Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 35


__ADS_3

Sudah 1 minggu sejak aku akhirnya bisa kembali ke dunia asliku.Orang yang pertama kali kutemui adalah Anisa, dan sepertinya aku sudah tidur selama 2 bulan.


Kehidupan damaiku kembali lagi. Kehidupan kuliah yang sangat damai, aku benar benar menyukai udara ini, tidak seperti Dunai itu yang penuh dengan udara kotor.


"Woy putri tidur akhirnya ada juga pangeran yang menciummu"Ucap Zihan mengejekku


"Kampret! Diamlah!, aku GK suka panggilan itu, pada akhirnya bisa masuk kuliah lagi setelah rehabilitasi yang menyebalkan, tapi pas masuk malah dipanggil putri tidur....haaaaaaahhh..."ucapku yang kelelahan.


"Tenanglah kawan!, sebagai permintaan maaf ambil kupon ini"ucap Zihan memberiku kupon kafe dan aku menerimanya.


"Aku GK bakal bilang makasih samamu bro"


Sepertinya namaku jadi terkenal karena sebutan "putri tidur".


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Aku berjalan secara diam diam dan melihat sekitar.


"Sial, ini menyebalkan... banyak kali orang yang mengikutiku"Gumanku.


Aku melihat Anisa dan kayaknya dia sedang sendirian.


"Wooyy...Nisa!"sapaku memanggil Anisa.


"Ah!, Ragil...Ada apa? karna kau baru sembuh mending kau istirahat aja"Ucap Anisa.


Aku terkejut.


"Siapa kau?, kau bukan Anisa yang aku tau?, biasanya dia cuma memandangku sebagai dompet berjalan aja!"Teriakku.


Anisa cuma diam.


"Huh!, Ada apa?"tanyaku.


"Ah!, Bukan apa apa, Ragil! nanti siap ini kau gk ada kegiatankan, kalo gitu nanti temani aku berbelanja"Ucap Anisa.


"Yah...Baiklah!"


*DukDukDukDuk.....


"Yoo..Anisaaaa!!"Ucap Widia yang datang tiba tiba dan menepuk punggung Anisa.


"Widia!..Ada apa?"Tanya Anisa yang sedikit tidak suka dengan keberadaan Widia.


"Anisa...Apa dia temanmu?"tanyaku.


"Oya, bukannya kau putri tidur..pfft pfft"Ucap Widia tertawa kecil.


"Taeklah!, jangan panggil aku seperti itu!"Ucapku membuat wajah kesal


"Ahahahahahahahaha......Putri tidur kita sangat pemarah"Ejek Widia.


Aku tidak bisa akrab dengannya.


"Jadi, apa kalian berteman?"tanyaku lagi.


"Ah!, kami sebenarnya-"


"Tentu saja kami teman baik, yakan Anisa"Ucap Widia tersemyum memotong omongan Anisa.


"Ya, tentu saja kami berteman...kau pikir aku gk punya teman satupun...seperti biasa kau benar benar bodoh Ragil"Ucap Anisa tersemyum.


Ya...tentu saja aku tidak mencurigai mereka, karena dilihat darimana pun mereka.....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Tidak Berteman sama sekali!.


"Syukurlah, kupikir Nisa adalah serigala penyindiri, tapi syukurlah kau punya teman"Ucapku mengejeknya


"Kau pikir kau siapaku?..."Ucap Anisa.


"Aku teman masa kecilmu!, jadi kupikir cuma aku temanmu selama ini!"Ucapku tersemyum sombong.


Sepertinya Anisa marah dan kami terus mengobrol sesuatu yang tidak berguna.


"Ahahahhaha....kalian benar benar akrab, apa kalian pacaran"Ucap Widia.


"Kalo itu, sampe kiamat pun, aku GK bakal pacaran sama orang kayak gini!"Ucap Anisa dengan mata sinis.


"Heh!, akupun juga sampe kiamatpun gk bakal mau aku pacaran samamu"Balasku


"Oh iya, Anisa hari ini kau gk ada kegiatan lainkan, jadi bisa kau menemaniku"Ucap Widia.


"Enggak, siap ini aku ada keperluan sama Ragil jadi...."Ucap Anisa.


"Heeeehh.....Kau jahat kali Nisa, sekali kali bermainlah denganku"Ucap Widia.


"Pergilah, Aku tidak papa, kalian bisa bermain main, lagian Anisa, kau bukan anak kecil lagi jadi berusahalah untuk bermain dengan orang lain selain aku"Ucapku tersenyum.


"Baiklah!..."Ucap Anisa yang sepertinya kurang suka.


"Dan kalo bisa suatu hari kita bisa bermain bersama sama"Ucapku yang setelah itu pergi meninggalkan mereka.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Aku tersenyum.


"Tentu saja, ini pilihan terbaik untuk mengetahui situasi Anisa saat ini,.......Lizis"


[Tapi Ragil bukannya hubungan mereka terlihat sangat buruk sudah jelas kalau itu cuma sandiwara]Ucap Lizis


"Ya aku tau itu, karena kalo Anisa berbohong matanya akan ke arah bawah, seperti biasa dia belum memperbaiki kebiasaan nya"Ucapku dengan santai.


Yosh, sekarang aku harus membuntuti mereka berdua.


[Tapi Ragil, aku tidak percaya kau selama ini bisa berakting seperti itu]Ucap Lizis.


