
Manusia selalu mempunyai rahasia, rahasia seperti apapun dia akan menyembunyikannya dari orang lain, begitu juga denganku, aku memiliki sebuah rahasia. bagaimana dengan kalian?, apa kalian punya?, dan apa rahasia itu bisa terus kalian sembunyikan?. aku memiliki rahasia yang sangat besar dan tidak boleh diketahui orang lain yaitu aku........
.......
.......
......
......
Membunuh orang tuaku sendiri!!!
Sebelas tahun lalu, tepatnya 13 April 2007, aku masih kecil saat itu aku biasa aja, aku sama sekali tidak disebut boneka tanpa perasaan, tapi meskipun begitu aku sangat menderita karena orang tua selalu mencoba untuk membunuhku, entah alasan seperti apa mereka membunuhku, aku tidak tau, tapi meskipun begitu bibi selalu melindungiku saat orang tuaku ingin membunuhku karena itu aku masih bisa hidup.
16 Agustus 2007, hari itu adalah hari ulang tahunku, aku dan bibiku merayakan ulang tahunku.
"nah.. sekarang Ragil tiup lilinnya"bibi tersenyum
"bi..apa benar tidak papa beli kue yang mahal, bukannya kita miskin"tanyaku sambil ingin menangis
"tenang aja, hari ini adalah hari yang spesial"jawab bibiku
Aku melihat bekas pecahan celengan, sepertinya bibi menggunakan tabungannya untuk membeli kue ulang tahunku.Aku pertama kalinya bahagia,kami menyanyikan lagu ulang tahun bersama dan memotong kuenya, hari itu aku sangat bahagia sekali, tapi kebahagiaan itu hancur dalam sekejap, Ayah dan Ibuku tiba tiba datang, mereka menghancurkan kue ulang tahunku dan melukai bibi.
"dengar ya Ragil, kau tidak perlu merayakan ulang tahun" ibuku memukulku sambil tertawa
"woy ********, cepet berikan uangmu"tanya ayahku sambil menarik rambut bibi
Aku sangat benci dengan diriku yang lemah saat itu, jika terus begini aku dan bibi akan mati dengan berpikir begitu aku ingin menghentikan ayah.
"Ayah lepaskan bibi, semuanya salahku karena aku ingin merayakan ulang tahunku, aku menyuruh bibi membeli kue, jadi tolong lepaskan bibi"aku menarik celana ayah sambil menangis
"apa yang kau lakukan dasar anak durhaka...!!"ayah meneriaki ku sambil menendang ku.
__ADS_1
"Ragil.....!!!"bibi berteriak.
Bibi terlepas dari tangan ayah dan memeluk dan melindungiku, aku sangat susah bernapas karena di tendang ayah tadi.
"minggir dasar adik tidak berguna...!!"teriak ibu
"kakak tolong hentikan..!!, tolong jangan sakiti Ragil lagi"bibi sangat erat memelukku.
"kubilang minggir....dasar ********"ibu mengambil pisau
"srukkk!!!"suara tusukan
"bibi...!!!"teriakku
"Ra..Ragil..hari..ini...adalah...ulang tahun Ragil...jadi......selamat....ulang tahun Ragil"ucap bibi sambil tersenyum.
Setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku, bibi mati karena dibunuh ibu, tapi entah kenapa aku.......
Tersenyum.
"woy gimana ini, aku membunuh nya..."ucap ibu dengan Ketakutan
"aku tidak ikut ikut...."ucap ayah yang ketakutan juga
"aku tidak salah apa apa.."ucap ibu
"dasar ******, kau sudah membunuhnya, padahal dia adalah alat penghasil uang kita...."ucap ayah dengan nada marah
"aku tidak salah apa apa, aku tidak salah apa apa"ucap ibu yang sangat pucat
Mereka bertengkar satu sama lain, aku mengambil pisau yang ada ditubuh bibi dan memotong kepala ibu.
"berisik..."ucapku dengan nada datar
__ADS_1
"Ragil apa yang lakukan, kau? kau? barusan membunuh ibumu loh...!!" ayah meneriaki ku
"tenang aja ayah, ayah juga akan bersama ibu kok"aku mengucapnya sambil tersenyum
"enggak mau, aku tidak mau mati, dasar monster, tolong jangan bunuh aku" ayah berlari kepintu dan mencoba melarikan diri
"ayah, sekarang adalah hari ulang tahunku, ayah memberikanku kado apa?"aku tersenyum dan berjalan ke arah ayahku
"nanti..nanti kubelikan mainan, jadi tolong jangan bunuh aku"ayahku tidak bisa berdiri
"aku ingin mainan yang bagus.."tanyaku
"aku ngerti, aku mengerti, jadi tolong jatuhkan benda tajam itu"jawab ayah.
Aku menjatuhkan pisaunya, ayah terlihat sangat lega sekali tapi tiba tiba ayah ingin memukulku.
"dasar anak monster....!!!"sambil menggenggam tangannya ayah lari ke arahku
"srekkkkk...!!!"
"dasar bodoh, kau pikir aku akan percaya kata katamu....ahahahahhahaha...bibi hari ini aku sangat bahagia sekali" ucap aku sambil tersenyum
Aku membunuh ayah dan ibuku sendiri dan setelah itu polisi datang kerumahku, karena kelelahan aku jatuh pingsan terus dibawah pak polisi ke rumah sakit.
"katanya pertengkaran keluarga, kasihan kali anak ini"orang yang bergosip A
"masih kecil, harus kehilangan orang tuanya..."orang yang bergosip B
Sepertinya banyak orang yang membicarakan ku, aku tidak terlalu mengingat apa yang terjadi, tapi aku hanya tau kalo aku membunuh orang tuaku sendiri.
29 September 2007,Akhirnya aku sudah sembuh dan aku dititipkan disebuah panti asuhan.
bersambung~
__ADS_1