Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
12.Saingan


__ADS_3

Sementara itu di tengah lapangan basket arga nampak fokus mengayunkan bolanya ke ring,dan beberapa kali juga dia sudah mencetak gol.Parasnya yang tampan,postur tubuhnya yang tinggi jelas membuat semua penonton disana sesekali meneriakkan namanya tak terkecuali lisa yang duduk paling depan di barisan penonton.Lisa adalah salah satu penggemar berat arga,dia juga satu sekolah dengan arga hanya saja berbeda kelas.Dari awal kepindahan arga ke sekolahnya lisa sudah menaruh hati pada sosok laki laki tampan yang sekarang menjadi idola para kaum wanita.


arga……arga….arga…..


Terdengar suara lantang lisa yang meneriakkan nama arga sambil sesekali berjingkrak jingkrak dengan penuh semangat karena melihat lelaki pujaannya bermain basket dan itu membuat lisa semakin menggebu gebu ingin memiliki arga.Dia sudah membayangkan bagaimana rasanya nanti kalau seandainya dia berpacaran dengan seorang arga dirgantara yang merupakan seorang kapten tim basket di sekolahannya.Dia sudah membayangkan pasti banyak perempuan lain yang iri kepada dirinya,karena hampir semua siswi di sekolah begitu sangat mengidolakan arga.Tapi sayangnya arga tak pernah sedikitpun merespon sikapnya padahal dia sudah terang terangan menunjukan sikap kalau dia menyukai arga.Dan hal itu tak membuat lisa patah semangat karena menurutnya menaklukan hati seorang arga yang terkenal cukup dingin dan tak mudah bergaul dengan wanita itu adalah sebuah tantangan untuk dirinya yang selalu berhasil menaklukan hati pria manapun.


“Lis….arga emang ganteng banget yah?apalagi kalau lagi main basket kaya gini dia kelihatan tambah seksi,gue merasa dah mulai terpikat dengan sejuta pesona arga”kata desi yang tak lain adalah sahabatnya lisa.Mendengar ucapan desi,lisa langsung berdecak pinggang dan melayangkan tatapan tajam pada desi.


“Arga gebetan gue yah,awas aja kalau lo berani suka sama dia.”jawab ketus lisa.

__ADS_1


“iya iya…ya ampun yang lagi jatuh cinta sensi banget sih sampe sampe takut di embat sama orang.”sahut desi kesal,masa dia gak boleh mengagumi seseorang.


“eh tapi setau gue yah si arga itu deketnya sama si naya tuh,bahkan gue sering liat arga nganterin naya pulang.”tampak desi memanas manasi lisa sudah seperti kompor yang meledak.


“apa?naya?gak salah sih naya juga cantik,eh tapi ngapain gue muji dia berati dia rival gue kan?lagian gue gak kalah cantik kok sama si naya naya itu”jawab lisa dengan penuh kepercayaan diri.


“iya..lo jangan sampai kalah ama si naya itu,lo harus pepet terus si arga sampai dia bertekuk lutut di hadapan lo.”ujar desi.


******

__ADS_1


Di kamar naya tampak jihan dan naya masih asyik mengobrol,sambil sesekali jihan meledek naya terus sampai sampai wajah naya sudah seperti buah tomat yang kematangan.


“han…tapi aku mohon yah jangan bilang siapa siapa tentang ini,cukup kamu sama aku aja yang tahu.”ucap naya dengan nada sedikit memohon.


“iya siap bos…kamu tenang aja nay aku bisa jaga rahasia kamu kok.”sahut jihan.Jihan melirik jam tangan di pergelangan tangannya,waktu sudah menunjukan sore hari saking serunya ngobrol bareng sampai membuat mereka lupa waktu.


“aku pamit yah..assalamualaikum”


“walaikumsalam…jangan lupa besok berangkat bareng.”

__ADS_1


Jihan yang jaraknya sudah menjauh pun hanya bisa memberi jawaban dengan mengacungkan jempol tangannya.


Bersambung


__ADS_2