pucat.


*Duk...


Aku mendorong Lizis dan merasa ingin melahap tubuhnya...

__ADS_1


“Ragil-Ku, Lakukanlah sesuka-mu, Aku akan menerima semua milikmu~”, Balas Lizis mulai menggoda ku....


__ADS_2