
Eh
Naya ingin menolak jaket yang sedang dipasangkan oleh Arga tapi Arga tetap bersikeras memasangkannya di tubuh Naya dan hal itu membuat Naya merasa bahagia karena Arga selalu memberi perhatian kecil kepadanya.
"Ga..aku gak usah pake jaket,kamu aja kan kamu yang duduk di depan.Jadi kamu yang bakal kena angin langsung."Naya berusaha menolak halus pemberian Arga karena dia juga khawatir pada Arga yang hanya memakai seragam sekolah,itu akan membuat Arga terkena angin langsung.
"Aku laki laki Nay,jadi aku pasti gak bakal sakit.Aku malah takut kamu yang sakit"jawaban Arga membuat hati Naya semakin meleleh,bagaimana dia tidak menyukai Arga kalau Arga sebegitu perhatian kepada dirinya yang Naya anggap dia hanya sebagai teman dari Arga.
"Kalau kamu sakit gimana?"tanya Naya khawatir.
"Gak bakalan..yaudah kita pulang sekarang?"ucap Arga sambil tersenyum manis.Naya sudah tidak bisa berkata kata lagi kalau Arga sudah bersikap manis padanya makanya dia pun hanya menganggukan kepalanya saja.
Arga...entah kenapa aku merasakan ada hal yang berbeda dari kamu ke aku?aku gak mau terlalu berharap tapi semua perhatian kamu ke aku membuat aku berpikir hal lain,gumam Naya dalam hati sambil memperhatikan wajah Arga dari kaca spion.Saat Naya sedang memperhatikannya,tak sengaja Arga melihatnya,Naya pun langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa malu hampir saja ketahuan Arga.
"Nay...nanti kita istirahat sebentar yah di depan,kamu pasti belum makan kan?"tanya Arga.
"Arga nanti lama lama kamu bisa bangkrut loh kalau setiap kamu nganterin aku pulang kamu ngajak aku makan terus,jangan jangan kamu mau bikin aku gendut yah?"gerutu Naya yang sebenarnya merasa tak enak karena Arga selalu membayarkan makanannya.
"Gak akan Nay..kamu tenang aja,masa ngajak kamu makan aja bikin aku bangkrut sih?lagian kenapa kalau kamu gendut emangnya?takut gak ada yang suka yah?"canda Arga yang kemudian mendapatkan cubitan kecil di pinggangnya.
__ADS_1
"Auuuwwwww"pekik Arga karena cubitan Naya terasa cukup sakit.Tapi Naya pura pura ngambek dan seolah tidak peduli karena tadi Arga meledeknya.Sadar Naya ngambek Arga pun langsung meminta maaf.
"Maaf nay..aku kan cuma bercanda.Lagian kalau kamu jadi gendut pun masih ada kok cowok yang suka sama kamu?"sahut Arga.
"Ngarang aja kamu gak,badan kurus gini aja gak ada yang mau sama aku apalagi kalau aku gendut."jawab Naya asal.
"Ada...aku"jawaban Arga barusan cukup membuat Naya kaget.Arga ini sedang bercanda atau serius,pikir Naya.Tapi bagaimana mungkin Arga serius dengan ucapannya bahkan selama ini saja dia hanya menganggapnya teman tak lebih.
"udah ah ga..kamu tuh bercanda terus.Jadi kamu mau makan dimana?"tanya Naya yang akhirnya mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain daripada dia harus memikirkan ucapan Arga.
Aku gak bercanda Nay..aku serius dengan semua ucapanku tadi.Tapi sepertinya kamu tidak mempedulikan aku kamu memilih untuk mengalihkan pembicaraan.Aku akan membuktikan semua ucapanku suatu saat nanti Nay dan aku harap saat itu terjadi kamu masih sendiri,gumam Arga.
