
Keesokan paginya,saat jam pulang sekolah tiba.Naya dan Jihan sedang mengemasi barang barang mereka namun tiba tiba saja laki laki yang bernama Indra itu sudah berdiri tepat disamping Naya.Arga yang sedang fokus dengan ponselnya pun sampai tak menyadari kehadiran laki laki yang kemarin sempat membuat darahnya mendidih.
"hai Naya..pulang bareng yuk!!!"ucap Indra tanpa basa basi,dan itu membuat Naya kaget setengah mati sejak kapan laki laki ini berdiri di sampingnya.Naya melirik ke arah Jihan seolah meminta pertolongan dari terkaman buaya sekolah ini.Namun Jihan yang melihatnya justru bersikap sebaliknya,karena tiba tiba saja ide jahil hinggap di kepalanya.
"Oh..lo mau ngajakin Naya pulang bareng kak?"tanya Jihan dengan suara kerasnya,sampai Arga yang tengah fokus pun menoleh ke arahnya.Jihan menyeringai puas karena ternyata pancingannya berhasil membuat target menoleh.
"iya gue mau ngajakin Naya pulang bareng,mau kan Nay?"Naya semakin bingung saja menghadapi laki laki yang menurutnya berani ini.baru saja dia akan membuka mulutnya.Arga sudah memotongnya terlebih dulu sambil menarik lengannya.
"gak perlu..Naya biar gue yang anter."tolak Arga yang kemudian menyembunyikan Naya di balik tubuhnya yang tinggi.Di belakang Naya merasa lega karena tindakan Arga barusan menyelamatkannya,walaupun sebenarnya dia tidak ada janji apapun dengan Arga sebelumnya.Arga langsung memasang badan melindungu Naya dari laki laki yang sedang menatapnya tajam.Dia tahu tindakannya barusan memancing emosi laki laki yang bernama Indra tersebut.
"Apaan sih lo ga,kenapa lo ngalangin gue.Gue cuma mau ngajakin Naya pulang bareng kok."ujar Indra tak terima,sedangkan kuping Arga terasa gatal mendengar ocehan dari buaya sekolah satu ini.
"Gue udah bilang,Naya pulang bareng gue.Jadi lo pulang duluan aja,iya kan Nay?"tanya Arga sambil memberi kode kedipan mata pada Naya.Naya pun mengerti maksud dari kode yang diberikan oleh Arga,dia pun langsung mengangguk mengiyakan.
"iya kak..aku udah ada janji sama Arga dan yang lainnya karena ada tugas kelompok bareng."sahut Naya.Indra merasa kecewa karena baru kali ini ada siswi di sekolahnya yang menolaknya secara terang terangan padahal siapa yang tidak terpesona dengan pesona sang penakluk hati wanita di sekolah Budi Pertiwi pikir Indra.Dengan rasa penuh kecewa dia pun pergi meninggalkan Naya dan juga Arga disana.
__ADS_1
"Jihan..kamu apaan sih tadi malah maksa aku buat ikut sama kak Indra?"omel Naya tak mengerti maksud Jihan.sedangkan Jihan hanya tersenyum kecil mendengar omelan dari Naya.
"Gak apa apa Nay..tadi gue cuma mancing aja ikan aja."jawab Mia sambil matanya melirik ke arah Arga yang matanya masih menatap ke arah Indra berjalan.Naya semakin bingung saja dengan jawaban yang diberikan oleh Jihan,karena jawaban yang jihan lontarkan sama sekali tidak nyambung pikirnya.
"yaudah gue pulang duluan yah Nay,daahhh!!!"ujar Jihan sambil melambaikan tangannya.
"han tunggu aku pulang bareng kamu."sahut Naya.
"Kamu aku yang antar pulang"jawab telak Arga dengan wajah seperti yang kemarin malam.Naya sudah ketakutan duluan kalau dia sudah melihat wajah Arga seperti ini,karena dia tidak melihat sosok Arga yang biasanya.Dia seperti menunjukan sisi lain dalam dirinya dan dia hanya menunjukannya pada dirinya saja.Tapi entah kenapa Naya pun selalu tak bisa membantah perkataan Arga.Apa karena rasa suka yang mendominasinya yang akhirnya membuat dirinya menuruti semua perkataan Arga.
