
"Lia kau disini aja ya, karna ini berbahaya, aku tidak ingin kau kenapa kenapa"Ucapku tersenyum lembut.
"Baiklah, aku akan membantu dari sini"Ucap Lia.
Aku memasuki medan perang itu, tapi aku tidak membunuh siapapun disana, akan kuserahkan semuanya kepada Klan Izakura, aku hanya akan keluar saat situasinya semakin berbahaya aja.
"Baiklah kita prioritaskan keselamatan Anisa pertama"Ucapku lari mencari Anisa.
---\=\=\=---
Sekarang Anisa dan Nadia bersama dengan Pemimpin klan Daba, di tengah Medan perang.
"Sial, kenapa ini terjadi?!"Teriak marah pemimpin klan Daba yaitu Kazu.
"Boss! ini percuma kita tidak bisa menang lebih baik kita menyerah saja!”Ucap Anak buahnya ditengan perang baku tembak.
Setelah mendengarkan itu Kazu sangat kesal.
"Huh!, siapa yang menyuruhmu memerintahku!? Kuperintahkan kalian semuanya...!"Teriak Kazu.
"Matilah untukku!!"Ucap Kazu.
Kazu mendorong anak buahnya ditengah peperangan dan melempar sebuah granet.
*BUUUM!!...
Ledakan itu mengacaukan penglihatan dipijak musuh dan kami juga.Mayat anak buahnya meledak begitu saja, organ organnya berceceran kemana mana, itu benar benar pemandangan yang memuakkan
"Huueeeekkkkk...."Muntah Anisa melihat pemandangan itu.
"Anisa apa kau tidak papa!!?"Teriak Nadia.
"Aku tidak papa, bagaimana dengan mu Nadia?"Ucap Anisa, tapi mukanya sangat pucat.
"Aku tidak papa, Kau bener bener Pria terburuk Dasar Bajing*n!"Teriak Nadia dengan penuh kemarahan.
"Kalian Diamlah!!.."Teriak Kazu marah mendengar ucapan Nadia.
"Kalian berdua ikutlah denganku, akan kulampiaskan kemarahanku ini kepada kalian, mari kita bersenang senang para gadis imut"Ucap Kazu menunjukkan wajah menjijikkan.
Anisa dan Nadia di bawa Kazu untuk melarikan diri, mereka diikat oleh anak buah Kazu dan membawanya.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"AAAARRRGGGGHHH!!!..."Teriak seorang laki laki.
"Hey hey apakah ini batasmu, ayolah berjuang lagi"Ucapku tersenyum.
"Siapa kau?....Kenapa suaraku tidak sampai sama teman temanku!"Ucap Pria itu ketakutan.
"Aku memiliki sebuah trik untuk itu"Ucapku.
"Kau bajing*n lihat saja, aku akan membunuhmu!"Teriak pria itu marah.
Apakah metode ku salah, aku sudah menyiksanya dari tadi, tapi sepertinya itu masih kurang.
"Nee, aku ingin kau memilih sebuah pilihan untuk permainan kita berikutnya....Kau ingin aku meminumkanmu Ramuan sehat ini atau memasuki telingamu dengan kelabang beracun ini,...ahaha pilih sesukamu"Ucapku memegang ramuan di tangan kiri dan memegang kelabang ditangan kanan.
"Hiiii!!!..."Teriak Pria itu ketakutan.
Ah, ngomong ngomong sekarang aku berada di ruangan yang gelap, aku tidak ingin ada yang melihatku terutama adik perempuan imutku.Aku membawa anak buah Kazu dan mengintrogasi nya.
"Pilihlah jika tidak aku melakukan kedua duanya"Ucapku.
"A-A-aku pilih Ramuan sehat!"Ucap pria itu ketakutan.
Disaat itu juga aku tersenyum kesenangan.
"Saahh...Ayo bilang Aaaa..."Ucapku membuka mulutnya dan meminumkannya ramuan itu.
*Glek....BUUUMMM!!...
"AHHHHHRRRRRGGGGGG!!...APA INI? PANAS!!....Bajing*n apa yang kau masukan!!"Teriak pria itu kesakitan, tubuhnya mulai membusuk air matanya terus keluar.
"Maaf sepertinya aku salah ramuan, tolong maafkan aku"Ucapku murung.
__ADS_1
"AAARRRGGHHHHH PANAS PANAS!!, TOLONG AKU!!, Aku mohon aku akan melakukan apapun!"Teriaknya dengan tubuh yang menjijikkan.
"Baiklah aku akan membiarkanmu lolos, aku ingin bertanya sesuatu, dimana pemimpin kalian sekarang?"Ucapku tersenyum.
"Aku yakin Boss sekarang berada di atap berusaha kabur dengan membawa wanita yang dia culik"Ucap pria itu dengan cepat mengkhiati pemimpin nya.
Mereka benar benar mahkluk yang menjijikkan.
"Di atap ya, kalo dia kabur menggunakan helikopter bersama Anisa itu akan sedikit merepotkan, aku harus cepat"Gumanku dalam benakku.
"Terima kasih banyak atas informasinya, baiklah aku akan meloloskan mu"Ucapku membukakan pintu keluar untuknya.
Saat itu wajah tersenyum, matanya dipenuhi akan harapan yang besar, dan langsung lari menuju pintu keluar.
Tapi saat dia keluar itu bukan pintu keluar yang asli.
*BUUUMM!!...
"Hah! apa ini? kenapa disini sangat gelap?"Ucap pria itu sangat bingung.
"Fufu...Ragilku benar benar kejam, selamat datang diruanganku Manusia busuk"Ucap Lizis tersenyum.
"Hah! Wanita? siapa kau ******!!"Ucap Pria itu.
