Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 18


__ADS_3

Aaaaaaahh.....aku membunuh orang lagi dan itu adalah teman sekelas ku sendiri...apa ini?, kenapa bisa jadi gini?,..... Ahahahahhahaha...ini cuma bisa membuatku tertawa saja bodok...ahahaha aku tidak bisa menolong siapa pun?, cuma? cuma bisa membunuh, sial...sakit kali dadaku, air mataku tidak bisa berhenti...ahahahahahha...


***


SIALANNNN.......!!!


***


***


***


Aku membuka mataku pelan pelan, sepertinya saat aku membunuh Radit aku jatuh pingsan.


"Ragil akhirnya kau bangun juga!"


"Hana apa kau tidak papa"aku berusaha bangun tapi seluruh tubuh ku sangat sakit.


"Ragil kau tidur aja, lukamu belum sembuh sepenuhnya"Rasya mengkhawatirkan ku


Aku memiliki pertanyaan untuk Hana dan Rasya "apa yang dilakukan Radit pada kalian?", tapi mungkin aku tidak perlu menanyakan nya, tubuh mereka masih gemetaran.


"oh iya dimana orang itu?"tanya Rasya padaku


"siapa?"


"Despa loh"


"oh, kalo dia katanya mau menyelidiki sesuatu di sekitar sini"jawabku


"Cih, dia belom matinya"Rasya kecewa


disisi lain tempat Despa berada


***


***


***


***


***

__ADS_1


"hmmm... sesuai dugaan ku ini semuanya asli, ini sedikit aneh harusnya kekuatan yang kuberi tidak sekuat ini, bahkan sampai bisa membuat istana dan labirin.Seharusnya cuma bisa buat pedang dan pistol....sepertinya ada seseorang yang sengaja membuat ini semua,...baiklah aku akan mengikuti gamemu,....tapi jangan pikir kau akan selamat karena telah menggangu gameku,...ini semakin menarik"Despa tersenyum


***


Setelah itu Despa berkumpul bersama kami.Kami sekarang ada di perkemahan.


"hey...Ragil gimana kau berhasil membunuhnya?"ucap Despa dari kejauhan


"seperti biasa kau selalu membuatku kesal"Aku sangat kesal dengan pertanyaan Despa.


Despa berjalan menuju ke arah kami.


"sepertinya kalian baik baik saja--"


"duuumm..!!"


Despa terdiam karena kaget melihat Ragil.


"Apa itu?, ada nafsu membunuh yang sangat mengerikan sekali dan itu keluar dari tubuh Ragil, tu-tubuhku gemetaran, apa yang terjadi?"Dalam hati Despa sangat bingung dan takut.


"Ragil apa kau tidak merasakan sesuatu didalam tubuhmu"tanya Despa


"selain rasa sakit, aku tidak merasakan apa apa"jawabku


"GK papa"


"Sepertinya cuma perasaanku saja, tapi tadi rasanya aku seperti mau dimangsa...ini bikin aku penasaran"dalam hati Despa


Kami istirahat sebentar menunggu besok, dan lukaku sepertinya sudah lumayan sembuh karena dirawat Hana dengan kekuatan nya.


"Kekuatan Hana benar benar hebat kali",Aku sekarang bersama Hana berdua, dia sedang mengobati ku.


Muka Hana sangat murung.


Sepertinya Hana masih trauma.Aku ingin melakukan sesuatu untuk nya, tapi apa ya?.


"Hana maaf--"


"Ragil terima kasih sudah menolongku, kalo tidak ada Ragil aku pasti sudah hancur"ucap Hana memotong kata kataku


"sudahlah, tidak usah berterima kasih, kalo? kalo aku lebih kuat lagi mungkin kau tidak akan mengalami ini semua"Ucapku yang sangat kesal pada diriku sendiri


"Aku tidak papa, memang sih kejadian tadi sangat menakutkan, aku sangat tergantung kepada mu, tapi aku tidak ingin melihatmu mati karena aku"Ucap Hana murung

__ADS_1


Mendengar kata kata Hana aku tidak tau harus berbuat apa agar Hana tidak menyalahkan dirinya dan merasa tenang.


Hana menggenggam erat tanganku.


"Hana?"


"Karena aku kau sampai luka seperti ini, semuanya salahku, kalo saja kekuatanku bukan penyembuhan pasti aku tidak akan membuat Ragil terluka....aku cuma bisa menunggu pertolongan dari seseorang, bukankah aku wanita yang jahat...hiks..hiks..hiks"Hana menangis karena merasa bersalah


Aku melihat Hana terus menangis dan masih sangat takut sekali.


"Aku? aku? cuma ingin semuanya akrab seperti biasa tapi--"


"Duk..!!"aku memeluk Hana


"Ra-Ragil?..!!"Hana terkejut


"Tenang aja, kau tidak salah apa apa yang salah adalah Despa yang membuat semua ini...jadi kau tidak salah apa apa, Hana adalah Hana. Hana baik dan juga sangat memedulikan temannya"ucapku sambil memeluk Hana


"Terima kasih, Ragil"Hana sudah tenang


Kamipun sadar kalau kami masih pelukan, dan langsung melepaskan nya, tapi suasananya jadi canggung sekali, kami sangat malu sekali.


"La-Lagian"Aku sangat gugup


"A--Apa"Hana juga gugup


"Lagian aku sangat suka dengan kekuatan nya Hana, itu sangat hangat sekali aku suka"aku sangat malu dan gugup


Wajah Hana tambah merah karena malu.


"be-benarkah,m-makasih"Hana sangat senang.


Aku harus berjanji, apapun yang terjadi aku harus bisa melindungi Hana dan yang lainnya.


"Hana aku berjanji akan melindungi mu terus, apapun yang terjadi"ucapku sangat serius


"Makasih Ragil, kau sangat baik ",Hana tersenyum


***


Haripun terus berlanjut dan sudah pagi hari, kami harus pergi melanjutkan game ini dan menyelesaikannya tepat waktu.


Lantai tiga, pahlawan disini adalah Ivan, dan seperti yang kuduga dia juga sudah kehilangan akal sehatnya.

__ADS_1


__ADS_2