Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
49.Kekecewaan Naya


__ADS_3

Deg


Baru kali ini,hati naya merasakan kehilangan yang amat sangat.Padahal dari info yang baru dia dengar Arga hanya pindah ke rumah orang tuanya.Tapi justru hal itu yang membuat Naya semakin sedih.Berarti kabar dari Bagas kemarin benar adanya,berarti Naya tidak akan bisa lagi menyukai Arga dalam diam,mengagumi Arga sesuka hatinya bahkan untuk sekedar melihat wajahnya sebagai penyemangat paginya pun gak akan pernah lagi bisa di lakukan.jihan yang paham dengan perasaan Naya pun hanya bisa mengelus punggung sahabatnya itu dengan lembut.Akhirnya jihan mewakilkan Naya untuk berpamitan pada wanita paruh baya tersebut.


"kalau begitu makasih banyak informasinya yah bu,kami berdua pamit assalamualaikum.."ucap Jihan menarik tangan Naya pergi meninggalkan rumah tersbut.


"walaikumsalam.."ucap wanita tua tersebut,dia pun kembali menutup pagar rumah majikannya dan langsung berjalan kembali ke dalam rumah itu.


Saat di tengah jalan,Naya sudah tidak bisa membendung lagi air matanya.Entah kenapa hatinya merasa sesak dan juga ada rasa sesal yang masuk ke dalam hatinya.Naya langsung meghambur memeluk Jihan dan menumpahkan semua kesedihannya di pelukan sahabatnya itu.


"udah yah Nay..aku yakin kok Arga punya alesan sendiri kenapa dia sampai gak ngabarin kamu."Jihan berusaha menyalurkan pikiran pikiran positif kepada Naya agar naya tidak terus menduga duga yang dia belum tahu kebenarannya.


"oh iya kenapa sekarang lo gak nyoba buat hubungin dia lagi,kali aja sekarang nomornya sudah aktif."saran Jihan pada Naya.Tanpa lama,Naya pun langsung merogoh saku bajunya dan mengambil ponselnya untuk meghubungi Arga kembali.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif


Naya menggelengkan kepalanya seolah dia sudah pasrah kalau dia dan Arga tidak akan pernah bertemu lagi,ternyata rasa sukanya pada Arga memang ditakdirkan hanya sebatas mengagumi dalam diam saja.


"masih gak aktif han"keluh Naya dengan wajah sedihnya.Mendengar ucapan Naya,jihan pun tak tinggal diam,dia juga mengambil ponsel miliknya kemudian mencoba menghubungi nomor Arga.


nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.


Naya melihat ke arah Jihan seolah dia sedang menunggu jawaban,tapi gelengan kepala dari Jihan membuatnya harus kecewa untuk kesekian kalinya.Masa iya dia harus meminta alamat rumah Arga yang di kota j lalu menyusulnya kesana.Tapi dia berpikir kembali,rasanya sangat tidak elok jika seorang wanita harus mengejar ngejar seorang lelaki,apalagi Naya berpikir dia bukanlah teman spesial Arga.Dia hanya sebatas teman dekat Arga dan tidak lebih.

__ADS_1


Akhirnya keduanya pun kembali menaiki sebuah angkutan umum kembali ke rumah mereka masing masing.


Liburan semester selama dua minggu pun sudah berakhir,Naya dengan semangat barunya dan yang sudah mulai terbiasa dengan tanpa kehadiran Arga yang mendadak menghilang seperti di telan oleh bumi pun sudah muali bisa menata hatinya kembali.Dia berjanji saat ini dia hanya akan fokus pada pelajaran apalagi tahun ini merupakan tahun kelulusannya,dia ingin mempertahankan nilainya agar apa yang dia cita citakan bisa tercapai.


Naya mulai memasuki kelas barunya yang berbeda dengan Jihan karena mulai sekarang mereka sudah tidak satu kelas lagi,tapi mereka masih berangkat dan pulang bersama.Dan kini Naya sudah mempunyai teman sebangku bernama Maya.Naya dan Maya nama yang hampir sama hanya berbeda nama belakang saja,namun sifat mereka juga kontras berbeda.Naya yang mempunyai sifat pendiam berbeda hal dengan Maya yang justru mempunyai sifat sangat heboh dan senang sekali bergurau.Tapi Naya merasa tidak risih sama sekali,justru duduk sebangku dengan Maya sedikit sedikit bisa mengalihkan pikirannya dari Arga.


Hari beranjak siang dan matahari pun serasa sudah tepat di atas kepala,dan jam sekolah pun telah usai.Jihan yang memang sudah pulang daritadi pun sesekali melirik arloji miliknya,karena sudah hampir lima belas menit dia menunggu Naya,tapi yang di tunggu tidak keluar juga.Alhasil dia berpikir untuk mendatangi kelas Naya saja,namun kakinya baru akan melangkah sebuah pesan singkat baru saja masuk ke ponselnya,Jihan melihat nama Naya disana.


