Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
55.Interview Kerja


__ADS_3

Keesokan paginya,seperti biasa saat subuh menjelang Naya akan bangun terlebih dulu dan langsung menjalankan kewajibannya yaitu solat lima waktu.Setelah itu barulah dia pergi ke depan kamar kosan nya untuk mencari tukang jualan yang berjualan nasi uduk atau bubur sebagai menu sarapan.sebenarnya Naya berpikir dengan membeli makan jadi setiap hari cukup membuat pengeluaran dompetnya sedikit membengkak.Apalagi biaya kehidupan di kota tersebut terbilang cukup mahal dibanding dengan kehidupan dia sebelumnya di kota asalnya.Dan dia berpikir kalau dia memasak sendiri dia bisa menghemat pengeluaran nya,namun sayang sekali keinginannya itu belum bisa terwujud karena memang Naya hanya menempati sepetak kamar kos kecil namun sudah dilengkapi kamar mandi di dalamnya,jadi dia tidak perlu lagi mengantri di kamar mandi yang berada di luar.Untuk saat ini dia memilih untuk mensyukuri apa yang sudah Allah berikan kepadanya,barulah setelah dia mendapatkan pekerjaan tetap dan mempunyai gaji yang lumayan mungkin dia akan mencari kosan yang sedikit lebih luas lagi dan kalau bisa sudah ada dapur di dalamnya,mungkin lebih tepatnya sebuah kontrakan.Belum lagi jarak dari kosan ke kantor dimana dia mendapatkan panggilan kerja letaknya cukup jauh,dia harus menaiki angkutan umum sebanyak dua kali untuk bisa sampai di kantor tersebut.Tapi lagi dan lagi Naya tidak ingin mengeluh,untuk saat ini dia akan menjalaninya terlebih dulu sampai dia mencari kontrakan yang sesuai keinginannya dan juga letaknya tak jauh dari tempatnya bekerja agar dia bisa menghemat pengeluaran nya.


Setelah Naya menyelesaikan sarapan bubur ayamnya,akhirnya dia pun bergegas untuk pergi ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya.Setelah itu dia bersiap diri dengan memakai setelan formal kantor sesuai perintah kemarin dari pihak HRD perusahaan tersebut.Dia pun memilih sebuah rok span berwarna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih berlengan panjang dengan aksen pita di bagian dadanya,sedangkan untuk gaya rambut dia memilih untuk mengikatnya agak menjulang ke atas dan memperlihatkan jenjang leher miliknya yang putih dan juga mulus.


Tak lupa juga Naya memoles wajahnya dengan make up yang natural tapi sangat pas dengan wajahnya yang kini terlihat lebih putih dibandingkan saat sekolah dulu,mungkin karena sudah beranjak dewasa jadi Naya lebih sering memperhatikan lagi penampilan wajahnya yang memang sebenarnya sudah cantik.Sebenarnya waktu di jam dinding masih menujukan pukul delapan pagi,tapi Naya yang masih belum mengenal betul daerah di kota tersebut akhirnya memilih untu berangkat lebih awal saja daripada dia telat nantinya.Sedangkan jika mengingat apa yang di katakan oleh pihak HRD kemarin Naya diminta untk datang ke kantor sekitar jam 10 pagi.Tapi Naya tetap pada pendiriannya,dia mempunyai prinsip lebih baik dia menunggu daripada nantinya dia harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang sudah seperti rezeki durian runtuh untuknya.Dan lagi keterbatasannya yang belum terlalu familiar dengan daerah itu pun,akhirnya Naya memilih untuk menggunakan jasa transportasi online agar bisa mengantrakannya langsung ke tempat tujuan.Bahkan di sepanjang perjalanan pun Naya terus berdoa pada Tuhan,agar urusannya hari ini dimudahkan dan dia bisa secepatnya mengisi posisi tersebut yang sedang kosong.


Dan ternyata walaupun dia menggunakan jasa ojek online,ternyata waktu yang di tempuh pun hampir satu jam lebih karena kemacetan ibukota yang luar biasa setiap harinya,itu juga beruntung karena abang ojek tersebut tahu jalan pintas untuk menuju kantor tersebut.Naya akhirnya bisa bernafas lega,setidaknya kekhawatirannya untuk dtang terlambat tidak benar benar terjadi.Padahal tadi dia sudah putus asa karena antrian kendaraan tidak bergerak sedikitpun.Ditambah lagi dengan adanya kecelakaan lalu lintas yang terjadi tadi pagi membuat lalu lintas di jalan yang dilewatinya sedikit tersendat dan menimbulkan kemacetan.


Dengan wajah yang sudah dipenuhi keringat dan juga rambut yang agak lepek karena harus bermacet macetan,akhirnya sebelum dia menemui langsung owner tempatnya hari ini akan di interview Naya bergegas menuju toilet terlebih dulu untuk menyempurnakan kembali penampilannya yang sempat berantakan dan dia masih mempunyai waktu kurang lebih sepuluh menit untuk itu.