"Aku adalah yang akan membawa kematian untukmu, beraninya kau menghina Ragilku, aku tidak akan meloloskanmu begitu saja"Ucap Lizis dengan kesal.
[Lizis siksalah dia sesukamu, aku ada urusan lain]Ucapku pergi menuju ke-atap.
[Baiklah Master, aku bermain lembut dengannya]Ucap Lizis tersenyum.
"AAAARRRRRGGGGGHHHHHHH!!...."Teriak pria itu.
"Ahaha.., aku bisa membayangkan apa yang Lizis lakukan"Ucapku tertawa kecil.
"Baiklah mari kita selamatkan putri kecil kita"Ucapku.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*dudukudug...
"Lepaskan kami, cepat lepaskan"Berontak Nadia saat ditangkap.
"Diamlah!!"Teriak Kazu.
Anisa sepertinya pingsan.
Mereka memasuki helikopter itu.
"BERHENTIIII!!...."Teriakku
"Hah siapa kau bajing*n, jangan halangin aku Bangs*t, apa kau ingin mati!"Ucap Kazu yang sangat marah.
"Si-apa kau?"Ucap Nadia.
"Ra-gil.."Anisa membuka matanya.
"Siapa kau?"Ucap Anisa.
Ahaha...dia tidak mengenaliku itu sungguh kejam, tapi itu wajar sekarang aku menggunakan jubah dan topeng untuk menyembunyikan identitasku, dan menggunakan sihir untuk mengubah suaraku.
"Dengar baik baik, namaku Vilan si pendosa, pemimpin Daba jika kau ingin selamat lepaskan mereka"Ucapku dengan nada mengancam.
"Hah kau pikir siapa kau kepar*t!"Ucap Kazu.
Ini gawat aku tidak tau harus ngapain lagi, kalo saja ada celah aku bisa membunuhnya dengan cepat, tapi kalo dia menaiki helikopter aku tidak memiliki banyak pilihan. Disaat seperti ini aku ingin Anisa melakukan sesuatu untuk membuat celah.
"Hah ternyata cuma bocah bodoh!!, baiklah sampai jumpa"Ucap Kazu memasuki helikopter.
*Dudukudug....
Helikopternya sudah terbang aku harus gimana ini, pikirlah sesuatu bodoh.
"Ahahahahaha....ternyata omongan cuma omong kosong ya"Ucap Kazu mengejekku.
"Tenang aja aku akan merawat mereka dengan baik"Ucap Kazu dengan wajah menjijikkan.
"Tch, aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan itu nya Bangs*t!"Ucapku yang sangat kesal.
*DOR!!....
__ADS_1
"Eh!, Aaarggghhh!!"Teriak Kazu kesakitan dan melepaskan Anisa dan Nadia.
Suara tembakan tadi, pasti itu Lia, Good job setelah ini aku akan melakukan apapun untukmu Lia.
"KALIAN SEKARANG MELOMPATLAH, TENANG SAJA PERCAYALAH PADAKU!!"Teriakku.
"Tapi?"Ucap mereka
Mereka (Anisa dan Nadia) tampak ragu ragu, tapi...
*Duk..
Nadia melompat deluan.
*Hap...
"Oke sekarang sudah tidak papa"Ucapku tersenyum.
"Baiklah selanjutnya kau, cepatlah lompat!!"Teriakku.
Anisa tampak ketakutan, tapi ayolah Anisa berjuanglah.
"Ba-iklah!"Ucap Anisa gemetaran.
Anisa menutup matanya dan mau melompat tapi Kazu bangun dan menangkapnya.
"Kyaaahhh.."teriak Anisa.
"Ahahahahahaha...kau aja akan kubawa samaku"Ucap Kazu.
"Neee...Apa kau tidak bisa menolongnya? kumohon tolong dia"Ucap Nadia memohon kepadaku.
Aku tau itu, tapi sekarang Anisa belom menaklukkan ketakutannya, apakah ada sesuatu untuk membantunya....hmmmm....ah!
*Haaaaa...
Aku menarik nafasku.
"DASAR BODOOKKKK, SAAT KAU DITANGKAP LAKI LAKI, TENDANG AJA OTONGNYA ITU DASAR BODOOOKK!!"Teriakku tersenyum.
Semuanya terkejut.
Anisa jadi terdiam dan sepertinya dia jadi kesal.
"Akupun taunya itu!! jadi jangan bilang aku bodookkkk kamprettt!!!"
"Hah!!, kau Diamlah!!"Ucap Kazu.
"Hah!! jangan pegang aku dasar pak tua bau teng*k!!"Ucap Anisa melepaskan tangan Kazu dan memijak otongnya dengan kuat.
[Ahaha...kenapa kepribadiannya berubah drastis? tapi, itu baru Anisa yang kukenal]Gumanku.
"Baiklah lompatlah!!"Ucapku.
*Hap...Duk...
Anisa melompat tanpa ragu dan aku menangkapnya.
"Makasih"Ucap Anisa.
"Baiklah pemimpin klan Daba saatnya memberi hukuman mati kepadamu"Ucapku tersenyum.
"Hiiihhh!!..."Kazu ketakutan.
"Matilah!"
*Duk...Swusshhh...Bummm!!...
Aku mengambil batu dan melemparnya, batu itu mengenai sayap helikopter nya dan membuatnya jatuh kelaut.
"Yosh dengan ini selesai sudah, ini melelahkan kampret"Gumanku.
"Ano terima kasih sudah menyelamatkan kami"Ucap Nadia tersenyum.
"Nee, bolehkah aku bertanya?"Ucap Anisa.
Kenapa dia tiba tiba wajahnya jadi serius gini?.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
"Apa kau Ragil?".