Han..maaf aku sepertinya masih lama karena tiba tiba aja guru bahasa ngasih ulangan mendadak,kamu pulang duluan aja yah.maaf sudah bikin kamu nunggu(tak lupa juga Naya membubuhkan emoticon senyum dan telapak tangan yang menyatu).


Setelah membaca pesan dari Naya,akhirnya Jihan kembali menyimpan ponsel miliknya kemudian berjalan menuju gerbang sekolah.Namun saat dia sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan tak sengaja dia melihat Arga sedang berdiri di depan sekolah bersender di depan sebuah mobil hitam yang sangat mengkilap.Jihan yang penasaran pun langsung saja menghampiri Arga.Arga yang sedang melamun sambil sesekali memainkan ponselnya pun begitu kaget dan terkejut saat bahunya di guncang kuat oleh Jihan.


"Arga!!!!"seru Jihan tak percaya kalau sekarang Arga ada disini.Namun yang membuat Jihan pangling adalah penampilan Arga yang menurutnya semakin cool dan juga tampan.


"Jihan masih di kelas ga,dia belum pulang tadi dia ngirim pesan ke gue katanya dia lagi ada ulangan bahasa dan mendadak banget.Oia ko lu mendadak pindah sekolah sih ga?Naya sampe nyariin lo tuh dia khawatir banget sama lo!dia bahkan ngajakin gue pergi ke rumah kakek lo,tapi ternyata di sana gak ada siapa siapa"ucapan Jihan sontak membuat Arga terkejut,dia jadi semakin merasa bersalah pada Naya.


"Naya nyariin gue han?gak salah?"tanya Arga tak percaya,dia pikir Naya akan bersikap cuek dan biasa saja,apalagi setelah perdebatan kecilnya beberapa minggu lalu yang membuat hubungan keduanya menjadi renggang karena satu sama lain berusaha menjaga jarak.Ada rasa senang yang masuk ke relung hati Arga mendengar Naya begitu mengkhawatirkannya.


"iya Naya khawatir banget sama lo,apalagi nomor lu gak bisa dihubungi sama sekali."sahut Jihan.


"iya han ponsel gue ilang jadi gue bener bener kehilangan nomor lo semua."jawab Arga.


"yaudah sini mana gue minta nomor lu yang baru"pinta Jihan yang langsung menyerahkan ponsel miliknya kepada Arga,agar Arga mengetikan nomor barunya.

__ADS_1


"nih"ucap Arga sambil menyerahkan kembali ponsel itu kepada Jihan.


"oia by the way kenapa lo bisa pindah sih ga?kan sayang setahun lagi!!!"tanya Jihan yang mulai kepo.Namun baru saja Arga akan membuka mulut,suara teriakan menyerukan nama JIhan harus mengehntikannya dan memilih tidak jadi berbicara.


"Jihan!!!!!"Arga dan Jihan kompak mengarahkan mata mereka pada seorang laki laki yang sedang duduk di atas motornya,ya dia adalah Reno pacar Jihan.


"Loh kok kamu kesini?"tanya Jihan pada Reno yang kini sudah berada tepat di depannya dan juga Arga.


"Aku kan udah nagsih kabar ke kamu kalau aku mau jemput?gimana sih?"


"emang iya?"tanya Jihan penasaran,dia pun langsung membuka ponselnya dan memeriksa pesan yang masuk ke ponselnya tersebut,benar saja ternyata Reno mengirimi dia pesan sekitar lima belas menit yang lalu.Untung saja dia ngobrol dulu sama Arga,kalau tadi dia gak ketemu sama Arga sudah pasti dia dan Reno tidak akan bertemu.


"Bro...apa kabar?"tanya Reno yang memang sudah akrab dengan pacar Jihan itu keduanya tampak saling berpelukan.


"baik gua,yaudah kalian berdua mau pergi kan?"


"gak apa apa emang kalau lo nunggu Naya disini sendiri ga?"tanya Jihan yang rencananya akan ngobrol bareng Arga sampai Naya datang.


"Gak apa apa..kalian pergi aja"pinta Arga.


"yaudah kalau gitu kita berdua duluan yah ga,lo tunggu Naya disini aja,paling bentar lagi dia keluar."Arga pun hanya mengangguk paham,kemudian Reno mulai melajukan motornya meninggalkan Arga sendirian.Arga merasa cuaca siang ini cukup terik,akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Naya di dalam mobil saja.Tak berselang lama,fokus mata Arga melihat Naya keluar berjalan dari gerbang sekolah.Senyum pun mengembang di wajah tamnpan milik Arga.Dia hendak turun dari mobil dan meghampiri Naya,namun senyuman itu tiba tiba saja memudar tatkala seorang lelaki yang mengendarai motor tiba tiba saja berhenti di depan Naya,lalu Naya pun ikut naik ke atas motor tersebut.


Deg

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2