
Ini adalah akhir dari semua sandiwara....
"Lizis beritahu aku semua yang kau tau tentang dunia ini"Ucapku dengan sombong
"Baiklah, apapun itu untuk Masterku~"jawab Lizis tersenyum.
Setelah itu Lizis menjelaskan semuanya tentang dunia ini, dan saat itu aku juga kebenaran dari dunia yang selama ini menyiksaku adalah perwujudan dari perasaanku itu sendiri.
Setelah mendengarnya aku cuma bisa tertawa.
"Ahahahahahaha, aku tidak menyangka dunia menyebalkan ini adalah perasaan dari rasa cintaku itu sendiri...ini terlalu menarik njink"Aku terus berbicara pada diriku sendiri seperti orang gila.
"Tapi, kalo benar ini adalah perwujudan dari perasaanku, kenapa mereka membuatku jatuh ke dalam keputusasaan, aku harus mencari taunya"Guman dalam hatiku
"Sebelum itu kita harus mengakhiri game merepotkan ini"Ucapku tersemyum.
"Baik, Lizis akan membuat anda memenangkan game, saya bersumpah atas sebagai salah satu dari tujuh pendosa mematikan"ucap Lizis kesenangan
Aku dan Lizis keluar dari Dangeon itu, agar bisa keluar dari alam pikiranku sendiri.
"Oh iya, apa maksudmu pendosa mematikan?"tanyaku kepada Lizis
"Apa aku belom bilang?, aku adalah salah satu roh agung dosa mematikan yaitu dosa nafsu, di dunia ada dosa lainnya, semuanya ada tujuh yaitu, Kemarahan, Ketamakan, Kerakusan, Kemalasan, Keirian, Kesombongan, dan Kenafsuan, mereka semua berada di dunia yang berbeda beda, jadi kadang sulit menemukan mereka"Ucap Lizis.
"Jadi gitu, sepertinya ada dunia lain selain bumi, ini jadi semakin menyenangkan"ucapku tersemyum
Aku sedikit kurang mengerti apa yang dibilang Lizis tapi aku sudah mengerti garis besarnya, intinya mereka adalah orang yang merepotkan.
"Baiklah Master, aku akan mengeluarkan mu dari sini, mohon bersiaplah"ucap Lizis
"tentu saja, aku harus memberikan mereka sebuah kejutan"jawabku tersemyum.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Egh...."
Aku membuka mataku.
*cling..
"Akhirnya kau sudah bangun Ragilku"Ucap Semi yang ada di depan mataku tersenyum.
Sepertinya tanganku di ikat oleh rantai agar tidak lari.
"Woy Ragil jangan cuekin aku, aku nanti menangisinya loh"Ucap Semi tersemyum berjalan ke arahku.
"Semi, apa yang kalian inginkan?, aku sudah mengetahui sedikit tentang dunia ini, bahwa dunia ini adalah perasaanku sendiri"ucapku melototinya.
"Heee...kau sudah tau ya, siapa yang ngasih tau kau, apa mungkin di antara kami ada penghianat"Ucap Semi sepertinya sedikit kesal.
"penghianat?..."tanyaku
"baiklah, kami kasih tau semuanya"ucap Semi.
Baiklah, rencanaku sukses dengan ini aku bisa dapat lebih banyak informasi.
"Tapi, pertama aku ingin bertanya kepadamu"Ucap Semi mukanya jadi seperti mencurigai ku.
"Siapa kau?"
DOOOMMM!!...
Semi tiba tiba mencurigai ku, akupun sangat terkejut.
__ADS_1
"Siapa yang peduli dengan itu?"ucapku sedikit murung.
"kau benar juga, siapa yang peduli dengan hewan ternak sepertimu"Ucap Semi tersemyum.
"Huuu..."Aku sangat lega.
"Baiklah dengarkan aku baik baik, memang benar dunia ini adalah perwujudan dari perasaanmu"ucap Semi
"Kalo gitu, kenapa kalian membuatku putus asa"tanyaku melototinya.
"itu karena kami semua disini sangat sangat...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Mencintaimu!"
Aku terkejut dan sedikit takut dengan sikap mereka dan kenangan bersama mereka selama ini.
"Kami semua disini sangat sangat mencintai, hingga ingin membuatmu tetap disini demi itu aku ingin kau menyerah terhadap dunia asal, kami membuat skenario yang bagus untuk membuatmu jatuh ke dalam keputusasaan"Ucap Semi tersemyum menakutkan.
