Hidden Feeling

Hidden Feeling
Chapter 43


__ADS_3

"Jadi lah Pacarku selama 1 hari.",Teriak Lia dengan penuh percaya diri.


"Apa boleh aku menolaknya?",Ucapku tersenyum dengan sopan.


"Tidak, Kakak kan sudah janji akan melakukan apapun untuk ku.",Ucap Lia tersenyum dan memaksaku.


Aku tidak tau apa tujuan nya tapi biarlah, Aku juga sudah berjanji kepada-nya...


Adik-ku, benar benar Luar biasa karena menyadari sifat ku yang berubah secara tiba tiba padahal aku sudah berusaha, bahkan Anisa tidak mengetahui nya...., Tapi meskipun dia mengetahui nya dia tidak pernah memberitahukan-nya kepada siapa pun, Aku harus berterima kasih....


"Baiklah, sebagai pacar mu Apa yang harus kulakukan?",Tanyaku tersenyum.


"Kalo itu tengok aja besok, akan ku kasih tau Kakak-ku yang bodoh ini, Apa yang di maksud Pacaran?",Ucap Lia tersenyum melihatku.


"Baiklah aku menantikannya.",Ucapku tersenyum mengelus kepalanya Lia.


"Hentikan!",Ucap Lia tidak suka kepalanya dielus.


"Jam 10, tunggu aku di alun alun kota.",Ucap Lia langsung pergi ke kamarnya.


"Baiklah...",Ucapku tersenyum.


Akupun masuk lagi kedalam ke kamarku, ku harap besok tidak ada kejadian merepotkan, kalo cuma akting jadi pacar, aku bisa....


[Ragil, Apa yang ingin kau lakukan sekarang?, Dia Adikmu Bukan?",Ucap Lizis tersenyum.


*Buk!...


Aku melompat dan rebahan di atas kasur ku.


[Tentu saja, aku hanya akan bermain dengan nya, dan aku yakin Lia bukan orang seperti itu, dia masih kelas 1 SMP, aku tau semua tentang nya....],Jawabku tersenyum membalas pertanyaan Lizis.


[Lagian apa kau sudah siap dengan urusan mu, ini sedikit lebih lama dari biasanya, Apa yang kau lakukan?],Tanyaku dengan serius.


[Tentu saja, aku sudah selesai Ragil-ku, dan aku cuma sedikit bermain main lebih lama saja],Ucap Lizis tersenyum senang.


[Terserah lah.],Ucapku sedikit penasaran.


[Jadi Ragil, aku menginginkan hadiahmu yang telah kau janjikan.],Ucap Lizis tersenyum.


[Enggak, jangan sekarang, sekarang aku perlu mementingkan keinginan Adikku, jadi punyamu kapan kapan aja...],Ucapku menolak nya dan memejamkan mataku.


[Baiklah Ragilku, kalo gitu ada yang ingin kuberitahu kan kepadamu],Ucap Lizis tersenyum.


[Lizis, tolong biarkan aku istirahat sebentar, sekarang aku sangat lelah.],Ucapku menyuruhnya berhenti mengganggu ku.


[Baiklah...],Ucap Lizis yang sedikit aneh.


Ini sangat tidak ku sangka, aku tidak percaya dia akan menerimanya begitu saja, biasa-nya dia selalu memaksa dan keras kepala....., Biarlah aku tidak peduli juga...


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Keesokan harinya~


[KAU HANYALAH SEEKOR MONSTER!!].

__ADS_1


"Kakak, bangunlah...", Ucap Lia membangunkan ku yang sedang tertidur di taman alun alun kota.


"Maafkan aku, jadi tadi apa yang kita bicarakan?",Tanyaku baru saja bangun tidur.


"Kenapa kau Kak?, Dengar Kak ini semua untukmu agar bisa lebih dekat dengan Kak Nisa.",Ucap Lia menasehati ku.


"Aku minta maaf, tapi sekarang kau adalah Pacarku kan.",Ucapku tersenyum.


"Mouu..., Itu memang benar tapi...",Ucap Lia yang cemberut.


Sepertinya dia sangat bersemangat, sikap nya juga berubah drastis, apa dia berusaha keras untuk ku?....,Itu membuatku senang.


Tapi ada sesuatu yang membuatku lebih penasaran, dari tadi Lizis tidak bisa dihubungi, apa yang sebenarnya terjadi?, Perasaan ku tidak enak...


"Baiklah kakak, ayo kita menuju ke tempat selanjutnya.",Ucap Lia menarik-ku.


"Baiklah...",Ucapku mengikuti apa yang di inginkan Lia.


*Buuussshhhh....


Apa itu!?, Entah kenapa dalam tubuhku seperti ada yang masuk ke dalamnya dan membakar tubuhku...Apa apaan ini?!...


---\=\=\=---


"Ah!, Itu sudah hilang!",Ucapku tiba tiba tidak merasakan perasaan itu lagi.