Mata Lusi nampak berbinar saat melihat sang pujaan hatinya Arga memasuki tempat tersebut,hingga akhirnya dia memilih untuk berjalan menghampiri Arga dan meninggalkan Desi seorang diri.Tapi langkahnya terhenti saat sorot matanya menatap perlakuan istimewa Arga pada Naya,Arga tampak menarikkan kursi untuk Naya dan itu membuat dia merasakan cemburu yang luar biasa,kenapa Arga selalu bersikap lembut kepada gadis lain sedangkan dirinya yang terang terangan menunjukan sikap suka nya tak sedikit pun Arga melihatnya malah seringkali mengabaikannya.Dia tidak bisa berdiam saja terus seperti ini,sepertinya Naya juga harus diberi pelajaran seperti Bela agar tidak dekat dekat dengan Arga.Apalagi dia seringkali mendengar kabar bahwa sering kali Naya diantar pulang oleh Arga.
"Heh Naya...ngapain lo disini?"bentak Lusi tiba tiba,dan hal itu cukup membuat Arga dan Naya kaget karena mereka baru saja mendaratkan bokong mereka di kursi namun sudah disambut kurang baik oleh seseorang.Sontak saja mendongakan kepalanya menatap Lusi yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Lusi?"jawab Arga dan Naya kompak mereka sampai harus berdiri kembali dari tempat duduknya.
"Arga kenapa sih kamu selalu bersikap manis sama B ela ataupun Naya tapi sama aku?kamu bahkan tak pernah menganggapku?"tanya Lusi dengan kesal.
__ADS_1
"Lo apaan sih Lusi?datang marah marah gak jelas."jawab Arga yang tak kalah kesal.
"Aku cemburu ngelihat kamu bersikap manis sama dia,aku kurang apa ga?"teriak Lusi.Sedangkan Naya lebih memilih diam saja,karena dia pun bingung harus menjawab seperti apa.Yang jelas dia kesini karena dia diajak oleh Arga.
"Lus..udah gue bilang kan sama lo,gue gak pernah suka sama lo jadi gue harap lo berhenti megharapkan gue."
"Arga..lo bener bener yah tega sama gue.dan lo Naya jangan ngerasa sok cantik deh karena lo bisa dapetin perhatian dari Arga.Dan satu lagi lo jangan pernah berpikiran semua sikap Arga sama lo itu karena dia suka sama lo.Lo sama dia cuma berteman dan gak lebih."bentak Lusi pada Naya yang sedang menunduk.Lagi dan lagi hati Naya merasa sakit karena ada pihak lain lagi yang menekankan bahwa statusnya dengan Arga hanya sebatas teman.
"Lusi cukup!!!!!!"bentak Arga yang sudah merasa geram dengan sikap Lusi yang memaki Naya,belum lagi mereka sekarang sedang di tempat umum.
"cukup Lusi,mening sekarang lo pergi jangan sampai gue berbuat nekat sama lo."usir Arga.Lusi merasa takut karena kali ini Arga meninggikan suaranya daripada biasanya,dengan wajah yang kesal dia pun meninggalkan Arga dan Naya menuju kursinya kembali untuk mengambil tas miliknya kemudian pergi dari tempat tersebut.Naya memilih untuk duduk kembali walaupun rasanya dia ingin sekali menangis karena umpatan umpatan yang dilayangkan Lusi padanya tapi sebisa mungkin dia tahan,dia tidak ingin menangis di depan Arga.Arga yang melihat Naya murung merasa tak enak,dia pun mengambil posisi duduk di kursi samping Naya.
"Maafin aku yah,gara gara aku kamu jadi kena bentak si gadis manja itu."ucap Arga dengan nada yang lemah lembut,dan itu mampu membuat hati Naya menjadi hangat kembali.Arga selalu mampu memberi ketenagan pada dirinya.
"kamu gak salah apa apa kok ga,jadi kamu gak perlu minta maaf."sahut Naya.
"Tapi......."
Bersambung
__ADS_1