"Apa maksudmu?..."Ucapku sedikit kesal.
"Kau taukan kalo Ragil di dunia ini membunuh orang tuanya sendiri, kau tau kenapa, itu karena kau di dunia sana sangat mencintai orang tuamu sampai ingin membunuhnya dan mengurungnya dan terus bersamanya, kami disini semua adalah perwujudan dari cintamu yang sudah menyimpang itu ahahahahahaha"Ucap Semi tertawa.
"Bukannya kau Ragil itu.."Ucapku
*DOOMM!!
Suasananya berubah jadi semakin mencekam
"Kenapa kau tau?"tanya Ragil
"itu cuma instingku saja"jawabku
Aku melihat sekitarku dan merasa janggal.
"Dimana Rasya, Hana, dan Despa, bukannya mereka bersama?"tanyaku
"Aah, mereka ya, karena kau lama kali bangun, aku membunuh mereka, tapi sebelum kubunuh, AKU MENYIKSA KAU TAU MEREKA BENER BENER BODOH, AKU TIDAK MENYANGKA MEREKA MEMILIKI TERIAKAN YANG BAGUS!!.... AHAHAHA..."Teriak Ragil kesenangan.
Aku menundukkan kepalaku.
"Apa itu!?..."ucapku dengan nada rendah.
tiba tiba tubuhku sangat panas dan jantungku berdetak sangat kencang.
"kenapa kau, apa kau marah!? ahahahaha..."Ucap Ragil tertawa.
"Aaaahhh... Jantungku sangat berisik ini sangat menyebalkan, aku sudah tidak tahan"Gumanku dalam benakku
"Apa itu, bukannya itu sangat......
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
MENYENANGKAN!!"
__ADS_1
*DOOOMM!!..
"siapa kau!?"Ragil sangat terkejut.
*Tas!...Sreeeggg!....
"AAAAAAAHHHHHKKKKKKK!!..."Teriakan kesakitan Ragil.
"Apakah itu begitu menyakitkan?"ucapku dengan wajah dingin melihat kebawah.
Aku memotong tangan dan kakinya Ragil.
"Siapa kau? dan bukannya itu Ha-Harta Suci [Rakna]!"ucap Ragil yang sangat kebingungan.
"Kau benar, ini adalah Harta Suci [Rakna]"Ucapku tersenyum manis.
"Dimana kau mendapatkannya!!, bukannya otoritasmu sudah di cabut!!"Ucap Ragil ketakutan
Aku tersenyum lebar dan menjawabnya.
"Siapa yang peduli dengan itu!"
"AAAAHHHHH....AAAAHHHHH....KENAPA TANGAN DAN KAKIKU TIDAK MAU BEREGENERASI, SEHARUSNYA TIDAK BEGINI, APA CINTA KAMI SEMUANYA SIA SIA!!"Teriak putus asa Ragil.
"Diriku yang satu lagi kau tau?"Aku mendekatinya dan memeluknya.
Aku tersenyum dan berbisik di telinganya.
"Aku tau Ragil selama ini aku sangat...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Mencintaimu!"
*Sruuukk!...
"Good bye diriku tersayang"Ucapku tersenyum lembut.
Aku menusuk perut Ragil menggunakan [Rakna] dan karena [Rakna] adalah senjata yang bisa membakar segalanya, jadi Ragil tidak bisa beregenerasi.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Kenapa jadi seperti ini?.."Ucap dalam hati Ragil yang sudah sekarat.
"Woy Lizis kau sudah bisa keluar"ucapku
*DUUUMMM!!...
"Aaahhh~, Ksatria ku sangat keren, aku semakin mencintai mu~"ucap Lizis tiba tiba memelukku.
"Jadi gitu, jadi karena itu ya, Dasar Pendosa Sialan!"Ucap dalam hati Ragil.
"Lizis, aku mencintaimu"ucap Ragil dengan suara pelan.
Lizis langsung menoleh kebelakang.
"kenapa ini, entah kenapa aku merasa sangat familiar dengan keberadaan ini"Ucap dalam hati Lizis.
"Kenapa Lizis?"tanyaku.
"bukan apa apa Master"Ucap Lizis.
"Ya sudahlah"
__ADS_1
Aku tersenyum.
"Saatnya untuk pulang ke dunia asalku!".