"Dari tadi kau kenapa Kak?",Ucap Lia yang mengkhawatirkan ku.


"Aahh!!...Tidak papa!",Ucapku tersenyum.


Aku tidak tau apa ini, tapi aku harus berhati hati lagi dan lebih waspada. Sekarang aku tidak tau tapi, sepertinya tubuhku sekarang dalam bahaya....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


"Baiklah, hari ini aku yang traktir, makanlah sesuka!",Ucapku tersenyum melihat Lia yang sangat senang.


Kami duduk di sebuah Kafe di kota untuk istirahat sebentar.


"Aku ingin memesan ini.",Ucap Lia memesan pesanan yang dia inginkan.


Setelah itu datang seorang pelayan menulis pesanan kami dan kembali lagi membawakan pesanan kami di tempat duduk kami.


"Baiklah tolong bilang aahh~ Lia..",Ucapku menyuapinya seperti seorang Pacar.


"Eh!...Gak usah aku bisa makan sendiri.",Ucap Lia menolak ku.


"Gak papa lah, lagian sekarang kau pacarku.",Ucapku memaksanya.


"Ba-Baiklah...Aahh~",Ucap Lia membuka mulutnya.


Aku menyuapi dia seperti seorang bayi yang manja, tapi tiba tiba tubuhku...


*Ting....


Aku menjatuhkan sendok yang ingin menyuapi Lia dan dalam pikiran ku tiba tiba di banjiri oleh suara yang aneh....


[Rebutlah!, Perkosa dia!, Puaskan semua Hasratmu!!, Buat semua orang menjadi milik mu!!...Lakukanlah sesukamu],Teriak seseorang dalam pikiranku yang suaranya berbeda dari Lizis.


*Duk...

__ADS_1


"Kakak!!, Apa kau tidak papa?, Kakak!!",Teriak Lia mengkhawatirkan ku yang tiba tiba kepala ku sangat sakit.


Apa ini!!...Berisik!!..., [Ahahaha...Semuanya Milik-ku], Siapa kau?, Apa yang kau inginkan?,.... [Mari kita bersenang- senang]...Berisik!!...Diamlah!...[Puaskan seluruh Nafsumu!].


Pikiran-ku saat ini sedang kacau, apa yang terjadi, badanku sangat panas....


"Hah...Hah...Hah..",Ucapku yang sangat kelelahan dan kepanasan karena kondisi tubuh-ku saat ini sedang aneh.


"KAKAK!!...KAKAK...KAU TIDAK PAPA!!..",Teriak Lia memegang punggung-ku dan sangat panik.


[LIZIS!, DIAMANA KAU!!?, APA INI!!?], Teriakku memanggil Lizis tapi dia tidak merespon.


*Duk!...


"Lia?...",Ucapku yang melihat Lia tiba tiba terjatuh saat dia memegang punggung-ku.


Sialan, apa yang terjadi disini?...Pertama mari kita cari tempat sepi, jika disini terus akan menjadi masalah karena menarik perhatian sangat banyak...


"Lia,...Tunggu lah sebentar.",Ucapku menggendong-nya dan membawa-nya keluar dari Kafe setelah aku membayar tagihan nya.


Kami menjadi pusat perhatian, aku harus pergi ke tempat yang sepi, tubuhku juga sangat berat karena kepanasan...dalam tubuhku panas sekali...


"Disana..",Ucapku melihat Taman yang sepi dan langsung ke sana bersama Lia.


*DukDukDuk...


"Lia!!..Lia!!..Lia!!...Kau tidak papa!",Teriakku terus terus menggoyang badan Lia.


"Kakak..., Tubuhku sangat panas...Tolong aku Kak!",Ucap Lia yang wajahnya sangat pucat.


"Kalo gitu kita harus ke Rumah Sakit!",Ucapku yang sangat panik.


"Enggak! aku enggak mau!",Ucap Lia memegang tanganku.


"Apa yang kau bilang? Tubuhmu sangat panas bukan?",Tanyaku yang bingung kepadanya.


"Kakak, tolong biarkan aku merasakan kenikmatan bersama kakak!",Ucap Lia sangat aneh yang wajahnya sangat merah.


"Apa yang kau bilang?, Kau bercanda kan.",Ucapku yang sangat bingung.


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


Apa yang harus kulakukan?,...Kenapa di saat seperti ini Lizis tidak ada?...


Woy Lizis, Apa yang terjadi disini?....


[Ragil, aku memiliki cara untuk menyelamatkan kalian berdua.],Ucap Lizis yang tiba tiba datang.


[LIZIS!!, APA ITU?, CEPATLAH KATAKAN!!",Teriakku yang sangat mengkhawatirkan Lia.


[Ragil, aku akan keintinya langsung....


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---


---\=\=\=---

__ADS_1


---\=\=\=---


Perkosa Adikmu!].


__ADS_2