
Setelah mengubah posisi duduknya yang kini berhadapan dengan naya,sorot mata arga mendadak berubah terlihat sekali pancaran kedua matanya memancarkan rasa kecewa dan sedih,naya takut kalau memang pertanyaannya barusan membuat arga tidak nyaman.
“kamu gak nyaman sama pertanyaan aku yah ga?e–mmmmm kalau gitu ga perlu dijawab ga apa apa ko ga.”ucap naya sambil melemparkan senyumannya.
Mendengar pertanyaan dari naya arga memilih untuk menyudahi kegiatannya kemudian mematikan batang rokok miliknya dan dia lempar begitu saja ke sembarang tempat.Jangan tanya perubahan wajah naya karena sekarang naya dilanda kepanikan takut arga marah atau tersinggung dengan ucapannya yang berani beraninya mempertanyakan hal privasi kepada arga.Padahal dia tidak pernah kepo sebelumnya dengan kehidupan pribadi orang lain,tapi entah kenapa pada arga dia sangat peduli mungkin karena memang naya yang terlanjur menyukai arga sehingga rasa kepeduliannya pada arga lebih besar.
“mama dan papaku orang yang sangat sibuk nay,bahkan mereka seperti tidak punya waktu walaupun hanya sekedar ngobrol denganku.Aku lelah dengan kondisi seperti itu nay,aku membutuhkan perhatian selayaknya anak anak yang lain.Tapi itu tak pernah aku dapatkan dari mereka,aku kecewa nay.Akhirnya aku putuskan untuk pindah kesini dan tinggal bersama nenek dan kakekku.Disinilah aku mendapatkan perhatian yang selama ini kucari.Dan disinilah rasanya aku menemukan kedamaian.”jawab arga dengan begitu panjang lebarnya seolah ia ingin melepaskan semua beban yang ada di kepalanya.Naya pun akhirnya lebih memilih jadi pendengar yang baik,karena naya yakin hati arga akan sedikit lebih lega kalau dia sudah bercerita.Lama bercerita tentang keluarganya naya melihat seperti ada sesak yang lepas dari mata milik arga.
"tapi kamu harus percaya ga,tidak ada irang tua yang tidak menyayangi anaknya.Percayalah mereka melakukan semua itu karena mereka ingin memberikan yang terbaik untuk kamu dan ingin membuat kamu bahagia."naya mencoba memberi pengertian tanpa maksud menggurui.
__ADS_1
"aku tau nay,tapi untuk saat ini aku masih kecewa swngan mereka"sahut arga.
Tak ingin mengorek lebih dalam akhirnya naya lebih memilih untuk menyudahi obrolan mereka saja dan memutuskan untuk pulang karena langit pun sudah terlihat mendung seperti akan turun hujan.Dan benar saja tak berapa lama saat mereka akan melangkahkan kaki keluar warung bakso hujan langsung mengguyur tanpa permisi.
“yaaaahhhhh…ujan ga,gimana dong?”ucap naya sambil menatap langit yang sudah menjadi sangat gelap karena hujan yang turun sangat deras.
ujan ujanan?kayaknya seru juga,apalagi ujanannya sama arga.ya ampun naya apa yang kamu pikirkan?bodoh bodoh kamu naya..ingat arga cuma naggap kamu temen.sadar diri naya….
“ujanan?kamu yakin?kalau sakit gimana?”tanya naya yang begitu perhatian.
“kalau nunggu ujan kita bisa kesorean nay,lagian kita gak tahu juga kapan ujan berhentinya kan?”sahut arga yang sudah mulai ancang ancang.
__ADS_1
“kamu bawa jas ujan gak?”naya kembali bertanya.
“ada..tapi cuma satu.”
“yaudah kamu pake aja,biar aku yang ujanan.”kata naya.
“udah kita ujanan bareng aja lagian kayaknya seru juga nay.”arga begitu semangat untuk berhujan hujan ria.Karena yang dia ingat terlahir dia bermain ujanan waktu usianya masih sangat kecil dan itu membuatnya rindu.
“okedeh….lagian udah lama juga aku ga ujanan,mungkin terakhir waktu sd.”jawab naya yang akhirnya menuruti tawaran arga.
“yaudah ayo…”
Bersambung
__ADS_1