"Kita pulang sekarang!!!"perintah Arga yang kemudian meninggalkan Naya begitu saja.Naya pun harus dibuat melongo dengan sikap Arga saat ini,tadi dia yang keukeuh memintanya untuk pulang bareng tapi dia malah meninggalkan dirinya sendirian.Naya langsung berlari mengejar langkah Arga yang semakin menjauh.Sesampainya di parkiran ternyata Arga sudah duduk di atas motornya dengan menggunakan helmnya.Naya menjadi ragu haruskah dia mengikuti perkataan Arga?apalagi setelah melihat ekspresi yang tak biasa pada wajah Arga.
"Arga!!!turunin aku"pinta Naya,tapi Arga berusaha untuk pura pura tidak mendengarnya dia masih saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi malah dia semakin menambahkan lajunya.
"Arga berhenti atau aku lompat"ancam Naya yang sudah merasa jengah dengan sifat Arga yang seperti anak kecil.Mendengar ancaman Naya,Arga pun langsung menarik rem nya dan membuat motornya berhenti secara mendadak sampai badan Naya pun terhuyung ke depan.Tanpa basa basi Naya langsung turun dari motor dan memberhentikan sebuah angkot yang kebetulan melintas di depannya.Namun saat kakinya baru akan melangkah naik ke atas angkot,Arga lebih dulu menahannya.Dan itu cukup membuat Naya geram karena dirinya sekarang malah menjadi pusat perhatian semua penumpang.
__ADS_1
"Nay..tunggu biar aku yang antar kamu pulang."kata Arga dengan posisi tangan yang masih mencengkram kuat pereglangan tangan Naya.Dengan rasa kesal yang menyelimuti hatinya,naya pun menghempaskan tangan Arga dengan kasar.Dan hal itu membuat Arga terkejut karena sikap lembut Naya berubah menjadi sedikit kasar.
"Lepas!!!!aku bisa pulang sendiri."tolak Naya dengan wajah marahnya.Tapi Arga tak menyerah dia terus membujuk Naya agar mau pulang dengannya.
"Neng jadi naik gak?"tanya supir angkutan umum tersebut,belum lagi penumpang yang lain tampak bisik bisik membicarakan dirinya.Karena menunggu dirinya mereka harus dibuat menunggu dan Naya merasa tak enak.
"jadi"
"enggak jadi"ucap Naya dan Arga berbarengan.
"jadi pa sebentar,ga aku pulang sendiri aja.Aku gak ngerti sama sikap kamu tadi yang mendadak aneh sama aku.Kalau emang aku punya salah sama kamu bilang ga,biar aku tahu salah aku dimana.Yaudah aku pulang duluan yah kamu pulang hati hati."Akhirnya Naya benar benar naik ke angkutan umum tersebut dan meninggalkan Arga sendirian di pinggir jalan.Arga merasa frustasi,karena sikap cemburunya dia kembali membuat Naya salah paham padanya.
"Arrrrrrrggggghhhhhh"teriak lantang Arga,membuat beberapa pengendara motor yang melintas harus menoleh ke arah dirinya.Mungkin orang orang sedang berpikiran kalau dirinya itu gila,ya gila karena satu wanita.Arga mulai memacu kembali motor kesayangannya ke rumah kakek Abimana,untuk saat ini dia akan membiarkan Naya dalam kesalah pahamannya sampai Arga siap menjelaskan yang sebenarnya.Apalagi seminggu ke depan ujian kenaikan kelas akan dimulai.Sepertinya dia akan fokus belajar dulu agar bisa meraih nilai tinggi dan bisa sekelas kembali dengan Naya yang dia yakin Naya akan masuk ke kelas favorit di kelas dua belas nanti.
Sedangkan di dalam angkot,naya terus murung memikirkan perubahan sikap Arga padanya.Dia benar benar tidak pernah melihat sisi arga yang satu ini.Pikiran Naya mulai tercabang,satu sisi dia harus memfokuskan dirinya di ujian kenaikan kelas nanti,satu sisi dia juga memikirkan hubungannya dengan Arga ke depannya.
__ADS_1
Dan selama seminggu itu Naya dan Arga bagai orang asing yang tak saling kenal,keduanya kompak tidak bertegur sapa.Arga akan menghindar kalau dia bertemu dengan Naya,begitu pun dengan Naya,dia juga menghindar bertatap muka dengan Arga.Arga sampai harus pindah ke meja paling belakang agar dia semakin jauh dari Naya.hal itu menjadi perhatian Jihan yang tidak mengetahui apa apa.Dia merasa aneh dengan sikap Naya dan juga Arga,tapi dia tidak berniat ikut campur takutnya memang Naya dan Arga sedang ada masalah.
Bersambung