
Sementara itu di kota yang berbeda,terlihat sepasang suami istri sedang berada di sebuah rumah yang tampak terlihat mewah dari segi manapun.Saat berada di depan akan disambut oleh pagar hitam yang tinggi menjulang,kemudian di sajikan pemandangan taman yang kecil namun terlihat manis.Belum lagi luas garasi yang kira kira bisa menampung sampai dua mobil.Sebelum menuju pintu utama kita harus melewati beberapa anak tangga dulu karena memang tempatnya yang berada di atas.Entah harus menyebutnya lantai dasar atau lantai kedua.
“pah..apa sebaiknya kita jemput arga dari rumah ayah di kampung?”pinta mama anita yang tak lain adalah mamanya arga.Dia merasa rindu dengan anak semata wayangnya yang memutuskan untuk tinggal di kampung bersama nenek dan kakeknya,alasannya karena dia ingin merasakan tinggal di desa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota.Padahal alasan utama arga bukan itu,dia merasa tidak betah di rumah karena seringkali kedua orang tuanya itupergi ke luar kota untuk urusan bisnis.Papa arga yang bernama gery merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang tekstil sedangkan sang istri mempunyai kesibukan mengelola salon kecantikan miliknya yang sedang maju pesat.Keduanya sangat sibuk bahkan jarang sekali berada di rumah,hal itulah yang membuat arga kesepian dan memutuskan untuk berhijrah ke kampung.Awalnya arga ragu,karena dia pikir hidup di kampung itu membosankan ternyata pemikirannya salah.Karena sekarang dia malah sangat betah bahkan dia berpikir untuk tinggal disana selamanya.
“tidak perlu biarkan disana,kecuali kamu sudah siap melepaskan karir kamu dan berdiam di rumah.”jawab papa gery yang sedang sibuk mengerjakan beberapa email yang masuk di tablet miliknya.
“loh..kenapa jadi mamah yang kena imbasnya?”sahut mama anita tak terima.Sepertinya mama anita ini tidak peka.Dia tidak mempunyai pikiran kalau arga pergi ke kampung itu karena kedua orang tuanya jarang ada di rumah sehingga arga merasa tidak diperhatikan.
__ADS_1
“memangnya kamu tidak merasa,kalau arga lebih memilih tinggal di kampung itu karena kita berdua sama sama sibuk mah.”papa gery mencoba memberi pengertian pada istrinya itu.
“tapi mamah masih sangat ingin mengurus salon milik mama pah,mama belum bisa percaya pada orang lain untuk bisa mengelola usaha salon mama.”mama anita menimpali.
"Baiklah…lakukan sesuka hati kamu,percuma papah memohon juga kamu selalu keras kepala."ujar sang suami dengan kesal lalu pergi meninggalkan istrinya yang masih sibuk memoles dirinya.
Sementara di warung bakso arga dan naya tampak sudah menyelesaikan makan siang mereka bahkan mereka menghabiskannya tanpa bersisa.Mungkin mereka berdua benar benar lapar.Tapi sepertinya mereka berdua masih betah berlama lama disana dan tidak berniat untuk langsung pulang karena kebetulan suasana di warung bakso sudah tampak sepi tidak seperti saat pertama mereka datang, terbukti dengan banyaknya meja yang semula penuh kini terlihat kosong hanya ada beberapa saja yang terisi.Karena naya dihantui penasaran akhirnya naya memberanikan diri bertanya mengenai keberadaan orang tuanya.Layaknya peertanyaan pada teman tapi naya sangat hati hati dalam memilih kata takutnya arga akan tersinggung.
“ga…..boleh aku tanya sesuatu?”ucap naya sambil memperhatikan arga yang kini sedang menghisap sebatang nikotin sambil mengepulkan asapnya ke samping.Naya juga merasa kaget karena arga sudah mengenal rokok padahal mereka masih bersekolah.
__ADS_1
“bicara aja nay!!”sahutnya yang masih asyik memainkan asap yang keluar dari mulutnya.Tapi bagi naya melihat arga yang sedang merokok seperti itu membuat arga terlihat lebih macho dan lebih laki tentunya.
“maaf yah ga sebelumnya kalau pertanyaanku akan menyinggung kamu.emmmm kalau boleh tahu orang tua kamu kemana?”tanya naya.
Mendengar pertanyaan naya,arga lantas mengubah posisi duduknya yang semula duduk menyamping kini memilih untuk duduk dengan posisi berhadapan dengan lawan bicaranya.
Bersambung
__ADS_1