Naya mematut dirinya di cermin memastikan penampilannya sudah sempurna,dia pun berusaha untuk menghilangkan rasa gugup yang tiba tiba saja hinggap di dalam dirinya.Naya keluar dari toilet dan langsung saja menuju lantai dua puluh dimana ruangan CEO berada,karena menurut informasi yang dia dapat Naya akan di interview langsung oelh pemilik perusahaan sekaligus CEO di perusahaan tersebut.Dengan langkah yang penuh keyakinan akhirnya Naya sudah tiba tepat di depan sebuah pintu berukiran kayu jati yang sangat besar bahkan tingginya saja menjulang hampir tiga kali lipat dari tinggi tubuhnya.Namun saat dirinya akan mengetuk pintu tersebut,dia sudah dihampiri duluan oleh seorang wanita yang berpakaian sama persis seperti dirinya.


"Selamat siang..ada perlu apa yah mba berdiri di depan ruangan CEO?"tanya wanita tersebut yang tingginya hampir sama dengannya hanya saja usianya terlihat sedikit lebih dewasa dibanding dengannya.


"Selamat siang mba..maaf saya Nayarra Adelia yang kemarin diminta oleh mba Vera dari pihak HRD untuk datang ke kantor ini untuk melakukan wawancara kerja."jawab Naya cepat dan juga lantang.


"Oh mba Nayarra..kalau begitu anda sudah ditunggu oleh pak Gery di dalam.Mari silahkan masuk"


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Selamat siang pak Gery.."sapa wanita tersebut sopan,sedangkan Naya belum mau melangkahkan kakinya ke dalam sebelum orang yang di dalam menyuruhnya untuk masuk.


"Siang Dea..ada apa?tanya Pak Gery yang terlihat sedang sibuk dengan laptop yang sedang di pangkunya dan juga kacamata yang bertengger di hidungnya.


"Maaf pak,diluar ada calon karyawan yang hari ini akan melakukan interview langsung oleh bapak"sahut wanita tersebut yang ternyata bernama Dea.


"Ah iya kenapa aku sampai lupa,kalau begitu tolong panggilkan dia."perintah Pak Gery yang langsung dia angguki oleh sekertarisnya tersebut.


Tak lama wanita tadi pun keluar kembali untuk menemui gadis yang sedang berdiri di depan pintu dengan wajah gelisah.


"Nayarra..kamu diminta masuk oleh pak Gery."ucap Dea.


"Naya saja mba..saya biasa dipanggil Naya."jawab Naya dengan hati yang sudah deg degan membayangkan bagaimana kalau atasannya nanti itu galak atau kejam dan menyuruhnya yang aneh aneh seperti cerita kebanyakan yang dia baca di novel.


"Baiklah Naya..aku Dea.Kamu enjoy aja yah,pak Gery orangnya baik kok."ujar Dea sambil mengelus tangan Naya.

__ADS_1


"Baik mba Dea terima kasih kalau begitu saya permisi ke dalam yah"jawab Naya sambil tersenyum manis dan membungkukan sedikit badannya.


"Ok Naya..Good Luck yah semoga kamu keterima."Naya pun hanya menganggukinya sebelum dia benar benar masuk ke dalam ruangan tersebut.


Saat Naya memasuki ruangan tersebut Naya kembali dilanda gugup,namun kali ini terasa lebih kuat karena dia merasa atmosfer di ruangan tersebut tiba tiba saja mendadak panas.


"Selamat siang pak.."sapa Naya yang sudah berdiri di ambang pintu.Laki laki yang sedang fokus dengan sebuah laporan tersebut pun akhirnya mengalihkan pandangannya pada seorang gadis yang baru saja memasuki ruangannya,


"Selamat siang..nam kamu siapa?"tanya pak Gery yang kemudian memindahkan laptop yang semula di pangkuannya kini dia simpan di atas meja di depannya.


"Saya Nayarra Adelia pak!!"


"Nayarra Adelia?wah nama yang bagus.Jadi saya harsu memanggil kamu siapa?oia silahkan duduk dan santai saja yah anggap saja kamu sedang berbicara sama teman kamu."ucap Pak Gery yang memang terkenal baik dan juga ramah pada semua karyawannya.


"Naya pak..bapa bisa memanggil saya dengan sebutan Naya"jawab Naya yang terus menatap wajah pria dengan rambut yang sudah hampir ditumbuhi warna putih tersebut,karena wajahnya terasa sangat familiar untuknya.


"Baiklah Naya..saya sudah membaca semua CV kamu dan saya cukup terpukau dengan semua prestasi yang kamu dapatkan selama sekolah bahkan sampai kuliah pun kamu bisa mencapai nilai yang hampir sempurna.Bisa kamu ceritakan kepada saya awal kamu sekolah sampai akhirnya kamu ada di hadapan saya saat ini."pinta pak Gery.


Naya menelan ludahnya kasar,apakah harus sedetail itu pikirnya.Namun mau tak mau dia pun mulai menceritakan perjalanan kisah hidupnya sampai detik ini dan sepertinya apa yang diceritakan oleh Naya membuat orang yang di hadapannya saat ini merasa tertarik terlihat dia yang fokus mendengarkan tanpa ada niat sedikit pun untuk memotongnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2