
Pagi pun menjelang,Naya yang memang sudah terbiasa bangun pagi pagi pun kini sedang disibukkan oleh rutinitas paginya yaitu membereskan tempat tidur,menyapu dan juga mengepel.Karena memang sejak dari sekolah dulu Naya sudah diajarkan oleh ibunya untuk mandiri,apalagi kodratnya seorang perempuan adalah menjadi seorang ibu rumah tangga.Hari ini Naya lebih bersemangat dari biasanya,karena memang hari ini merupakan hari pertamanya bekerja.
Tak lupa juga Naya membeli sarapan nasi uduk yang berjualan tepat di sebrang tempat dia kos.Sepertinya bubur ayam atau nasi uduk akan menjadi list makanan favoritnya saat ini,selain harganya yang sangat murah tapi rasanya juga sangat enak dan begitu cocok di lidah Naya.Seperti saat ini,setelah selesai mandi dan juga berpakaian rapi,Naya kini sedang menikmati sarapan nasi uduk yang menjadi pilihannya saat ini.
Saat dia sedang asyik menyantap menu sarapannya,tiba tiba saja ponsel miliknya berdering dan menampilkan nama sahabatnya Jihan.Saat ini Jihan dan Naya sudah terpisah,karena setelah lulus kuliah Jihan memutuskan ikut pindah ke luar kota bersama kedua orang tuanya.Dan sejak saat itu Naya maupun Jihan belum pernah bertatap muka lagi,hanya ponsel teman setia mereka yang bisa membuat hubungan mereka masih terasa dekat.Karena Naya maupun Jihan selalu membagikan kabar terbaru mereka setiap harinya.Dan kabar yang terakhir Naya dapatkan,ternyata Jihan sudah bekerja di sebuah bank swasta di kota S dan itu membuat Naya sebagai sahabat merasa senang.Naya pun tak lupa memberi tahu Jihan perihal dia yang sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan besar di kota J.
Halo han..Assalamualaikum
Walaikumsalam...halo Nay,gimana lo udah siap kan kerja di hari pertama?
InsyaAllah aku siap han,walaupun aku masih bingung siapa yang bakal jadi bos aku nantinya.
Maksudnya gimana Nay?bukannya kamu bilang kalau bos kamu nanti itu namanya pak Gery?
Ternyata bukan han,dia mah udah punya sekertaris sendiri namanya mba Dea.
Oh gitu?yaudah gak apa apa lah Nay,yang penting bos kamu nanti orangnya gak rese dan gak nyebelin kayak manager aku di kantor.
Awas loh han,biasanya benci sama cinta itu perbedaannya itu tilis banget loh?gimana kalau ternyata dia itu jodoh lo?
Iihh amit amit deh punya jodoh kayak dia,jangan sampe gue punya suami macam itu orang.
__ADS_1
Hahaha..ya kalu jodoh gak ada yang tau kali han.Astagfirulloh han..ini udah siang loh,bisa bisa aku telat ini.
Eh iya bener nay,keasyikan ngobrol kita jadi lupa waktu.Yaudah tar kita sambung lagi yah Nay.
Oke han..Assalamualaikum
Walaikumsalam.
Klik
Naya akhirnya panik dan buru buru merapikan semua peralatan makannya kemudian mengambil ponsel miliknya untuk memesan ojeg online saja seperti kemarin.Karena keasyikan ngobrol dengan sahabatnya,membuat Naya terlena dan tidak menyadari kalau waktu di jam dindingnya sudah menunjukan pukul 7,sedangkan dia harus bisa sampai kantor sebelum jam 8 karena jam kantor di mulai jam 8.Naya tidak mau di hari pertamanya bekerja dia malah datang terlambat dan dia mendapatkan penilaian yang buruk dari bosnya nanti.
Dengan langkah setengah berlari,Naya pun mulai berjalan keluar kamarnya menuju halaman tempat kosnya dimana abang ojeg sudah menunggunya.Naya pun langsung meminta abang ojeg tersebut untuk segera menyalakan mesin motornya dan meminta melaju dengan kecepatan tinggi.
"Selamat pagi mba Dea"sapa Naya sopan dan juga terlihat sangat cantik dengan memakai setelan kantor rok span dan juga kemeja,rambut hitamnya yang indah dia kembali mengikatnya.Tak lupa dia juga memakai sepatu berhak tinggi untuk menunjang penampilannya.
"Selamat pagi Nay...akhirnya kamu juga yang keterima kerja disini"sahut Dea yang kini sudah berdiri menyambut Naya.
"iya mba Dea alhamdulillah akhirnya saya bisa keterima kerja disini"jawab Naya dengan senyum manisnya.
"oia ayo aku tunjukin meja kerja kamu yang ada si ujung lorong ini"ucap Dea sambil berjalan beriringan dengan Naya dan mulai memperkenalkan satu persatu tata letak ruangan di lantai tersebut.Hingga pada akhirnya mereka tiba di sebuah meja yang berada tepat di samping sebuah pintu bertuliskan "presdir"yang itu artinya kalau dia akan menjadi sekertaris seorang presdir di kantor tersebut.
__ADS_1
"Baiklah Naya,untuk semua uraian pekerjaan kamu sudah aku jelaskan,apa ada yang masih tidak kamu pahami?"tanya Dea ramah.
"Saya sudah paham mba Dea,terima kasih bimbingannya.Oia mba maaf sebelumnya,tapi sampai saat ini saya sama sekali belum bertemu dengan pak presdir di kantor ini,apa beliau sudah datang?"tanya Naya penasaran.
"Sebenarnya kemarin saat kamu selesai interview tak lama pak Arga datang dia ingin menginterview kamu langsung,tapi akhirnya dia pun menyutujui kalau kamulah yang lolos untuk menempati posisi ini."
Deg
"Arga?apa dia orang yang sama?"gumam Naya dengan suara yang sangat pelan bahkan nyaris tidak terdengar.
"Iya Naya..apa tadi kamu mengatakan sesuatu?"tanya Dea yang mendengar Naya seperti telah mengucapkan sesuatu.
"Ah b-b-bukan apa apa mba,emm kalau begitu apa beliau sudah datang?"Naya benar benar ingin cepat memastikan kalau nama Arga itu apakah orang yang sama dengan laki laki yang pernah dia kenal dulu,pikirnya.
"Biasanya sih dia udah dateng,tapi..Eh itu pa Arga dateng"ucap Dea sambil menunjukkan tangannya ke arah seorang laki laki yang sedang berjalan ke arah mereka.Laki laki itu memakai setelan jas formal berwarna hitam dengan dasi yang melingkar di lehernya,tak lupa juga sebuah arloji mewah melingkar sempurna di pergelangan tangannya.Ketampanan wajahnya tak berubah sedikitpun,bahkan Naya merasa laki laki itu semakin memukau dan semakin tinggi.Untuk beberapa detik Naya merasa tak percaya dengan apa yang sedang dia lihat saat ini,hati dan pikirannya masih bertentangan.Apakah ini semua nyata ataukah hanya halusinasinya saja.Tapi matanya tak bisa berhenti untuk menatap mata yang kini sedang menatap ke arahnya juga.Bahkan laki laki itu pun sampai mengehntikan langkanya,menatap tak percaya siapa yang sedang berdiri menatap ke arahnya.
"Arga???"
"Naya???"
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian yah guys!!!☺