Hidden Love In The School

Hidden Love In The School
20.Kembali cemburu


__ADS_3

“nay..kita ke toko buku yuk,gue lupa mau beli buku paket matematika.Padahal tadi pulang sekolah kita mampir dulu yah”ajak jihan pada naya yang sedang asyik mengerjakan tugas matematikanya.Naya yang merasa suntuk pun langsung mengiyakan ajakan dari jihan dan meninggalkan sejenak kegiatannya itung itung menghilangkan rasa penat di kepalanya karena terbakar api cemburu.


“yaudah ayo..tapi aku pinjem handphone kamu dulu yah mau nelpon ibu dulu.Ponsel aku mati soalnya”


"kenapa ga kamu charge?"tanya jihan.


"aku gak bawa chargeran nya han."


"ya ampun nay!!!!kan lo bisa pake punya gue?"


"hehehe aku lupa,yaudahlah gak apa apa nanti aja di rumah.Jadi aku boleh gak pinjem handphone kamu?"


“pake aja naya.”


“makasih han”


Naya meraih ponsel milik jihan lalu mengetikan nomor handphone ibunya untuk meminta izin pergi bersama jihan ke toko buku yang berada dekat sekolah.Bu siti pun memberikan izin tapi dengan syarat dirinya tidak pulang terlalu sore.

__ADS_1


“udah nay?”tanya jihan yang sedang sibuk memoles wajahnya dengan make up yang natural,sedangkan naya tetap memakai seragam sekolahnya karena belum ganti pakaian.


“udah..nih handphone kamu.”ujar naya sambil menyerahkan kembali ponsel ke jihan.


“yaudah yo kita berangkat takut keburu tutup juga toko bukunya.Eh tapi lo mau ganti baju dulu ga pake punya gue?"


"ga usah lah aku pake ini aja"


"oh yaudah kalau gitu."


“bisa?”tanya arga pada bela yang habis membantu bela naik ke atas motornya karena kakinya terkilir akibat tadi mengejar pencopet yang merampas tas miliknya.Saat arga memundurkan wajahnya tak sengaja dia pun melihat naya tapi hanya sekilas masuk ke dalam toko itu.Tapi arga berpikir itu bukan naya karena dia tidak melihat wajahnya secara jelas tadi.Akhirnya arga pun mulai memacu motornya mengantar bela pulang ke ruamhnya.


“ga..makasih banyak yah,maaf aku jadi ngerepotin kamu.”


“santai aja sih bel”


Sementara itu lisa yang tengah mengendarai motornya tak sengaja berpapasan dengan arga yang sedang membonceng seorang gadis dan dengan mudah lisa bisa menebak siapa sosok gadis itu walaupun hanya mengenalinya dari bajunya saja.

__ADS_1


“isssshhhhh anak itu masih aja ngeyel yah udah gue peringatin juga jangan deket deket sama arga,tapi dia sekarang malah makin berani.Kayaknya tuh cewe pengen dapet pelajaran dari gue.”gumam lisa yang emosi.Dia sampai memukul motornya untuk melampiaskan kekesalannya pada gadis yang dia yakini adalah bela.Ternyata ancaman darinya tak membuat bela merasa takut.


“naya…sini deh ada buku bagus nih?”ucap jihan sambil memegang satu buku novel lalu memperlihatkannya pada naya.


“hmmmmm..”sahut naya singkat,dirinya benar benar sudah kehilangan mood sejak melihat arga tadi dan itu membuat naya semakin yakin kalau arga dan bela memang sudah menjalin hubungan.


"lo kenapa lagi sih nay?"sapa jihan yang kemudia meletakkan kembali buku tersebut di tempat semulanya,kemudian dia berjalan menghampiri naya.


"aku gak apa apa han.Oia gimana kamu udah dapet buku yang kamu cari?"naya mencoba mengalihkan pembicaraan.


"udah nih,yaudah kita langsung bayar aja yuk terus pulang takut ibu kamu nyariin juga anak gadisnya belum pulang dari pagi."sindir jihan.


"kamu nyindir aku?aku kan udah minta izin sama ibu"


"oh iya gue lupa!!!!!"sahut jihan sambil menepuk jidatnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2