[Ya itu sangat gampang sekali, jika diriku yang sebenarnya ketauan semuanya bakal sia sia, jadi aku harus ber akting]Ucapku


*[...]\=Tanda kalo kami sedang bertelepati atau mengobrol dalam pikiran.


[Siap ini apa rencanamu Ragil?]Tanya Lizis.


Sekarang aku masih membuntuti Anisa diam diam dari belakang.


[Yaaa...Pertama aku ingin informasi]Jawabku.


[Bukan itu yang kutanyakan...]Ucap Lizis.


[Jadi?..]tanyaku.


[Bukannya kau sekarang memiliki kekuatan yang melebihi manusia biasa, kau yang sekarang bisa menguasai dunia ini dengan gampang]Ucap Lizis.


[Menguasai dunia ya?....hmmm mungkin itu menarik....cuma itu terlalu merepotkan...lagian aku cuma ingin melindungi keluargaku dan Anisa sekarang]Ucapku.


[Terserahmulah...Aku cuma ingin terus bersamamu saja]Ucap Lizis.


Setelah membuntuti Anisa dan Widia akhirnya mereka berhenti juga dan sekarang mereka berada di sebuah gang yang kosong. Aku bersembunyi di suatu tempat agar tidak ketahuan.


"Jadi Widia, hari ini apa maumu"Ucap Anisa yang sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Yaaaa.... sebenarnya uangku hari ini sudah habis untuk bermain dengan temanku, jadi bisa kau pinjamkan aku uang lagi"Ucap Widia dengan tersenyum menakuti Anisa.


"Bukannya, Minggu lalu kau juga sudah kupinjamin uang dan sampai sekarang kau belum mengembalikannya, sekarang aku tidak memiliki uang jadi aku tidak bisa meminjami mu"Ucap Anisa gemetaran.


*BUKK!!...


"Kyaaa!!..."Teriak Anisa terjatuh karena di tampar Widia.


"Kau pikir kau siapa Hah!?, Beraninya kau melawanku apa kau tau akibatnya, Dasar Jal*ng Brens*k"Ucap Widia menatap Anisa dengan tatapan menyeramkan.


"Berdirilah!.."Ucap Widia tersenyum.


Anisa berdiri sesuai katanya.


*Buk!!...


"Kyaaa!!...Apa yang kau lakukan"Teriak Anisa habis di dorong.


"Hah Apa apaan sikapmu itu, Apa karena kau Jenius kau jadi besar kepala, dan pria tadi siapa kalo gk salah namanya Ragil, beraninya kau bermain dengan pacarmu!, aaaahhhh....aku benar benar iri, kenapa cuma kau yang beruntung!!"Ucap Widia membuat wajah menyeramkan.


"Sudah kubilang dia bukan pacarku-"Ucap Anisa.


"BERISIK!! DASAR JAL*NG SIALAN!, Intinya itu sangat membuatku jijik melihatnya!"Teriak Widia.


Anisa mulai ketakutan dan tubuhnya gemetaran.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


[Ragil bukannya kau harus menolongnya, dia sudah sangat ketakutan]ucap Lizis.


[Enggak, itu bukan sekarang, sekarang aku harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, kalo situasi nya semakin berbahaya baru aku akan bergerak]Ucapku.


[Baiklah].


Sedangkan pembullyan Anisa masih berlanjut dan sekarang Anisa benar benar ketakutan.


"Bukannya itu bagus, Kau punya pacar sangat baik sekali"Ucap Widia.


"Sudah kubilang aku dan Ragil tidak memiliki hubungan apa apa, dia cuma teman masa kecil!!"Teriak Anisa.


"Heeeeehhhh....tapi sepertinya dia mencintaimu, dan kayaknya kau masih perawan"Ucap Widia tersenyum.


"Apa salahnya Perawan!"Teriak Anisa.


Widia terdiam sebentar.


"Ahahahahahahaha....Masih Perawan apa kau bercanda, orang sepertimu di zaman sekarang sangat langka,...Ahahahahahaha...Ini semakin Menarik"Ucap Widia tertawa dan itu membuat Anisa semakin ketakutan.


*Ctek...


Widia menjentikkan jarinya dan tiba tiba muncul dua pria besar entah darimana.Anisa memiliki perasaan buruk tentang ini, dia berteriak minta tolong tapi tidak ada yang datang, dan itu membuatnya semakin putus asa.


"Kalian!, lakukan sesuka hati kalian terhadap wanita ini"Ucap Widia tersenyum.


"Apa kau yakin?"Ucap pria itu.


"Tentu saja!, pakailah dia sesuka kalian, dan aku mungkin akan bermain sebentar dengan teman masa kecilnya Anisa,...Ahahahahaha...aku tidak sabar melihat wajah putus asanya, pas tau kalo Anisa sudah tidak perawan"Ucap Widia tersenyum jahat.


"Kalo gitu kita juga harus bermain, Anisa sayang~"Ucap pria itu mendekati Anisa.


"Tidak!, aku tidak mau!, Siapapun tolong aku!...aku tidak mau!...Aaaahhhhkkk!!.."Teriak putus asa Anisa meminta tolong tapi tetap tidak ada yang datang.


---\=\=\=---


"Mungkin ini sudah saatnya aku bergerak menolong, aku tidak terlalu mendapat informasi berharga, tapi sepertinya Anisa sudah putus asa"Gumanku dalam pikiran.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"HENTIKAN!!....".

__ADS_1


__ADS_2